Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Better Then Euro : Local Fuel

Ada kabar gembira bagi para pengguna mobil diesel , standar bahan bakar Anda akan setara Euro 4 April mendatang, atau setara Pertamina DEX. Meskipun ini 17 tahun di belakang Eropa, tetapi segala langkah menuju perbaikan lingkungan harus diapresiasi dan didukung.

Euro 4 antara lain mensyaratkan kandungan sulphur dalam diesel tidak lebih dari 50 ppm ( part per million). Dan cemaran sulphur ini memang harus terus ditekan - karena bukan hanya mentrigger sejumlah penyakit pada manusia, dia merusak tananam, ternak dan bahkan menurunkan populasi ikan di laut - karena hujan asam yang ditimbulkannya menurunkan PH air laut.



Tidak heran bila di Eropa sendiri kadar sulphur (SOx) tersebut terus ditekan, saat ini yang berlaku sudah Euro 5 dan Euro 6, bahkan sudah diwacanakan Euro 7. Diesel yang mereka gunakan sudah Ultra Low Sulphur Diesel (ULSD), dengan kandungan sulphur tidak lebih dari 10 ppm.

Tetapi believe it or not, masyarakat di daerah/pulau terpencil yang terpaksa harus membuat dieselnya sendiri - ternyata bisa membuat BBM diesel yang jauh lebih baik dari seluruh standar Euro tersebut, kandungan sulphur pada biodiesel mereka ini kurang dari 1 ppm! Kok bisa?

Bukan karena mesin local fuel yang kita buat canggih dan mahal, karena mesin ini hanya alat bantu, kalau tidak ada pun kita tetap bisa buat biodiesel dengan peralatan dapur - para pramuka-pun bisa kami ajari cara membuatnya, yang membuat ‘homemade’ biodiesel ini canggih adalah bahannya.

Dalam hal kesehatan lingkungan, bahan dari fosil tidak akan bisa menyaingi bahan dari tanaman sekarang. Minyak nabati yang kita gunakan sudah sangat rendah -nyaris nol kandungan sulphurnya. Jadi ketika ditanam dia membersihkan udara kotor (menyerap CO2), memproduksi udara bersih (O2), dan ketika dibakarpun dia anan - tidak meng-emisi sulphur.

Kelemahan biodiesel hanya satu, energy content-nya yang sedikit lebih rendah dari fossil diesel. Tetapi kelemahan ini bisa diatasi, yaitu dengan memproses minyak nabati langsung menjadi drop-in diesel, semua karakternya sama dengan fossil diesel hanya cemaran SOx-nya 90% lebih rendah dari fossil diesel terbaik sekalipun (ULSD). Jadi kita bisa melompati jauh kedepan Euro sebenarnya, dan tidak harus belasan tahun di belakangnya.