Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

olusi Bagi 1.5 Milyar Orang

Satu dari setiap 5 orang di dunia saat ini memiliki masalah terkait dengan makanan/minumannya. Sekitar 800 juta orang overweight sampai obesitas, 500 juta diabetis dan sekitar 200 juta kekurangan nutrisi mikro seperti vitamin, mineral dan fitonutrisi. Apa penyebabnya?

Pangan yang lebih berat ke energi kerimbang nutrisi adalah penyebab utamanya. Di Indonesia misalnya kita mengenal sembako atau 9 bahan pokok yang terdiri dari 1) beras, 2) gula pasir, 3) minyak goreng, 4) daging sapi/ayam, 5) telur, 6) susu, 7) bawang merah/putih, 8) LPG/Minyak tanah dan 9) garam beryodium.



Keberadaan daftar ini disadari atau tidak telah mengarahkan bahwa seolah 9 item inilah yang penting - yang lain kurang atau tidak penting. Padahal obesitas justru disebabkan oleh item 1-6, diabetes umumnya oleh item 1 dan 2, sedangkan kekurangan nutrisi mikro adalah karena ada bahan pangan lain yang begitu penting tetapi tidak ada di daftar sembako tersebut sehingga tidak menjadi fokus, yaitu buah-buahan dan sayuran.

Lantas apa yang seharusnya menjadi makanan kita sehingga masalah-masalah tersebut di atas tidak terjadi? Ada panduan yang berlaku sepanjang jaman, kita tidak akan tersesat bila mengikutinya - termasuk dalam urusan makanan ini. Di Al-Qur’an ada lebih dari 60 ayat yang terkait makanan ini, namun saya ambilkan yang direnceng dalam satu surat saja, yaitu ‘Abasa ayat 27-32. Rincian makanan kita yang saya sebut Diet ‘Abasa ini dapat dilihat di grafik di bawah.

Perhatikan komposisinya, dari 8 item makanan yang disebut di rangkaian ayat-ayat tersebut, 4 diantaranya (50%) terkait buah, 2 terkait sayur dan rempah (25%), 1 terkait biji-bijian (12.5%) dan 1 lagi terkait produk ternak (12.5%). Jadi inilah isyarat komposisi ideal makanan kita.

Perhatikan unsur buah yg disebut hingga 4 kali (50%} apa dampaknya kalau makanan kita berat ke buah? Unsur energj didapat tanpa berlebihan, unsur nutrisi hingga yang mikro sekalipun juga lengkap. Sedikit kekurangan energi tinggal ditambah sedikit biji-bijian, dan kekurangan protein ditambah produk ternak. Keduanya tetap dibutuhkan tetapi bukan yang menjadi fokus utama - tidak harus sampai sebegitunya impor gandum dan daging secara masif - karena toh butuhnya sedikit saja.

Kelebihan buah adalah kita semua mudah menanamnya, di lahan sempit sekalipun. Produksinya yang bersifat musiman-pun dapat diatasi dengan teknologi - agar seluruh energj, nutrisi dan aromanya bisa tersimpan lama.

Bahkan salah satu item dari 9 bahan pokok tersebut diatas yang sering dituding jadi biang kerok obesitas dan diabetis yaitu gula yang menjadi primadona-nya pemanis atau SWEETENER - saat ini dengan teknologi kami sudah bisa sepenuhnya digantikan dengan apa yang kami sebut FRUITENER - pemanis alami yang bukan gula, tetapi dari buah segar. Selain mengatasi obesitas dan diabetis, sekaligus juga mencegah kekurangan nutrisi mikro seperti vitamin, mineral dan fitonutrisi. Sekali mengayuh dayung, tiga pulau terlewati - insyaAllah.