Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Peluang Di Dekade Biofuels



Saat ini nilai pasar biofuels dunia berada di kisaran USD 110 Milyar, dan akan meningkat menjadi hampir dua kalinya dalam 10 tahun kedepan. Apa yang menjadi penggerak pertumbuhannya dan dimana peluangnya bagi Anda? Berikut penjelasan ringkasnya.

Pertama adalah penerapan global sulphur cap bagi marine fuels oleh International Maritime Organization (IMO). Ini akan meningkatkan kebutuhan biofuels dunia - karena biofuels-lah bahan bakar yang rendah atau bahkan tanpa sulphur itu.



Kedua, langkah IMO tersebut kemudian diikuti dunia penerbangan yang menerapkan carbon neutral growth. Hanya biofuels-lah yang benar-benar carbon neutral.

Ketiga, EU Renewable Energy Directive yang mengarahkan anggotanya untuk menurunkan biofuel dari minyak sawit secara bertahap dan berhenti total tahun 2030. Ini akan menjadi peluang bagi biofuels lain selain sawit.

Keempat, cadangan minyak bumi yang semakin menipis di sejumlah negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Ini mendorong perburuam bahan bakar lain selain fosil, dan biofuels adalah primadonanya - karena teknologinya matang dan nilai keekonomisannya mudah dicapai.

Kelima adalah target pencapaian SDGs dan NDC (Nationally Determined Contribution) dari negara-negara penanda tangan Paris Agreement. Negara-negara akan berusaha maksimal menekan emisi, lagj-lagi yang doable antara lain mengganti fosil fuels dengan biofuels.

Kita berpeluang besar untuk mengambil porsi pertumbuhan tersebut meskipun biofuels dari sawit akan dihentikan penggunaannya di Efopa, kok bisa?

Lebih dari 75 % biofuels dunia sejauh ini masih berebut dengan pangan seperti sawit, kedelai, rapeseed dlsb. Selebihnya berebut dengan lahan pertanian seperti napier grass atau berebut dengan lahan hutan seperti akasia, kaliandra dlsb.

Sedangkan yang kita tawarkan adalah biofuels dari bahan yang tidak berebut dengan pangan karena dia memang non-edible. Tidak pula berebut dengan lahan pertanian maupun hutan, karena dia bisa hidup di lahan-lahan kritis yang selama ini memang belum dimanfaatkan. Indahnya lagi peluang ini sama bagi korporasi, institusi, UMKM, bahkan juga pribadi-pribadi yang hanya bisa menanam satu pohon-pun di pekarangannya yang semula gersang. Pohon ini adalah tamanu yang menghasilkan minyak generasi baru Nu Oil - dibacanya New Oil!