Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Tamanu Economy : Peluang Bagi Bumi Yang Gersang

Kita di Indonesia memilki sekitar 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis, disebut demikian karena selama ini lahan-lahan tersebut nyaris tidak dimanfaatkan, bahkan menjadi sumber kekeringan di musim kemarau, penyebab banjir dan longsor di musim hujan.



Tetapi lahan-lahan seperti ini insyaAllah akan segera menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang kami sebut Tamanu Economy, karena Tamanu-lah yang dengan mudah bisa tumbuh baik di lahan-lahan gersang tersebut. Pohon Tamanu juga bernilai tinggi bila bisa kita bangun industri hulu-hilirnya.

Minyak Tamanu kandungan utamanya hydrocarbon rantai panjang C16-C18, yang dengan mudah bisa menjadi bahan baku beebagai industri. Minyak cold-pressed-nya mengandung betbagai khasiat, ideal untuk perbagai produk kecantikan dan perawatan. Bahkan produk Anti Aging yang kami buat dari minyak Tamanu ini sudah terdaftar di BPOM, Anda yang tertarik bergabung sudah bisa kami beri product briefing-nya.

Senyawa bioaktif khusus yang hanya ada di minyak Tamanu sepeti Calophyllolide dan Calophyllic Acid bisa diekstrak untuk bahan baku green pharmacy yang bernilai sangat tinggi. Setelah diambil zat-zat yang berharganya, sisa minyak Tamanu bisa diolah menjadi segala jenis bahan bakar yang kita butuhkan seperi diesel, gasoline, jet fuel dan bahkan juga LPG.

Limbah dari produksi bahan bakar inipun masih bermilai tinggi pula untuk pakan ternak karena proteinnya yang tinggi, bisa menggantikan sumber protein seperti fishmeal, bonemeal dlsb. yang selama ini kita impor.

Seiring kebutuhan untuk bahan baku produk-produk tersebut yang akan terus tumbuh, semakin bsnyak pohon Tamanu yang perlu ditanam di lahan-lahan gersang, dampaknya akan ada gerakan penghijauan dan penyelamatan lingkungan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Di era Net-Zero yang hanya merecognize tanaman yang ditamam di daerah yang semula gersang, yang diakui sebagai carbon removal, maka Carbon Credit yang nilainya akan terus melonjak akan menjadi sumber ekonomi baru berikutnya lagi bagi daerah-daerah yang hingga kini masih gersang.