Local Fuel : Visi, Bukan Mimpi
Energy Security, khususnya ketersediaan dan keterjangkauannya di seluruh pelosok wilayah negeri dengan 17.500-an pulau ini, sungguh menjadi tantangan tersendiri bagi stakeholders energy di Indonesia. Berapa-pun harga minyak dunia, biaya pengadaan energy tetap sangat tinggi khususnya untuk daerah-daerah terpencil - karena biaya distribusinya yang sangat mahal.
Maka solusi local fuel - bahan bakar yang diproduksi dan digunakan di daerah yang sama - menurut hemat saya adalah suatu keniscayaan untuk negeri ini. Semua ilmu pengetahuan dan teknologinya siap, yang diperlukan kemudian adalah tinggal kemauan politik untuk mewujudkannya.
Salah satu proses yang memungkinkan hadirnya BBM lokal hingga daerah/pulau paling terpencil sekalipun ini - saya uraikan pada gambar di bawah ini.
Saya pilih proses ini karena bahan bakunya bisa minyak nabati apa saja yang bisa ditanam di daerah yang bersangkutan. Kemudian untuk memecah trigliserida-nya (minyak nabati) menjadi asam-asam lemak saya gunakan supercritical H2O sehingga tidak butuh katalis asam yang harus didatangkan dari luar daerah, pada suhu dan tekanan supercriticalnya - air menjadi katalis dan reactant sekaligus.
Kemudian untuk melepas CO2 dari asam-asam lemak menjadi berbagai ukuran C hydrocarbon - saya gunakan decarboxylation catalytic cracking - menggunakan katalis karbon aktif yang juga bisa diproduksi setempat. Dengan katalis ini pula, kebutuhan hydrogen untuk proses hydrogenation sekaligus dihasilkan secara in-situ oleh proses ini sendiri.
Hasil reaktor kedua akan berupa hydrocarbon dengan berbagai ukuran, yang bisa dipisah-pisahkan dengan fractional distillation. Jadi apapun kebutuhan bahan bakar daerah Anda, bisa diproduksi dengan cara ini.
Korporasi , institusi dan para profesional pada bidangnya yang tertarik, bisa menghubungi kami untuk mewujudkan visi yang bukan mimpi ini. InsyaAllah.