Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Mandiri Ekonomi Pulau Mini

Di Indonesia kita memiliki sekitar 17,500 pulau. Umumnya hanya belasan yang kita kenal, yaitu yang besar-besar atau punya potensi khusus seperti hasil tambang dan obyek wisata. Inipun tidak sampai ribuan jumlahnya.

Lantas apa yang terjadi dengan belasan ribu pulau kecil lainnya? Inilah sebenarnya tantangan pembangunan sejak Indonesia merdeka 77 tahun silam, bagaimana bisa menghadirkan kemakmuran yang merata hingga seluruh pelosok negeri - termasuk pulau-pulau terpencil, terjauh dan terdepan.



Salah satu tantangan di pulau kecil adalah pengadaan energi, baik untuk listrik maupun BBM. Umumnya diangkut sangat jauh dari pulau besar terdekat. Akibatnya bila toh pulau tersebut memiliki hasil bumi maupun hasil lautnya - biaya angkut ke pasar terdekatnya masih sangat mahal. Walhasil pulau-pulau kecil ini sulit bersaing dalam bidang ekonomi.

Maka solusi yang saya tawarkan ini bisa dicoba oleh masyarakat atau pemerintah daerah yang di wilayahnya memiliki pulau-pulau kecil.

Pohon tamanu umumnya tumbuh sangat baik di pulau-pulau yang sangat kecil sekalipun. Pohon tamanu ini adalah salah satu bahan industri masa depan karena dunia sudah ancang-ancang meninggalkan fosil baik untuk energi maupun bahan baku industri lainnya.

Potensi tamanu selain energi adalah untuk industri wellness seperti antiaging, skin care, hair care dan sejenisnya, maupun untuk industri yang bernilai lebih tinggi lagi yaitu industri phytopharmaceuticals - industri farmasi yang berbasis tanaman.

Sejumlah riset telah dilakukan yang menunjukkan potensi tamanu untuk obat cancer, jantung, HIV, migrain, pendarahan, penyembuh luka, reprodukdi sel, produksi collagen dan terus bertanbah daftar panjang obat yg bisa diproduksi dari tamanu ini.

Jadi bagaimana pulau kecil bisa mandiri ekonomi dengan tamanu ini? Biomasa dari cangkang tamanu untuk listrik, minyak hot-pressed untuk BBM setempat (local fuel), sedangkan minyak cold-pressed dan produk phytopharmaceuticals-nya menjadi ‘export’ andalan ke luar pulau. Produk-produk ini bernilai tinggi, jadi feasible bila toh harus diangkut dengan biaya transportasi yang mahal sekalipun.