DIY Bio-Diesel : Semudah Membuat Kopi
Seiring terus naiknya harga BBM, mungkin sudah waktunya masyarakat belajar untuk memiliki pilihan membuat bahan bakarnya sendiri. Lebih perlu lagi masyarakat nelayan di pulau terpencil, pengelola perkebunan dan proyek daerah terpencil dlsb.
Bahkan di perkotaan-pun DIY (Do It Yourself) bio-diesel ini sudah bisa kompetitif dibanding solar yang ada di pasaran. Dalam foto adalah bio-diesel karya teman-teman yang belajar membuatnya sendiri di workshop kami.
Bahannya yang di kota jelantah - bisa sangat murah kalau Anda kumpulkan sendiri! Yang di daerah terpencil bisa minyak apa saja yang tumbuh setempat. Reactant-nya methanol atau buat sendiri ethanol bisa juga.
Hasilnya selain bio-diesel juga crude glycerol - yang bisa diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk. Bio-diesel ysng dihasilkan standar biodiesel yang ada di pasaran sekarang yaitu FAME (Fatty Acid Methyl Ester) kalau menggunakan methanol atau FAEE (Fatty Acid Ethyl Ester) bila menggunakan ethanol sebagai reactant-nya.
Selain kompetitif dalam hal harga, ada rasa ‘merdeka’ ketika kita bisa buat BBM kita sendiri ini yang tidak termilai dengan uang. Bagi insitusi usaha, nelayan pulau terpencil dlsb. mampu memproduksi BBM-nya sendiri ini malah bagian dari skills yang bisa meningkatkan kemampuan survivalnya - bila katena satu dan lain hal BBM tidak hadir atau hadir dengan harga berlipat karena harus dibeli di pasar gelap.
Tidak dipungut biaya bagi masyarakat yang mau belajar DIY bio-diesel ini, karena ini bagian dari social education yang kami lakukan di Green Waqf bersama New Energy Asia untuk membangun literasi energi bagi masyarakat. Agar masyarakat tahu bahwa membuat bio-diesel itu semudah membuat kopi!