Ketika masih di surga, Nabi Adam ‘Alaihi Salam sudah diajari langsung ilmu yang bahkan malaikat-pun tidak diberi ilmu ini, yaitu ilmu tentang mengenal tanaman (QS 2:31). Setidaknya ini mengisyaratkan dua hal ,
yaitu adanya ilmu yg tidak diajarkan melalui guru tetapi langsung oleh Allah. Kedua adalah pentingnya mengenal tanaman bagi anak cucu Adam hingga akhir zaman.
Yg pertama bahkan cara memperolehnya juga diajarkan oleh Allah langsung, yaitu melalui jalan takwa (QS 2:282) dan terus menerus mengingatNya sambil memikirkan ciptaanNya ( QS 3:191).
Yang kedua ilmu mengenal tanaman ini menjadi amat sangat penting di era bioeconomy, ketika manusia akan kembali mencari segala urusan kebutuhan hidupnya dari tanaman.
Bukan hanya untuk makanan dan oksigen yg selama ini tidak ada gantinya, tetapi juga bahan bakar, bahan baku industri, bahan farmasi dan segala bahan yg akan menggantikan kembali bahan dari fosil yg mendominasi industri selama dua abad terakhir ini, semuanya akan kembali ke sumber yg berasal dari tanaman.
Maka bukan hanya kita harus kembali belajar ilmunya Nabi Adam ini, tetapi seharusnya mulai mendapatkan perhatian serius ilmu yg sekarang disebut Phytology ini - yaitu ilmu tentang tanaman! Dan indahnya ilmu ini bisa kita pelajari tanpa guru, kita bisa belajar langsung dariNya dengan mengikuti pula petunjukNya di ayat-ayat tersebut di atas