Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Era Energy Transition, Minyak Goreng 1/2 Harga?

Tiga dasawarsa kedepan dunia akan bekerja keras untuk apa yang disebut energy transition, yaitu perubahan dari ketergantungan pada energi fosil menuju energi yang carbon neutral.

Salah satu yang sudah banyak digunakan adalah biofuels, padahal 78% biofuels yang ada di dunia saat ini adalah berebut dengan bahan pangan seperti minyak sawit, kacang kedelai dan rapeseed. Saat ini saja minyak goreng dari sawit mulai sering ghaib, dan perajin tahu tempe sempat mogok produksi karena tingginya harga kedelai, apa jadinya bila energy transition itu masih mengandalkan bahan pangan seperti selama ini.

Maka dunia harus cerdas dalam energy transition ini, jangan sampai mengorbankan pangan, lahan pertanian dan hutan untuk pencapaian Net-Zero 2050. Di sisi lain, ini bisa menjadi peluang besar bagi yang bisa menyelesaikan teka-teki simalakama antara food or fuel ini.



Maka kami tawarkan peluang win-win untuk siapa saja yang mau terlibat dalam solusi pangan dan energi yang bukan berebut tetapi justru bisa saling mensubsidi ini. Pengguna minyak goreng hanya perlu membayar separuh harga, yang separuh lagi dibayar dengan minyak jelantahnya. Selain dapat subsidi separuh harga, masyarakat akan hidup lebih sehat karena tidak lagi nengulang-ulang penggunaan minyak gorengnya. Masyarakat akan dengan sendirinya terdorong segera menjual jelantahnya karena harganya baik - dinilai setara dengan separuh harga minyak goreng baru!

Lantas untuk apa minyak jelantah yang harga belinya sudah separuh dari minyak goreng baru ini? Inilah salah satu bahan baku biofuels yang tidak lagi berebut dengan pangan. Dengan alat sederhana yang sudah kami perkenalkan ssbelumnya, UMKM-pun bisa mengeksekusi ide ini dengan sedikit pelatihan dari kami. Hanya saja biodiesel harus diakui punya kelemahan, energy content-nya sekitar 13% lebih rendah dari diesel fosil, dan proses pembuatannya butuh bahan baku lain yaitu methanol atau ethanol.

Maka insyaAllah kami juga sudah siap nenyediakan solusi yang lebih canggih. Jelantah tidak lagi dibuat biodiesel, tetapi dibuat drop-in biofuels yang persis sama dengan BBM dari fosil seperti diesel, bensin maupun avtur. Bahkan bila diperlukan, dengan reaktor yang sama bisa juga dihasilkan LPG.

Proses produksi drop-in biofuels ini juga tidak lagi membutuhkan bahan baku pendamping seperti metanol atau etanol - jadi variabel cost-nya menjadi jauh lebih murah untuk per satuan unit energinya (MJ/kg). Tentu initial cost-nya lebih mahal, tetapi ini kan hanya sekali dalam 10 atau bahkan 20 tahun ke depan.

Karena kami fokus di solusi teknologi untuk sustainability-nya, Andakah yang kami cari untuk eksekusi bisnis yang berdampak pada perbaikan ekonomi dan lingkungan ini?