COP26 for The Rest of Us
Dua hari ini lebih dari 100 pemimpin dunia berkumpul di sebuah kota kecil di Inggris yang hanya berpenduduk 630-an ribu jiwa - kurang dari separuh penduduk Kita Depok, untuk apa?
Inilah intisari yang mereka ingin sepakati, saya sederhanakan supaya mudah kita pahami - dan antisipasi apa peluangnya untuk kita-kita.
Pertama adalah untuk menyepakati target net-zero pada pertengahan abad ini, agar suhu bumi tidak naik melebihi 1.5 C dari era praindustri. Untuk mencapai target ini dunia harus mempercepat pengurangan penggunaan batu bara, menghentikan penebangan hutan, beralih ke kendaraan listrik dan mendorong investasi di renewables.
Sasaran kedua adalah melindungi masyarakat dan habitat alam. Untuk ini perlu penjagaan dan pemulihan ecosystem, dan membangun pertahanan, peringatan dini dan ketahanan agar tidak ada kerusakan harta benda dan korban jiwa sebagai dampak dari resiko-resiko yang terkait dengan perubahan iklim.
Sasaran ketiga, negara-negara maju harus memenuhi janjinya untuk pembiayaan yang terkait dengan perubahan iklim yang seharusnya sudah mencapai $ 100 milyar per tahun sejak 2020 lalu.
Sasaran keempat, harus ada kerjasama seluruh negara dan seluruh pihak agar sasaran-sasaran tersebut di atas tercapai.
Lantas apa peluangnya bagi kita-kita? Semua usaha yang terkait renewables, perbaikan lingkungan, pencegahan kerusakan alam dlsb. seharusnya menjadi the next growth area dan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak yang berkepentingan.
Dari empat sasaran COP26 tersebut sekarang bisa menjadi jelas betapa relevannya apa yang dilakukan teman-teman di Green Waqf dan New Energy Asia, yang bekerja siang malam untuk bisa menanam pohon di lahan-lahan kritis di Indonesia, kemudian hasil buah dari pohon tersebut diolah menjadi bahan bakar baru dan terbarukan, disamping juga untuk menggantikan bahan-bahan fosil yang kini digunakan untuk berbagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, perawatan dan industri wellness pada umumnya.