Inspirasinya datang dari Sang Pencipta ketika Dia memberi tahu kita ada minuman yang bersih dan mudah dicerna yang keluar dari perut ternak, diantara kotoran dan darah, yaitu susu (QS 16:66).
Ketika inspirasi ini diaplikasikan ke konteks energi, maka hasilnya kurang lebih seperti pada gambar ilustrasi di bawah. Mesin produksi hydrogen dengan bahan baku sampah dan limbah, sekitar 80% reaktornya sudah pernah kami buat. InsyaAllah tidak sulit menyelesaikan selebihnya yang 20%.
Cara kerjanya sampah atau limbah organik dipanaskan di kisaran 370 C, maka dia jadi arang. Arangnya digunakan untuk feedstock reaktor gasifikasi, pada puncak suhu di kisaran 1.100 C hasil puncaknya adalah syngas.
Limbah panas dari proses ini dipakai lagi untuk meng-arangkan limbah atau sampah organik berikutnya. Sehingga hanya untuk proses pertama saja system ini memerlukan input arang. Pada proses berikutnnya satu-satunya input hanya sampah atau limbah organik tersebut.
Syngas keluaran dari reaktor pertama bisa langsung digunakan untuk power generation atau bahan baku industri.
Namun yang sangat menarik adalah menjadikan syngas ini sebagai feedstock untuk produksi Bio-Hydrogen, yaitu energi yang super bersih karena limbah pembakarannya berupa air.
Untuk ini perlu reaktor membran untuk memisahkan Bio-Hydrogen dari CO, CO2 dan CH4 - yaitu gas-gas yang ada bersama hydrogen dalam syngas.
Karena reaktor yang pernah kami buat tersebut ukuran kecil, maka sangat mungkin ke depannya energi super bersih ini bisa dihasilkan sendiri oleh rumah tangga - sekaligus menjadi solusi penanganan sampah atau limbah organik yang hingga kini masih menjadi liability yang luar biasa besarnya.