Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613
Bila Minyak Tidak Lagi Ada
 
 
Hari-hari ini minyak goreng seperti hilang ditelan bumi, tiba-tiba tidak ada di rak-rak retail modern. Tetapi ini diharapkan hanya sementara - dampak dari pemgendalian harga oleh pemerintah.
Yang lebih serius sebenarnya potensi hilangnya BBM dari minyak bumi di negeri ini. Grafik di bawah sangat clear menjelaskan ancaman masalah ini. Seperempat abad terakhir produksi minyak bumi kita turus turun, sementara kebutuhan terus nsik. Gap antara kebutuhan dan produksi itu saat ini sudah mendekati 1 juta barrel per hari.
Lantas apa solusinya? Meningkatkan produksi? Proven reserve kita hanya sekitar 3.7 milyar barrel, dengan tingkat konsumsi kita di kisaran 1.6 juta barrel per hari, cadangan tersebut akan habis dalam 6 tahun saja. Terus impor minyak seperti selama ini? Belum tentu ada jaminan supply karena sejumlah negara lain juga membutuhkannya. Kalau toh ada supply, impor ini akan terus menguras devisa dan membuat negara kita semakin tergantung pada negara lain.
Konversi minyak sawit ke BBM? Sebagiannya bisa, tetapi juga tidak akan cukup. Produksi minyak sawit di kisaran 42 juta ton per tahun, hanya cukup untuk setengah tahun kebutuhan BBM - kalau toh semua diarahkan ke sini, dan ini juga tidak mungkin dilakukan karena akan menimbulkan krisis minyak goreng tersebut diatas menjadi permanen.
Merubah ke kendaraan listrik? Sebagian kecil bisa, terutama untuk transportasi ringan. Transportasi berat, pesawat, kapal dan genset untuk melayani listrik pulau-pulau kecil tetap akan butuh BBM. Lantas apa opsi selanjutnya ?
Opsinya ada di mindset ‘Dan’ bukan ‘Atau’, semua solusi tersebut ditempuh sebagiannya, dan ditambah perbagai solusi lain yang memungkinkan. Dari kami misalnya akan menambahkan Nu Oil (dibaca New Oil), yaitu minyak nabati yang tidak berebut dengan pangan dan tidak juga berebut dengan lahan pertanian dan hutan.
Pohon tamanu atau nyamplung yang kami gunakan untuk produksi Nu Oil ini bisa ditanam di 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis yang ada di negeri ini. Jadi selain produksi minyak jenis baru, juga akan memperbaiki alam, mencegah banjir, longsor dan kekeringan - dan sekaligus mendukung Net-Zero target 2050. InsyaAllah