Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

BioHydrocarbon : The Smoothest Energy Transition

Tiga dasarwarsa ini telah disepakati oleh lebih dari 100 pemimpin dunia untuk menjadi era Energy Transition, yaitu perubahan dari penggunaan energi yang bertumpu pada fosil menuju energi yang sepenuhnya carbon neutral yang disebut Net-Zero 2050, kita malah menawarnya mrnjadi 2060.

Semua jenis energi dasar seperti matahari, angin, geothermal, hydrogen, pasang-surut, gelombang, dan biomasa perlu dikerahkan untuk pencapaian Net-Zero ini. Hanya saja semuanya butuh perubahan dan pekerjaan yang sangat besar dalam Infrastrultur konversi energinya maupun mesin-mesin yang hendak dijalankan dengan sumber energi tersebut. Maka masuk akallah kalau kita di Indonesia menawar hingga 2060.

Namun ada satu jenis energi yang sesungguhnya tidak memerlukan perubahan yang berarti di sisi konvenrsi energinya, dan sama sekali tidak memerlukan perubahan apapun di sisi mesin-mesin penggunanya. Itulah yang disebut BioHydrocarbon, BioHC ini bisa dirupakan sebagai pengganti bensin, diesel, avtur dan bahkan juga LPG.



Semua mesin yang selama ini menggunakan bahan bakar tersebut dapat langsung menggunskan BioHC atau juga dikenal sebagai Drop-in Biofuel ini 100% tanpa perubahan apapun pada mesinnya. Ini penting sekali karena ratusan juta mesin-mesin yang saya contohksn tersebut - yang ada di dunia saat ini - akan tetap exist di era Energy Transition ini.

Satu-satunya perubahan adalah di mesin konversi energinya. Bila selama ini di era Hydfocarbon bahan bakar diproduksi di kilang-kilang raksasa, di era BioHydrocarbon bahan bakar bisa diproduksi dalam skala mikro sekalipun tanpa betkurang quality dan efficiency-nya. Ini dimungkinkan karena era Energy Transition juga beririsan dengan Industry 4.0 dan bahkan juga 5.0, dimana proses industri juga sedang berubah ke arah distributed resources technology. Inilah yang sejalan dengan nature dari sumber biomasa (termasuk minyak nabati)yang memang sudah
selalu menyebar.

Karena sumbernya yang menyebar dan pengolahannya yang terdistribusi, BioHydrocarbon bisa menjadi wasilah (jalan) untuk mulai melakukan perubahan ke arah perbaikan iklim, yang bisa dilakukan oleh korporasi, komunitas dan masyarakat dimanapun mereka berada.

Memang belum tentu BioHC ini menjadi bahan bakar yang paling murah, tetapi karena ekonomi BioHydrocarbon adalah ekonomi masyarakat setempat, harga menjadi relatif karena daya beli masyarakat yang mdmbutuhkannya juga meningkat - karena mereka terlibat dalam proses produksi bahan bakar mereka sendiri. Dengan ini pula insyaAllah Energy Transition menjadi mulus meluncur bukan hanya dari sisi teknologi dan ekonomi, tetapi juga mulus dalam adopsinya oleh seluruh masyarakat yang terlibat.