Barang siapa yang berhijrah di jalanNya akan mendapatkan tempat hijrah yang banyak dan luas (QS4:100). Prinsip yang sama ketika kita mau berhijrah dari energi yang kotor dan tidak sustainable, menuju energi bersih atau carbon neutral dan sustainable.
Apapun energi yang kita gunakan saat ini, berupa diesel, jet fuel, bensin maupun gas LPG, ada penggantinya yang bisa langsung pakai tanpa perubahan apapun baik di mesin, infrastruktur pengangkutan maupun penyimpanannya. Inilah yg disebut Drop-in Biofuels.
Menariknya adalah dia bisa dibuat dari apa saja yang tumbuh melimpah di sekitar kita. Dan kami menemukan setidaknya ada 7 jalan untuk menjadikanhya Drop-in Biiduels.
Bila yang kita punya tanaman penghasil minyak seperti Tamanu atau Nyamplung, ini yang paling mudah. Bisa sekali process dengan Fluid Catalytic Cracking (FCC) kita, atau melalui jalur biodiesel dahulu baru kemudian di-deoksigenasi.
Bila yang kita punya adalah limbah pertanian atau biomasa seperti sekam, tongkol jagung, jerami dlsb. maka pilihan prosesnya bisa melalui gasifikasi menjadi syngas, kemudian di sintesa dengan Fischer Tropsch. Atau nelalui jalur catalytic reforming menjadi bio-oil kemudian diproses dengan hydrotreatment.
Bila yang kita punya karbohidrat murah seperti singkong, maka jalurnya bisa melalui ethanol atau butanol kemudian disempurnakan melalui thermo catalytic conversion. Atau kalau mau riset sedikit bisa menggunakan biothech untuk menghasilkan farnesene (C15 H24), bahan baku yg siap proses kebih lanjut menjadi bahan bakar yang kita butuhkan.
Intinya, bila kita sungguh-sungguh mencari, insyaAllah akan mendapatkan solusi bagi ketahanan energi di negeri ini.