Saat ini di Indonesia ada hampir 5,000 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan kontribusi sekitar 4.8 GW pada supply listrik nasional kita. Masalahnya adalah listrik dengan bahan bakar diesel ini adalah listrik yg sangat mahal, biaya produksinya rata-rata sekitar dua kali dari harga jual listrik ke masyarakat, selisihnya itulah yang memjadi beban berat subsidi listrik kita.
Subsidi energi lain yg tidak kalah besar adalah subsidi LPG 3 kg atau yg dikenal sebagai gas melon karena warna tabung yg hijau dan bulat dengsn ukuran sedikit lebih besar dari rata-rata ukuran buah melon.
Selama ini pemerintah selalu pontang-panting mencarikan sumber dana untuk subsidi-subsidi tersebut. Yang belum dieksplorasi dan diimplementasikan secara terstruktur, sistematis dan masif - adalah kemampuan umat muslim Indonesia - yang notabene penduduk mayoritas negeri ini - untuk membantu pemerintah mengatasi subsidi terdebut.
Pertanyaannya adalah dengan apa kita akan membantu? Dan apakah kita mau membantu? Jawabannya adalah dengan wakaf dan mayoritas kita pasti mau membantu, mengapa demikian?
Umat muslim ini rujukannya baku yaitu Al-Qur’an dan Al-Hafits yg sahih. Apa yang dijanjikan Al-Qur’an dan Hadits-Hadits yang sahih kita kudu percaya. Maka ketika Al-Qur’an nemerintahkan kita untuk memakmurkan bumi (QS 11:61), dan Nabi SAW-pun menjanjikan pahala hingga hari kiamat bagi yang melakukannya, apakah kita tidak bersegera meresponnya? Mayoritas muslim akan mau melakukannya, semata-mata yakin dengan janji Nabi SAW akan pahala yang tidak terputus hingga hari kiamat ini.
Janji Nabi SAW tersebut tertuang dalam hadits sahih berikut : “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)
Lantas apa hubungannya antara menanam pohon dengan subsidi energi tersebut di atas ? Diantara pohon-pohon itu ada yang memgandung minyak samgat tinggi seperti pohon nyamplung atau tamanu, yang minyaknya bisa lebih dari 71% berat kering daging biji buah.
Pohon nyamplung yang sudah dipilihkan oleh para wali sejak lima abad silam sebagai sumber energi yang terbarukan, juga memiliki manfaat yang sangat luas yang bisa ‘dimakan manusia, binatang dan burung’ yaitu secara masif menyerap CO2 dan memproduksi O2, maka inilah esensi memakmurkan bumi itu di jaman ini. Bukan hanya menyediakan energi bersih yang terbarukan tetapi juga menyediakan udara bersih.
Agar manfaat dari pohon tersebut dapat benar-benar diambil dan menggantikan subsidi, maka gerakan wakaf yang kita lakukan hatus masif dan menjangkau seluruh negeri. Dari sinilah gerakan wakaf hijau atau Green Waqf yang kami luncurkan akhir pekan lalu menyasar 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis di 33 propinsi, hanya satu propinsi yang tidak memiliki lahan kritis karena seluruh wilayahnya termanfaatkan yaitu DKI Jakarta.
Bagaimana gerakan Green Waqf akan dapat membantu mengatasi subsidi energi tersebut di atas? Berikut adalah penjelasan bagaimana ecosytem Green Waqf ini bekerja.
Pertama adalah Yayasan Dana Wakaf Indonesia (YDWI) yang menginisiasi dan mengerucutkan istilah Green Waqf ini. Namun sebagai initiator YDWI sendiri hanya akan mengambil peran yang sangat fokus sesuai kompetensi terbaik yang dimilikinya.
YDWI akan berperan menjadi enabler (faktor pemungkin) untuk teknologi dan solusi atas permasalahan yang akan diatasi oleh Green Waqf ini. Mulai dari solusi menanam pohon di daerah yg sangat kritis sekalipun, memyediakan data base untuk pemetaan lahan kritis dan progress penanamannya, sampai teknologi Catalytic Cracking agar minyak yang dihasilkan dari tanaman nyamplung tersebut bisa diolah menjadi drop-in biofuel berupa bensin, diesel, LPG dlsb.
Peran berikutnya diambil oleh Waqf Center for Indonesia Development and Studies ( WaCIDS), yaitu mengkomunikasikan dan mengedukasi seluruh stakeholders - tentang seluk beluk solusi ini, sekaligus mendorong agar sebanyak mungkin elemen bangsa ini ikut terlibat dalam mensolusikan masalah bersama tersebut.
Lalu harus ada Nazhir resmi yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk menerima dan memgelola wakaf, dan memastikan penerima manfaat wakaf (Mauquf Alaih) adalah yang memang berhak menerimanya.
Kemudian orang-orang yang berwakaf (Waqif), yaitu orang-orang yang menyisihkan sebagian hartanya untuk gerakan Green Waqf ini, dengan tidak berharap imbalan apapun yang bersifat duniawi, dan hanya berharap Ridlo dan pahalaNya sesuai janji Nani SAW tersebut di atas.
Untuk institusi, korporasi dan umat lain yang ingin terlibat dalam gerakan ini, dimungkinkan dalam konteks berbuat baik, social responsibility, dana sosial, green fund dan segala bentuk kebaikan untuk sesama dan untuk kelestarian alam.
Penerima manfaat (mauquf ‘alaih) dalam gerakan Green Waqf ini prinsipnya adalah seluruh umat manusia yang membutuhkan udara bersih untuk dihitupnya, energi bersih yang terjangkau , alam yang lebih lestari dan nyaman untuk dihuni dengan suhu yang bersahabat dan lain sebagainya. Bukan hanya umat manusia, tetapi binatang dan burung-burung akan ikut menikmati hasil perbuatan baik kita bersama ini.
Kemudian untuk produk yang bersifat tangible seperti buah yang harus dikumpulkan dan diolah , produksi bahan bakar yg bisa didistribusikan, limbah ampas untuk pakan ternak, cangkang buah untuk biomasa energi tinggi dlsb. dibutuhkan off-taker pada perbagai tingkatan agar secara keseluruhan hasil dari pohon wakaf ini bisa memberi manfaat yg maksimal pada umat manusia dan penghuni bumi lainnya.
Unit-unit usaha dari tingkat paling kecil , BUMD di tingkat desa, sampai yang bersifat nasional BUMN dan perusahaan swasta dapat menjafi para off-taker ini pada tingkat kapasitasnya masing-masing.
Struktur kerjasama antar institusi untuk gerakan Green Waqf dibuat dengan model No Single Point of Failure (NSPoF), agar gerakan ini bisa terus befjalan tanpa tergantung pada salah satupun institusi yang mengusungnya, gerakan tetap bisa berjalan meskipun hanya ada satu orang di muka bumi yang menanam dan menikmati hasilnya sendiri, InsyaAllah
Pihak-pihak yang tertarik untuk terlibat dalam gerakan ini dapat menghubungi kami di :This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..