Rata-rata Kiyai sepuh di Jawa paham sejarah Nyamplung atau Tamanu, yaitu sampai Syeh Amir Hasan - yg belakangan dipanggil sebagai Sunan Nyamplungan - putra Sunan Muria dan juga Santri Sunan Kudus, yg mulai berdakwah di Karimun Jawa dengan berbekal beberapa butir biji Nyamplung.
Tanaman yg dipopulerkan para wali lima abad lampau tersebut, kini insyaAllah siap membantu negeri dalam mengurangi subsidi energi dan menjadi potensi pertumbuhan ekonomi sampai ke seluruh pelosok negeri.
Gerakan penanamannya yg masif alhamdulillah telah dimulai, dengan diluncurkannya gerakan Green Waqf Ahad lalu, yg dihadiri sejumlah institusi, akademisi, peneliti, perwakilan yg membidangi energi di DPR, bahkan juga BI.
Dengan teknologi Catalytic Cracking, minyak dari Nyamplung ini bisa diproses menjadi Drop-In biofuel berupa bensin, diesel maupun LPG - dua yg terakhir yg selama ini menjadi beban berat subsidi energi.
Dengan konsep wakaf, tidak ada halangan ekonomis untuk menanam pohon ini di daerah yg paling terpencil sekalipun di Indonesia. Hal yg sama tidak bisa dilakukan bila pertimbangannya ekonomi semata.
Institusi, korporasi dan Anda yg ingin terlibat dalam gerakan ini dapat menghubungi kami.