Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Divine Fuels

Ketika Ibnu Katsir 7 abad silam berusaha menjelaskan kayu bakar yang menjadi mataa’al lil mukwin - kenikmatan bagi orang yang melakukan perjalanan, dia menjelaskan kayu yang dipakai untuk suluh dalam perjalanan di malam hari, atau kayu yang dibawa dipunggung unta/kuda untuk memasak ketika musafir beristirahat, dan itu benar sesuai jamannya. Kayu sebagai bahan bakar/energi yang disebut di Al-Qur’an (36:80 dan 56:71-73), selalu benar sesuai jamannya.

Di jaman kita saat ini, tentu interpretasinya berbeda. Kita tidak bisa ‘menikmati’ kayu yang kita taruh di mobil kita untuk suluh atau untuk memasak bekal di perjalanan, tetapi hakekat kayu atau bahasa umum kita sekarang biomasa/lignoselulosa sebagai energi tetap valid.



Bahkan unggahan ini adalah unggahan ulang dari yang beberapa tahun lalu saya unggah, karena saat ini teknologi kita sudah lebih matang - untuk meng-konversikan kayu bakar menjadi ‘kenikmatan orang yang melakukan perjalanan’ jaman now - yaitu menjadi bahan bakar cair yang langsung bisa digunakan untuk bahan bakar kendaraan kita.

Intinya ada dua teknologi yang kami gunakan. Pertama adalah Reaktor Gasifikasi yang sudah kami buat beberaoa tahun silam. Kayu/biomasa yang diproses melalui reaktor ini hasilnya tiga yaitu panas, bio-oil dan syngas.

Panasnya kini bisa digunakan di mesin kedua yang saya sebut Thremo Catalytic (TCat), dan bio-oil-nya menjadi bahan baku TCat untuk memproduksi Bio-Hydrocarbon, yaitu biofuel untuk menggantikan fossil fuels yang selain terus menyusut juga tidak sesuai lagi dengan target Net-Zero yang mengharuskan bahan bakar yang netral karbon.

Dua hal insyaAllah bisa kita capai dengan ini yaitu kita bisa menghijaukan bumi dengan tanaman apa saja, karena apa saja yang tumbuh selalu bermanfaat. Kedua ya mengatasi problem bahan bakar dengan menyediakan bahan bakar yang lebih baik. InsyaAllah