Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Hari-hari ini dua negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, China dan India, sedang mengalami krisis yang sama - krisis energi. Listrik menjadi byar-pet dan sejumlah kegiatan industri mulai terganggu.


Penyebabnya-pun sama yaitu supply batu bara yang tidak memadai, harga produksi listrik melonjak tajam dan supply listrik menurun di tengah negara-negara raksasa tersebut hendak bangkit dari pandemi Covid-19.
Krisis energi di China dan India tersebut sebenarnya harus menjadi sinyal yang diwaspadai negara-negara lain, sangat bisa jadi krisis tersebut menular seperti menularnya virus Corona.
Tahun-tahun mendatang produksi energi fosil seperti batu bara akan cenderung tertekan, meskipun kita punya cadangan cukup bukan berarti leluasa untuk berproduksi sebanyak kebutuhan.
Ikhtiar dunia untuk menekan emisi akan semakin memaksa dan semakin efektif. Bila dua raksasa reasuransi dunia Munich Re dan Swiss Re saja bersepakat untuk tidak menyediakan proteksi reasuransi terhadap obyek resiko terkait fosil, maka perusahaan asuransi di seluruh dunia akan ikut tidak bisa menjamin objek resiko terkait fosil. Karena tidak ada asuransi, bank juga tidak bisa memberikan pembiayaan. Next-nya seperti China dan India tersebut, energi listrik menjadi tidak cukup untuk menopang kegiatan industri dan ekonomi.
Intinya negara-negara lain di dunia harus bisa membaca sinyal yang loud and clear dari China dan India tersebut di atas, dan bersegera sedia payung karena sudah mendung.
Kita punya banyak sumber energi bersih seperti matahari, angin, geothermal, air dlsb. tetapi potensi-potensi energi ini tidak bisa di simpan, kecuali dengan biaya yang super mahal dan kapasitas penyimpanan yang terbatas.
Tetapi ada jenis energi bersih yg fleksibel, masyarakat bisa memproduksi dan menyimpannya sendiri sebanyak yang dia mampu. Itulah minyak nabati, ada 60-an tanaman penghasil
minyak nabati ini, dan baru satu yang kita perkenalkan secara intensif yaitu minyak tamanu atau nyamplung - untuk menjadi role model dalam membangun local fuels yang insyaAllah bebas krisis.
Bersamaan dengan sedia ‘payung’ minyak nabati ini, masyarakat juga sudah bisa belajar untuk mengolahnya menjadi bahan bakar bersama kami di Green Waqf Project,
Mendung memang tidak selalu diikuti hujan turun, tetapi tidak akan rugi orang yang selalu sedia payung.