Gerai Dinar


 
Dinar & Dirham
09 - Sep - 2010 Jam 18 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,566,520 1,503,859
Dirham 37,000 35,520
 
Emas
Rp/Gr 372,279 357,388
US$/Oz 1,243.90
 
Valuta
USDX 82.57
IDRX 64.41
Rp/US$ 8,948

Selamat Iedul Fitri 1431 H, mohon maaf lahir dan batin.

Taqabballahu Minna wa Minkum, Taqbbal ya Kariim...

 

MOHON MAAF KAMI LIBUR SAMPAI 15 SEPTEMBER 2010, 

Layanan delivery fisik baru mulai tanggal 20 September 2010. 

Informasi harga Dinar insyaAllah akan terus ter-up-date secara otomatis. 

 

 


               

Teras
Menukar Dinar Dimana Saja Kapan Saja Bagi Pemegang M-Dinar Saving Account… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Senin, 25 May 2009 09:44
Initial Accounts

Dari sekian banyak harapan pengguna Dinar, salah satunya yang sangat banyak diusulkan ke saya adalah merintis dimungkinkannya penukaran Dinar ke uang kertas ataupun sebaliknya dimana saja kapan saja. Kemudahan ini diperlukan karena mau tidak mau kita masih harus menggunakan uang kertas untuk alat tukar kita dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan M-Dinar Saving Account yang gencar kami perkenalkan beberapa hari terakhir, langkah kearah sana kini telah dimulai. Pemegang Tabungan M-Dinar kini dapat menukar Dinar-nya ke Rupiah ataupun sebaliknya kapan saja dan dimana saja asal bisa mengkases account-nya via internet.

 

Untuk sementara kemudahan ini hanya tersedia bagi pemegang M-Dinar account ataupun M-Dinar Saving Account tersebut. Pembatasan ini adalah karena dua alasan yaitu yang pertama alasan teknis bahwa belum ada satu bank-pun di dunia yang bisa connect langsung dengan system Dinar emas yang kami miliki.

Exchange Confirmation

 

Alasan kedua adalah untuk manajemen risiko; yaitu kebutuhan persediaan Dinar dan Rupiah untuk memback-up transaksi penukaran Dinar ke Rupiah dan Sebaliknya hanya bisa dilakukan terhadap exposure jumlah Dinar dan jumlah Rupiah yang bisa kami ketahui – yaitu jumlah Dinar dan jumlah Rupiah yang ada di seluruh account klien kami tersebut setiap saat.

 

Untuk memfasilitasi transaksi ini, setiap pemegang M-Dinar Saving Account di BMT Daarul Muttaqiin akan memiliki dua account sekaligus yaitu Account Dinar dan Account Rupiah seperti pada gambar tersebut diatas. Antar dua account inilah Anda dapat melakukan penukaran Dinar ke Rupiah dan sebaliknya, kapan saja dan dimana saja.

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:21
Lanjutnya...
 
Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Minggu, 24 May 2009 17:36

M-Dinar Saving AccountSejak pertama kali kami memperkenalkan Dinar emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (kelak insyaallah dengan sendirinya akan menjadi alat tukar), tidak hentinya kami bekerja keras untuk terus menghasilkan applikasi-apllikasi yang mudah dalam menggunakan Dinar emas ini.

 

Teknologi M-Dinar yang kami perkenalkan awal tahun ini mendapatkan response yang amat baik meskipun penyempurnaan terus menerus tetap kami lakukan. Teknologi ini kini menjadi infrastruktur produk GeraiDinar yang baru hasil kolaborasi dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.

 

Dengan Tabungan M-Dinar yang kami perkenalkan kemarin, kini masyarakat yang ingin menabung Dinar dapat menggunakan sarana internet seperti account M-Dinar selama ini ataupun melalui tabungan fisik – yaitu menggunakan Buku Tabungan M-Dinar untuk mencetak posisi saldo, setoran, penarikan fisik Dinar dlsb.

 

Karena Tabungan M-dinar menggunakan konsep Aqad Mudharabah, penabung Dinar tidak dikenakan biaya penyimpanan atau biaya apapun. Bahkan nantinya setelah Dinar benar-benar berputar secara fisik mendanai kegiatan ekonomi sektor riil, penabung M-Dinar akan mendapatkan bagi hasilnya dalam bentuk Dinar.

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:21
Lanjutnya...
 
M-Dinar Saving Account : Menghadirkan Koperasi/BMT Yang Siap Bersaing Dengan Bank-Bank Besar… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Sabtu, 23 May 2009 10:57
M-Dinar Saving Account

Sejak kita di tingkat sekolah menengah dahulu, kita sudah dikenalkan dengan koperasi yang konon merupakan sokoguru dari perekonomin Indonesia. Bahkan konsep sokoguru perekonomian ini juga disebut dalam UU No 2 Th 1992 Tentang Perkoperasian.

 

Fungsi koperasi yang antara lain membangun dan mengembangkan potensi dan ekonomi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, juga menjadi pas untuk menjadi wadah badan hukum dari konsep Baitul Maal wa Baitut Tamwil yang kemudian lebih dikenal dengan Baitul Maal wa Tamwil atau disingkat BMT.

 

Sebagaimana namanya, BMT ini adalah institusi ideal untuk mengembangkan potensi umat. Di satu sisi fungsi Baitul Maal yang bersifat sosial dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan Surat Al Hasyr ayat 7 “….supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…...” yang merupakan prinsip dasar ekonomi Islam.

 

Di sisi lain perputaran harta ini juga harus sustainable atau berkelanjutan sehingga gerakan sosial tidak harus selalu didanai semata dari donasi; kegiatan sosial yang berkelanjutan harus memiliki sumber pendanaan nya yang kontinyu – salah satunya adalah ya dengan funsi komersial BMT atau fungsi Baitut Tamwil-nya.

 

Maka dari kedua fungsi tersebut, BMT-lah yang sesungguhnya bisa menjadi Social Business yang sesungguhnya. Para pendiri dan pengelola BMT adalah para Social Entrepreneur yang harus didorong tumbuh kembangnya.

 

Sayangnya dengan fungsi yang ideal dan digadang-gadang menjadi sokoguru perekonomian tersebut, baik Koperasi maupun BMT hingga kini belum sepenuhnya hadir di hati masyarakat. Koperasi dan BMT menjamur, namun masyarakat yang memiliki dana – belum banyak yang melirik koperasi ataupun BMT sebagai pilihan tempat untuk menyimpannya.

 

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:21
Lanjutnya...
 
Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Kamis, 21 May 2009 08:35
US Debt

Mungkin karena banyaknya tulisan saya di situs ini sehingga sebagian pembaca malah bingung mengapa kita memilih Dinar untuk menjalankan tiga fungsi uang sekaligus yaitu sebagai store of value (proteksi nilai), unit of account (timbangan muamalah yang adil) dan ujungnya nanti dengan sendirinya akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.

 

Alasan pertama tentu karena Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.

 

Penentuan sikaya dan si miskin yang memiliki hak dan kewajiban berbeda – batasnya adalah nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.

 

Hukum potong tangan bagi pencuri menjadi tidak berlaku bila seorang mencuri karena lapar dan yang dicuri-pun hanya cukup untuk makan saat itu, batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.

 

Seorang pembunuh bisa dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) bila keluarga korban memaafkan dan si pembunuh bersedia membayar diyat atau uang darah yang besarannya 1000 Dinar.

 

Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?. Tidak heran pula bisa jadi karena tidak mengenal syariah untuk menghakimi pencuri di beberapa daerah ada pencuri ayam atau pencuri jemuran yang dihakimi massa sampai meninggal, padahal bisa jadi dia hanya pencuri yang lapar – dimana justru orang kaya di daerah tersebutlah yang tidak menjalankan kewajibannya.

 

Inilah alasan pertama kita menghadirkan Dinar kembali ditengah kaum muslimin, agar ‘timbangan’ yang adil tersebut kembali dikenal oleh umat secara luas sehingga aturan  syariah - bisa lebih mudah diterapkan.

 

Kemudian selain daripada itu, kita juga tahu fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut. 

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:22
Lanjutnya...
 
Social Business & Social Entrepreneurship : Bisa Jadi Ini Peluang Terbaik Anda… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Selasa, 19 May 2009 21:24
Social Business

Bila Anda seorang karyawan, Anda mungkin sudah kerja ekstra keras tetapi perusahaan tempat Anda bekerja Anda rasakan tidak memberikan balasan yang memadai. Atau bila Anda seorang wirausahawan, kemungkinan Anda juga sudah menjalankan usaha secara maksimal – namun keuntungan perusahaan dirasa tidak cukup.

 

Kondisi tersebut diatas sangat mungkin Anda alami bila tempat kerja atau perusahaan Anda termasuk perusahaan yang tujuannya memaksimalkan keuntungan atau dalam bahasa Inggris disebut Profit-Maximizing Businesses (PMBs).  Keuntungan yang menjadi dambaan karyawan dan pengusaha, dirasa tidak pernah cukup. Setiap tahun bisa jadi perusahaan mencapai target keuntungan yang dikejar, maka tahun berikutnya dinaikkanlah target tersebut.

 

PMBs menjadikan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth) sebagai justifikasi untuk menaikkan target setiap tahunnya. Tidak ada salahnya memang, kalau pencapaian target ini tidak mengorbankan kepentingan-kepentingan yang lebih luas dan kepentingan yang lebih abadi seperti kesempatan Anda untuk dapat  beramal kebajikan yang diridloiNya (QS 46:15).

 

Yang lebih seringnya  adalah bila keuntungan duniawi ini yang kita kejar, justru kita tidak akan pernah merasa kecukupan. Pingin tahu dalilnya ? perhatikan hadits berikut :

 

"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya". (HR. Tirmidzi).

 

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:28
Lanjutnya...
 
« AwalSebelumnya51525354555657585960BerikutnyaAkhir »

Page 52 of 75

Pengunjung Saat Ini

    Kami ada 187 tamu online

feed-image Feed Entries


Powered by GeraiDinar.Com ©2010. All rights reserved.