Energy Preparedness
Dalam pertemuan perubahan iklim pekan lalu, Ukraina yang masih sempat mengirimkan wakilnya menyampakan bahwa perubahan iklim dan perang di Ukraina itu mempunyai akar masalah yang sama - yaitu energi fosil.
Rusia dengan leluasa menyerang Ukraina katena mereka yakin bisa weaponize - menjadikan senjata - minyak dan gasnya yang merupakan no 3 dan 2 terbesar dunia. Rusia yakin penderitaan dunia barat tidak akan bisa lama bertahan dengan harga minyak yang meroket bila mereka terus memboikot Rusia.
Dan benar saja, harga minyak mentah dunia sudah naik sekitar 20% dalam tempo sepekan sejak serangan Rusia ke Ukraina. Negara yang tidak ikut-ikutan dalam konflik saudara tersebut-pun seperti Indonesia sudah ikut kena getahnya. Karena kita pengimpor minysk netto sdkitar 1 juta barel sehari, lonjakan harga minyak dunia tentu sangat menyakitkan bagi pengelolaan anggaran kita.
Karena tidak ada jaminan berapa lama konflik ini akan berlangsung, dan kalaupun bisa selesai dalam waktu dekat - tidak ada jaminan tidak akan berulang konflik sejenis di kemudian hari, maka krisis ini harus menjadi pelajaran yang sangat serius bagi kita.
Sebagaimana Rusia bisa menggunakan minyak dan gas fosilnya untuk ‘senjata’. Kita harus bisa pula menjadikan kesiapan energi kita sebagai salah satu ‘senjata’ untuk membangun daya tahan negeri ini di tengah geopolitik yang tidak menentu.
Bila selama ini kita bekerja keras menyiapkan energi alternatif ‘sekedar’ untuk memenuhi komitmen dalam mengerem perubahan iklim global, kni kita percepat kesiapan energi alternatif itu juga karena kita tidak ingin ikut tersandra oleh konflik nun jauh di Ukraina sana.
Riset-riset kami sudah sangat matang sebenarnya, bahkan mesin kunci untuk produksi local fuels sudah bisa dicoba siapa saja yang tertarik. Bahkan saat ini sedang kami sempurnakan untuk dapat menghasilkan tiga jenis BBM sekaligus yaitu green gasoline, green diesel dan biomazut.
Karena ketiganya dengan konsep local fuel bisa diproduksi dimanapun di wilayah Indonesia, dalam skala berapapun - maka insyaAllah energi untuk transportasi dan bahan bakar industri kita akan selalu siap - apapun yang terjadi di luar sana.