Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Mastering the 3rd Skills : Energy


Ketika Indonesia dan negara-negara OPEC penen petrodollar 1973-1975, Amerika mengalami stagflasi - kombinasi antara inflasi tinggi dan konstraksi ekonomi, krisis ekonomi yang luar biasa, yang menyebabkan pengangguran yang masif.

Tetapi Amerika mampu belajar dari pengalaman pahit tersebut, maka kemudian terucap oleh Menlu mereka saat itu - Henry Kissinger : “Kuasai supply pangan - maka Anda menguasai rakyat di dunia, kuasai energi - maka Anda menguasai negara-negara di dunia...”



Strategi tersebut rupanya ditindak lanjuti mereka dengan terstruktur, sistematis dan masif. Sejak saat itulah ada lonjakan impor gandum dan kedelai kita dari mereka, dan perlahan tapi pasti kita juga kehilangan kontrol terhadap energI kita - dan bersamaan dengan itu negara-negara OPEC termasuk kita -yang sekarang tidak lagi menjadi anggota OPEC, sulit sekali lepas dari pengaruh mereka dalam seluruh aspek kehidupannya.

Hanya ada dua negara di dunia yang relatif berhasil keluar dari kendali Amerika, satu-satunya persamaan dari dua negara itu adalah karena minyaknya. Pertama adalah Venezuela, karena dia negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, yaitu nyaris 300 milyar barrel. Kedua adalah Afganistan yang menjadi misteri bagi perminyakan dunia, tidak ada catatan impor maupun ekspor minyak negeri itu dalam 40 tahun terakhir - padahal mereka butuh sekitar 35,000 barrel per hari!

Bagaimana dengan kita? Impor minyak kita saat ini nyaris sejuta barrel per hari, otomatis kita sangat ‘tergantung’ pada dunia luar dalam memenuhi kebutuhan minysk kita - dan ini betimbas kemana-mana termasuk dalam independensi politik kita, sebagaimana yang telah disesumbarkan Henry Kissinger tersebut di atas.

Terapi sesungguhnya kita juga berpeluang besar untuk mandiri energi termasuk dalam pemenuhan kebutuhan minyak ini. Kita punya 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis, bila ini saja kita tanami dengan tanaman yang sesuai, yaitu tanaman yang bisa hidup di lahan gersang dan menghasilkan minyak yang banyak - maka problem solved, dan alhamdulillah tanaman ini bener-bener ada yaitu tamanu atau nyamplung.

Maka dengan tamamu atau nyamplung inilah insyaAllah kita bisa berdaulat energi, yang menjadi salah satu soko guru untuk kedsulatan menyeluruh negeri ini. InsyaAllah.