Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Demystifying Sustainable Energy

Ada isyarat yang jelas bagaimana energi itu diproduksi oleh produsen primer (tanaman) di alam, bahkan ayat-ayatnya disusun berurutan oleh Penciptanya. Bila kita mampu memahami ini, kemudian mampu pula mengambil pelajaran darinya - maka sumber-sumber energi itu terjamin ketersediaannya hingga akhir zaman.

Pertama adalah sinar matahari yang sangat cerah, diikuti hujan yg mencurah, dan dari sanalah dihasilkan berbagai biji-bijian dan tanaman (QS 78:13-15).

Secara ilmiah kita tahu sinar matahari dibutuhkan untuk fotosintesis, bahan bakunya air dan CO2. Hasilnya oksigen untuk pernafasan kita dan glukosa - yaitu batu bata semua kehidupan. Glukosa yang mengalami polimerisasi menjadi pati dan selulosa, yang melalui jalur asam amino membentuk protein, dan yang melalui jalur asam-asam lainnya dia menjadi lemak atau minyak. Pati, selulosa, protein dan lemak inilah bentuk energi storage yang paling dasar, fleksibel dan universal. Yaitu energi yang bisa digunakan oleh tubuh kita, maupun energi untuk transportasi, penerangan dan perbagai kebutuhan energi masyarakat super modern ini.



Lantas apa yang bisa kita lakukan bila energi yang tersedia di alam tersebut tidak sesuai atau belum cukup untuk kebutuhan kita? Kita bisa memprosesnya berbasis apapun bahan yang ada, mengikuti pula contohnya yang sudah sangat lengkap ada pada produsen primer tersebut di atas.

Yang relatif mudah, gunakan saja yang sudah diproduksi oleh produsen primer - utamanya minyak atau lemak apapun. Dengan menggunkan panas matahari yang dikonsentrasikan hingga kisaran 400-an derajat Celsius, minyak atau lemak dengan katalis tertentu bisa kita ubah menjadi BioBensin , Green Diesel, BioJet maupun BioLPG.

Bagaimana kalau minyak atau lemak juga tidak ada? Tidak masalah juga, CO2 yang kita anggap sampah yang harus disingkirksn, maupun air laut yang melimpah bisa pula diproses dengan sumber energi yang sama - yaitu matahari, menjadi energi yang super bersih seperti BioDME dan bahkan juga BioHydrogen.

Intinya adalah bila saja kita mau berhijrah - meninggalkan ketergantungan pada energi fosil yang kotor dan tidak sustainable, menuju energi bersih yang sustainable, maka akan dibukakan olehNya alternatif-alternatif solusi yang banyak dan luas (QS 4:100), insyaAllah.