Penampakan Local Bio-Gasoline
Tergelitik dengan keluhan tukang ojek di Toikara - Papua kepada Presiden Joko Widodo dua bulan lalu, bahwa mereka harus membayar bensin yang Rp 100.000 per liter, team peneliti kami bekerja keras dua bulan ini dan insyaAllah membuahkan hasil.
Dalam foto kami sajikan hasil lab kami untuk bio-gasoline yang bisa diproduksi dimanapun. Bahannya juga bisa minyak nabati apapun yang tumbuh di daerah tersebut, bahkan bisa juga minyak jelantah bila orang-orang perkotaan nanti juga teriak bensin mahal gegara serangan Rusia ke Ukraina.
Dalam foto adalah yang kami buat dari minyak tamanu atau nyamplung. Bahkan selain menghasilkan bio-gasolihe, proses yang sama juga menghasilkan green-diesel , disebut demikian karena berbeda dengan biodiesel pada umumnya, green diesel persis sama dengan petroleum diesel - hanya bersifat full renewable dan nyaris tanpa sulfur.
Bahkan limbah dari proses inipun berupa BBM, yaitu yang kami sebut bio-mazut. Bisa untuk bahan bakar industri, boiler, kapal dlsb. Proses ini juga tidak membutuhkan bahan pendamping seperti methanol atau ethanol - yang biasa dipakai untuk pembuatan biodiesel, jadi full bisa dibuat di daerah atau pulau paling terpencil sekalipun di Indonesia.
Hanya saja proses pembuatan bio-gasoline, green diesel dan bio-mazut ini masih agak scientific, jadi baru dibuat di lab kami. Maka kami mengundang bengkel-bengkel canggih, khususnya yang familiar dengan bioprocess dan mekatronika - untuk membuatkan mesinnya atas rancangan proses dari kami.
Agar nantinya masyarakat awam-pun bisa memproduksi biofuel ini semudah mengoperasikan mesin penggilingan padi saja. Tertarik? Silahkan menghubungi kami