Bahasa Api
Api atau energi adalah peradaban pertama, setelah manusia-manusia penghuni bumi awal menemukan cara membuatnya - dan sejak saat itu peradaban manusia tidak bisa lepas lagi darinya.
Hingga jaman super modern ini, manusia yang merdeka tetap harus menguasai api atau energi ini. Ini terbukti dari kejadian yang bisa kita saksikan live saat tulisan ini dibuat, betapa mamusia seluruh dunia mendua hatinya dalam menyikapi serangan Rusia ke Ukraina.
Dunia ingin menghukumnya dengan sangsi ekonomi seberat-beratnya ke Rusia, tetapi pada saat bersamaan dunia masih sangat butuh minyak dan gasnya, karena Rusialah salah satu pengekspor terbesarnya. Negeri perkasa seperti Jerman-pun harus tiba-tiba mengkaji ulang strategi energinya, nuklir dan batubara yang semula sudah direncanakan phase-out (ditinggalkan bertahap) kini dihidupkan lagi sejak serangan Rusia atas Ukraina tersebut di atas.
Maka jauh hari sebelum api atau energi itu mengendalikan keputusan politik kita, kita harus bisa mandiri dalam pemenuhan energi ini. Bila manusia prasejarah-pun bisa membuat apinya sendiri, masak sih secara bersama-sama kita tidak bisa membuatnya?
Foto terlampir adalah kreasi para pembelajar biofuel di lab kami. Setelah meteka berhasil membuatnya - diminta foto dengan latar belakang hitam, hasilnya semua bisa membuat api atau energi. Yang di foto ini adalah dari biodiesel minyak jelantah - dalam program CIRCO (Curcular Economy) Indonesia.