Limbah Dari Limbah Yang Lebih Mahal Dari Produk Aslinya
Believe it or not, tetapi inilah kenyataannya. Kelapa kita dijual gelondongan ke pasar ekspor di kisaran harga Rp 3,500/ butir. Kalau diolah jadi minyak goreng sekitar Rp 30,000,-/liter. Limbah batoknya kalau dijadikan arang berharga sekitar Rp 7,500/kg.
Tetapi limbah dari limbahnya, yaitu asap cair yang ditampung dari proses pembuatan batok arang kelapa, setelah dimurnikan seperti dalam foto, harganya sangat variatif dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah! Jadi limbah dari limbahnya ternyata justru paling mahal.
Itulah proses valorization dari limbah atau limbah dari limbah di sekitar kita, yang bila dilakukan akan membentuk ekonomi sirkuler yang berlipat nilainya dari satu sumber daya yang sama.
Mengapa asap cair kelapa ini berharga? Didalamnya terdapat antara lain senyawa phenols yang diciptakan Allah untuk melindungi sang jabang bayi kelapa (buah adalah calon jabang bayi tanaman), agar dia bisa survive dari segala macam penyakit yang ada di alam.
Kandungan phenols ini yang membuat asap cair menjadi bahan obat yang efektif untuk manusia dan tanaman. Juga ada senyawa ester dan ether yang membuat asap cair beraroma khas - seperti bakaran sate atau steak, maka asap cair juga bisa jadi penyedap makanan yang efektif. Makanan yang Anda rebus bisa serasa dibakar karenanya. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Apakah aman untuk dikonsumsi? FDA-nya Amerika menyatakan asap cair ini GRAS - Generally Recognized As Safe! Tetapi saya tidak sedang jualan asap cair dalam tulisan ini, saya jualan gagasannya - mbok iyao ada yang peduli terhadap kelapa kita ini - agar tidak dijual gelondongan berjuta-juta butir ke pasar ekspor.
Kita bisa olah bersama sampai produk-produk turunannya sehingga bisa meng-create value secara maksimal. Saya insyaAllah bisa share cara membuat asap cair ini sampai pemurniannya bioa ada yang tertarik membuatnya.