Demokratisasi Energi Negeri Bahari
Negeri bahari ini memiliki total wilayah 7.81 km2 termasuk wilayah ZEE, hanya sekitar 25% saja daratan dan selebihnya 75% lautan. Jadi amat sangat jelas bahwa potensi terbesar yang belum terolah maksimal itu adanya di laut.
Salah satu kendala utama dalam memakmurkan secara merata seluruh wilayah yang terdiri dari hampir 17,500 pulau tersebut adalah persepsi bahwa ‘laut memisahkan kita’. Butuh ongkos mahal untuk logistik antar pulau karena bahan bakar hanya datang dari pulau/kota besar yang berjarak tempuh 2-3 hari peejalanan laut.
Karenanya persepsi ini yang harus diubah, laut bukan lagi pemisah diantara kita, tetapi lautlah penghubung kita, penghubung yang paling efisien yang merangkai 17,500-an pulau tersebut menjadi satu kesatuan sumberdaya raksasa. Perjalanan laut tidak butuh jembatan, tidak naik gunung dan turun lembah, perjalanan yang sangat datar di jalan yang sangat mulus - yaitu air, jadi seharusnya menjadi perjalanan yang paling efisien bahan bakar.
Tetapi bahan bakarnya harus ada dahulu, harus bisa diproduksi di laut manapun - karena wilayah yg 75% lautan tersebut. Dan yang selalu ada di lautan sampai kiamat ya antara lain angin, matahari, pasang surut, gelombang dan air laut itu sendiri.
Lantas siapa yang bisa menggarap sumber daya raksasa tersebut? Terlalu besar untuk dimonopoli segelintir perusahaan/BUMN raksasa sekalipun. Harus terbuka bagi seluruh masyarakat untuk memiliki peluang yang sama dalam mengolah dan memasarkan hasil bahari tersebut, bukan hanya ikannya tetapi juga renewable energi yang bisa dipanennya.
Jadi visi kami begini, sebelum minyak bumi kita keburu habis akhir dasawarsa ini, rakyat harus sudah bisa mandiri energi dan bahkan ikut berkontribusi dalam menghasilkan surplus energi.
Ketika para nelayan melaut, pulangnya bukan hanya membawa ikan hasil tangkapannya, tetapi juga membawa kelebihan energi, hasil ‘tangkapan’ angin di laut yang sekaligus dipakai untuk memproses air laut menjadi hidrogen. Bagaimana dengan yang bukan pelaut? Ndak masalah juga, mereka sudah punya green diesel dari tamanu oil yang sudah kami sosialisasikan di bab terpisah. InsyaAllah.