Tidak Takut, Tidak Sedih, Tidak Tersesat dan Tidak Celaka
Sesaat setelah dikeluarkan dari surga, Allah berpesan kepada Adam ‘... ketika datang dariKu petunjuk, barang siapa mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan takut dan tidak bersedih” (2:38). Di ayat lain narasinya sedikit berbeda “...tidak akan tersesat dan tidak akan celaka” (20:123).
Empat hal tersebut yaitu takut, sedih, tersesat dan celaka adalah hal-hal yang tidak ada di surga, tetapi sangat common silih berganti menghampiri manusia di dunia. Siapapun dia, kaya -miskin, pejabat ataupun rakyat senantiasa dalam empat situasi tersebut pada perbagai tingkatannya masing - masing.
Yang miskin takut tidak bisa makan, yang kaya takut hartanya berkurang. Rakyat takut didholimi pejabat, sang pejabat takut tidak disenangi dan diturunkan oleh rakyat.
Tetapi Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, dari waktu ke waktu selalu menurunkan ‘teman’ bagi manusia yang bernama Hudaaya (Petunjuk-Ku), bila kita mengenal ‘teman’ kita ini dengan sangat baik, memahaminya dan mengikutinya, maka berlakulah jaminan Allah tersebut di atas, tidak takut, tidak sedih, tidak tersesat dan tidak celaka.
Lantas bagaimana kita bisa mengenal ‘teman’ kita ini bila seumur-umur kita tidak berusaha keras mengenalnya? Bahasanya-pun tidak kita pahami karena tidak ada di mata pelajaran utama di seluruh jenjang pendidikan yang kita tempuh?
Tidak masalah juga selagi kita ada niat dan berikhtiar untuk bisa bersahabat dengan ‘teman’ yang diperkenalkan sendiri oleh Allah tersebut.
InsyaAllah quantum learning program untuk Mastering Al-Qur’an & Al-Hadits lengkap dengan penguasaan bahasanya akan available off-line dan on-line. Preview off-line-nya kita akan perkenalkan pada malam Mabit Peradaban 31/12/2021 di Masjid Darussalam, Griya Tugu Asri , Depok. Pendaftaran peserta dapat diakses melalui formulir berikut : https://forms.gle/fRghJ57pb3CshEHw7