Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

in Search of Ideal Fuels

Satu hingga tiga dasawarsa kedepan akan menjadi dasawarsa perubahan besar di bidang bahan bakar. Dua penyebab utamanya adalah terus menipis bahkan habisnya cadangan minyak bumi di sejumlah negara termasuk kita, dan yang kedua meningkatnya kesadaran global untuk menekan emisi, perubahan iklim Global warming yang berujung pada target pencapaian SDGs 2030 dan kemudian Net-Zero 2050.

Lantas seperti apa bahan bakar yang ideal untuk tiga dasawarsa kedepan ini? Saya berusaha merangkumnya dalam lima kriteria berikut :



Pertama harus sustainable, yang ada dalam dua abad terakhir belum tentu ada dalam tiga dasawarsa ini. Maka bahan bakar fosil tidak memenuhi syarat pertana ini.

Kedua dia harus carbon netral, kehadirannya tudak boleh menambah ermisi karbon di bumi. Lagi-lagi BBM fosil tidak masuk kriteria yang kedua ini.

Ketiga tidak boleh berebut dengan kebutuhan pangan. Maka 78% biofuel yang ada di dunia saat ini yang mengandalkan sawit, kedelai dan rapeseed - tidak
memenuhi kriteria ketiga ini.

Keempat tidak boleh berebut dengan lahan pertanian maupun hutan, lagi-lagi mayoritas biofuels dunia juga tidak menenuhi kriteria keempat ini.

Terakhir kelima adalah compatibility-nya dengan infrastruktur yang ada di dunia saat ini. Mulai dari kendaraan/mesin yang membutuhkan bahan bakar tersebut, infrastruktur pengangkutannya naupun penyimpanannnya. Biodiesel - yaitu jenis biofuels yang paling banyak ada di dunia saat ini - tidak memenuhi kriteria terakhir ini.

Namun ada satu jenis biofuel baru yang bisa memenuhi kriteria ke lima yaitu yang disebut drop-in biofuels. Bila drop-in biofuels ini diproduksi dari hasil pertanian non-pangan, dan bisa ditanam di lahan gersang apalagi gurun - yang otomatis tidak berebut dengan lahan pertanian maupun hutan, maka dia menjadi bahan bakar ideal yang lolos semua kriteria tersebut di atas. Salah satu contohnya adalah yang saya sebut Nu Oil, biofuel dari minyak biji tamanu.