Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Waqf and Sirculer Economy

Ada dua trend besar yang saat ini berkembang di dunia ekonomi, bila kita bisa memadukan keduanya insyaAllah akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk ekonomi yang lebih adil dan merata dan berkelanjutan.

Yang pertama adalah kebangkitan wakaf, di dunia Islam saat ini wakaf masih seperti gajah yang tertidur, potensinya sangat besar tetapi perlu effort besar juga untuk membangunkannya. Sekarang gajah itu sudah menggeliat, perlu didiring agar dua benar-benar bangun dan siap berlari.

Yang kedua adalah kesadaran global, bahwa sumberdaya itu terbatas, akan sangat banyak yang tidak kebagian bila sumberdaya tersebut hanya digunakan untuk melayani satu kebutuhan. Setiap sumber daya yang ada harus bisa digunakan secsra berulang, sehingga manfaatnya maksimal dan semua pihak bisa kebagian jatahnya masing-masing. Maka hadirlah konsep ekonomi yang disebut Curculer Economy, yaitu ekonomi yang meniadakan limbah atau sampah karena limbah yang satu mrnjadi bahan baku untuk kegunaan berikutnya.



Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk mensinergikan keduanya? Saya ambilkan contoh kasus ketahanan energi yang menjadi sangat esensial bahi dunia yang terancam perang ini. Sumberdaya untuk energi terbarukan itu nelimpsh di kita, hanya belum termanfaatkan saja.

Ada 14 juta lahan kritis dan sangat kritis yanf menunggu untuk dimanfaatkan, tetapi siapa yang mau menanam di lahan-lahan tersebut? Siapa yang mau mendanainya? Di situlah peran Green Waqf, mengajak orang untuk menanam pohon di tempat-tempat yang bisa jafi tidak pernah dikunjunginya. Apa harapannya? Mereka hanya berharap janji Rasulullah SAW, bahwa mereka diberi pahala hingga akhir jaman.

Yang kedua adalah pemanfaatan minyak goreng yang tidak brrebut dengan kebutuhan energi dan sebaliknya. Keduanya bisa diprnuhi bersama dan masing-masing bahkan hanya perlu membayar 1/2 harga dari yang seharusnya. Caranya kebutuhan minyak untuk pangan didahulukan, sedangkan untuk energi cukup limbahnya.

Di antara sumber daya yang satu - wakaf dan yabg kedua - minyak jelantah juga bisa disinergikan lebih lanjut. Koleksi minyak jelantah yang menyebar dan bernilai kecil memiliki tantangan tersendiri. Sama dengan menanam pohon di kahan gersang tersebut, pasti tidak nenarik bila hanya dilakukan atas dasar motivasi ekonomi.

Akan lain ceritanya bila koleksi minysk jelantah tersebut diniatkan untuk berwakaf pada kemakmuran bumi ini. Tidak lagi nilai ekonomisnya yang dilihat, karena bisa jadi wakaf yang kecil ini yang benar-benar iklas hanya mengharap ridloNya semata , dan atas ridloNya tersebur masalah-masalah besar kita bisa teratasi. InsyaAllah.