Energi Jaman Perang
Rusia dan Ukraina meskpun secara geografis jauh dari kita, dampak perang keduanya bisa jadi sangat dekat dengan kita. Pekan lalu harga minyak dunia sempat melambung di atas $ 100/ barrel.
Bila perang ini berkepanjangan apalagi meluas, maka dampak itu bisa menjadi sangat serius ke kita. Pasalnya Rusia adalah eksportir minyak nomor 3 terbesar di dunia, dan no 2 untuk eksportir gas. Sedangkan Indonesia adalah importir yang masif untuk kedua jenis energi ini.
Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk antisipasi bila yang terburuk terjadi? Yang bisa dilakukan antara lain mempercepat ikhtiar pencarian energi baru terbarukan (EBT), bukan lagi dengan target 2030 (SDGs) atau bahkan 2050 (Net-Zero), target kita adalah EBT itu tersedia secara significant esuk atau lusa - bila banyak yang cawe-cawe dalam perang Rusia-Ukraina, sehingga perang malah memburuk dan meluas.
Ada dua sumber yang saya lihat bisa segera siap, pertama adalah minyak jelantah. Ada sekitar 14 juta kiloliter per tahun minyak sawit yang digunakan menjadi minyak goreng domestik. Dengan edukasi kesehatan dan insentif ekonomi seperti yang saya unggah kemarin, maka akan ada minyak jelantah yang lumayan besar untuk sumber BBM kita.
Kedua adalah minyak tamanu, berdasarkan data KLHK - kita punya 480,000 ha tamanu di hutan-hutan kita. Ini setara sekitar 70 juta kiloliter minyak per tahun, lima kali lebih besar dati minyak goreng sawit domestik, karena 73% minyak sawit diekspor - karena kita juga butuh devisanya.
Dengan mesin yang sama baik jelantah maupun tamanu bisa dikonversikan menjadi drop-in biofuels - yaitu biofuels yang karakternya sama dengan BBM fosil tetapi sepenuhnya renewable. Tiga yang kami pilih yaitu diesel, bensin dan biomazut. Yang terakhir ini untuk bahan bakar industri, karena dalam situasi perang-pun industri kita harus tetap semaksimal mungkin jalan - kalau tidak dampak ekonominya akan jauh lebih parah.
Seberapa cepat kita bisa mewujudkan ketahanan energi seperti ini? Tentu tidak bisa bila kami sendirian, namun Anda yang sepaham dengan visi kami bisa ikut mewujudkannya. Berikut kesempatannya, silahkan menyampaikan minat Anda :
https://docs.google.com/.../1FAIpQLSdPKXIYqby.../viewform...