Minyak yang satu ini tidak perlu ngebor perut bumi dan menambang di tengah laut untuk memperolehnya, tidak pula perlu menebang hutan untuk menanam tanamannya. Malah sebaliknya, dia adalah byproduct dari penghijauan di lahan-lahan kritis, lahan gambut berawa, lahan pesisir dengan air asin/payau - dan lahan -lahan dinana tanaman lain enggan tumbuh.
Itulah minyak dari biji buah pohon tamanu atau nyamplung, untuk mudahnya penyebutan kita gunakan istilah Nu Oil - dari Tamanu Oil, tetapi bisa juga dibaca New Oil - minyak baru.
Ada tiga jenis minyak ini yang kami perkenalkan. Pertama adalah Virgin Tamanu Oil (VTO), yaitu hasil perasan pertama cold press. Ini minyak yang bernilai tinggi karena sejumlah kandungan senyawa bioaktif yang ada di dalamnya, dia juga resmi tercatat sebagai active ingredient untuk industri kosmetik di seluruh dunia yang dikenal dengan INCI - Intrrnational Nomenclature of Cosmetic Ingredients. Dalam daftar tersebut, VTO disebut sebagai Calophyllum inophyllum Seed Oil.
Yang kedua adalah Crude Tamanu Oil (CTO), hasil pengepresan panas ampas tamanu yang sudah diambil VTO -nya. CTO bisa diolah lebih lanjut menjadi berbagai jenis bahan bakar maupun bahan baku industri.
Yang ketiga adalah Tamanu Bio Fuel (TBF), hasil pengolahan CTO melalui Ester/Transesterification ( ETR) , Fluid Catalytic Cracking (FCC) atau Enzymatic (EZY). Dengan ETR dihasilkan biodiesel, dengan FCC maupun EZY hasilnya drop-in biofuel - yaitu BBM yang persis sama dengan BBM hydrocarbon yang kita pakai sekarang.
Institusi atau korporasi yang tertarik Nu Oil ini dari hulu hingga ke hilir paling ujung insyaAllah sudah bisa kami fasilitasi.