Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Toward the Cleanest the Cheapest

Bila sekarang energi bersih itu cenderung lebih mahal dari energi fosil yang kotor, bisa jadi itu karena kepentingan segelintir orang atau kelompok, bisa jadi pula karena kekurang-dalaman riset kita akibat biaya riset yang hanya sekitar 0.23% dari GDP.

Energi yang kita gunakan sekarang adalah fosil yaitu berupa hydrocarbon, hydrocarbon yang sama melimpah di sekitar kita berupa sskam dan limbah pertanian lainnya, limbah hutan dan bahkan limbah perkotaan.

Perhatikan grafik di bawah contohnya, hampir separuh dari kandungan sekam adalah hydrocarbon (atom H dan C), biomasa lain pada umumnya sedikit lebih tinggi dari ini. Kalau kita bisa mengambil separuh saja dari ini sebagai bahan bakar baru berupa Bio-Hydrocarbon, bukankah kita akan dapat bahan bakar yang sangat murah?



Di tingkat penggilingan padi harga sekam hanya Rp300/kg, katakanlah butuh pengangkutan dlsb. dengan biaya yang sama, maka hanya Rp600/kg. Dengan kandungan HC tersebut di atas, hanya butuh 4 kg sekam utk produksi 1 liter Bahan Bakar, artinya biaya bahan baku hanya Rp 2,400/liter. Bila ditambah biaya proses, logistik dan keuntungan bagi yang mengusahakannya menjadi total 4 kalinya sekalipun, harga bahan bakar bersih berbasis sekam ini hanya Rp 9,600/liter. Jauh lebih rendah dari BBM fosil yang konon harga keekonomiannya sekarang di angka Rp 16,000/liter.

Harga tersebut masih bisa ditekan lebih jauh lagi bila Bio-Hydrocarbon tersebut dikelola menjadi local fuel, yaitu diproduksi dan digunakan di daerah yang sama. Yang akan turun jauh adalah biaya distribusinya. Sebagai local fuel, BBB (Bahan Bakar Bio) ini target saya hanya berharga Rp 5,000/liter.

Bisa kita lihat sekarang, semakin kita tekan jejak carbon-nya, senakin bersih BBB ini dan semakin murah harganya.

Sudah ada dua teknologi yang kami paten-kan untuk proses dari biomasa sampai jadi BBB tersebut, tetapi mengapa bahan bakar yang super bersih dan murah ini belum juga available di masyarakat?

Dua kendalanya, pertama saya bukan Elon Musk yang bisa membiayai seluruh invention-nya sendiri, dan kedua saya belum cukup kuat untuk melobi para pengambil keputusan negeri ini agar inventions senacam ini bisa dieksekusi.

Maka bila Anda bisa membantu mengatasi dua kendala tersebut, barangkali inilah kesempatan terbaik Anda untuk bersama kami berbuat baik bagi bangsa ini. InsyaAllah.