Food or Fuels?
Sumber protein lezat yang paling terjangkau itu terancam kenaikan harga bahan bakunya yang terus menerus, itulah tempe-tahu dan segala produk turunannya.
Setelah minyak sawit, minyak kedelai juga digunakan sebagai biodiesel nomor 2 terbesar di dunia. Jadi tempe dan tahu goreng kita head to head dengan bahan bakar, baik untuk bahan bakunya sendiri maupun minyak untuk menggorengnya.
Ditengah lonjakan kebutuhan biofuels dunia yang akan meningkat dua kali lipat kebutuhannya 10 tahun ini, Hingga kini 78%nya masih mengambil bahan pangan sebagai bahan baku untuk memproduksinya. Ini sangat tidak sehat, karena menjadi simalakama global yang tidak mudah dipecahkan. Dikejar pencapaian biofuels harga pangan melonjak, dikejar keterjangkauan dan ketersediaan pangan - target carbon neutral, Net-Zero dan ikhtiar pengurangan emisi terganggu.
Memang seluruh dunia juga sedang meng-ikhtiarkan biofuels generasi 2, 3 dan bahkan 4 - yang intinya agar tidak berebut dengan bahan pangan atau resorces lain yang dibutuhkan untuk produksi pangan. Namun ikhtiar mahal berpuluh tahun tersebut hingga kini belum menunjukkan hasil yang meaningful. Angkanya secara global madih dibawah 5%, di kelompok lain-lain (others) pada grafik di bawah.
Dalam situasi dilematis simalakama inilah menanam pohon tamanu secara kolosal bisa menjadi solusi. Bukan hanya tidak berebut dengan bahan pangan, dia juga tidak mengusik lahan pertanian ataupun hutan. Dia bisa ditanam di tanah-tanah gersang yang selama ini nyaris tidak bisa ditanami.
Produksi biofuel dari tamanu juga mudah, tidak harus menggunakan mesin canggih - para mahasiswa yang skripsinya terkait dengan produksi biodiesel dari tamanu ini di tempat kami - cukup menggunakan peralatan dapur plus sejumlah alat-alat lab saja sudah bisa memproduksi biofuelnya dengan sangat baik.
Maka tamanu ini bisa menjadi solusi local maupun global untuk memecahkan persoalan Food or Fuels tersebut di atas. Di Indonesia jelas tidak ada masalah untuk budidaya sampai produksinya menjadi biofuels, timggal ada kemauan politik atau tidak. Di luar itu sepengetahuan saya saja, setidaknya ada 4 negara yang sedang mengkajinya untuk solusi bahan bakarnya, bahkan dua diantaranya negeri sub-tropis - karena tamanu juga bisa hidup malah menjadi evergreen tree di sana. Jadi pilih mana Food or Fuels? kita tidak harus memilih karena keduanya disediakan secara cukup olehNya.