When Science Meet Guidance in Healing
Ada sejumlah penyakit yang tidak tersembuhkan meskipun seluruh ahli di dunia telah bekerja keras untuk mencari penyembuhannya. Mengapa demikian? Saya hanya berusaha memahami fenomena ini dan kemudian mencoba memberi solusi, saya share di sini barangkali bermanfaat.
Seperti burung yang butuh dua sayap untuk bisa terbang, demikianlah penyembuhan - butuh petunjukNya, dan pengamalan ayat-ayatNya termasuk yang kauniyah - yang melahirkan science. Selama ini solusi itu cederung pincang, yang menggunakan science melupakan guidance, yang yakin dengan petunjukNya mengabaikan ilmu pengetahuan - science - yang datang juga karena rahmatNya,
Saya menemukan setidaknya 7 ayat yang terkait penyembuhan ini, 5 terkait kandungan Al-Qur’an itu sendiri yang terdiri dati aqidah, ibadah dan jalan hidup. Itulah sebabnya bagi sebagian orang membaca Al-Fatihah-pun sudah bisa menyembuhkan, karena Al-Fatihah sudah mengandung tiga hal tersebut.
Dua ayat lain berurutan dan sangat detil, terkait lebah dan madu (QS 16:68-69), yang keduanya menginspirasi ilmu pengetahuan ( science ) yang luar biasa terkait ikhtiar penyembuhan ini.
Awalnya kita diinspirasi untuk menjaga existensi lebah di gunung dan di pohon, gunung jangan gundul, pohon jangan mandul, bahkan kita juga diinspirasi untuk beternak lebah secara langsung. Dari pohon-pohon yang tidak mandul inilah akan keluar bunga/bakal buah yang beraneka ragam jenisnya, inilah makanan lebah untuk menghasilkan madu yang berwarna-warni. Hanya madu yang melalui proses dan memenuhi karakter inillah yang menjadi obat bagi seluruh manusia.
Nah bila madu kitapun tidak bisa lgi menjadi obat, jangan salahkan ayatnya, tetapi ya karena bisa jadi madu kita tidak melalui proses dan tidak memenuhi syarat-syaratnya tersebut di atas.
Tetapi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tetap memberi kita obat, dengan atau tanpa madu sekalipun. Bagaimana caranya? Itulah inspirasi berikutnya dari ayat 16: 69, kita diberitahu dari mana lebah memperoleh bahan baku madu, yaitu dari aneka buah-buahan.
Dengan science yang juga dariNya, kita bisa tahu exactly apa yang diambil lebah dari aneka buah-buahan tersebut, bila kita melakukan yang sama - maka kitapun bisa memproduksi obat bagi seluruh manusia. Bahkan bisa lebih baik dari karya lebah, kok bisa?
Lebah diberi wahyu (16:68) dan mereka jalankan exactly wahyu tersebut - maka mereka bisa memproduksi obat bagi manusia, kita juga diberi wahyu melalui Al-Qur’an (Hudaaya) dan diberi akal untuk berfikir - yang tidak dimiliki lebah, maka hasilnya bila dieksekusi keduanya bi a’yunina wa wahyina (dengan pengawasanKu dan wahyuKu) - insyaAllah bisa lebih baik dari karya para lebah tersebut. InsyaAllah.