(Episod 004) Dinaria : Pidato Di PBB…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 11 Desember 2018

(Episod 004) Dinaria : Pidato Di PBB…

Berikut adalah penggalan penting dari isi pidato tersebut :

 

“Tuan-tuan kepala negara, kepala pemerintahan atau yang mewakili …

 

Terima kasih dan penghargaan yang setingginya saya ucapkan karena kehadiran tuan-tuan di majlis ini, berangkat dari negeri-negeri yang jauh, meninggalkan berbagai urusan penting negeri tuan-tuan, untuk hadir secara khusus mendengarkan apa yang akan kami sampaikan ini.

 

Hanya beberapa hari setelah dideklarasikan, bermilyar penduduk dunia mendaftar untuk menjadi penduduk resmi negeri kami. Mereka-mereka ini adalah penduduk-penduduk dari negeri tuan-tuan, dan mereka tinggal di negeri tuan-tuan.  Mereka ini akan tetap demikian, menjadi penduduk dan tinggal di negeri tuan-tuan – tetapi pada saat yang bersamaan mereka juga telah menjadi penduduk dan tinggal di lingkungan negeri kami.

 

Tidak ada niatan kami untuk mengambil alih penduduk ataupun wilayah dari negeri tuan-tuan, sebaliknya justru keberadaan kami akan menjadikan penduduk negeri tuan-tuan makmur dan wilayahnya terjaga. Keberadaan kami akan mengisi celah antara kebutuhan dan harapan (needs and wants) penduduk negeri tuan-tuan dengan apa yang tuan-tuan sudah bisa berikan kepada mereka.

 

Milyaran penduduk negeri tuan-tuan tidak akan mendaftar dengan sukarela untuk juga menjadi penduduk negeri kami, bila mereka tidak merasakan adanya kebutuhan dan harapan mereka  yang belum bisa dipenuhi di negeri tuan-tuan – yang insyaAllah akan dapat kami penuhi atau setidaknya kami usahakan maksimal untuk memenuhinya.

 

 

Berikut antara lain adalah apa-apa yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan atau harapan penduduk kami yang juga penduduk dari negeri tuan-tuan sekalian :

  

Memberi makan bagi satu milyar lebih penduduk yang terancam kelaparan di negeri tuan-tuan.

Merawat orang-orang sakit, orang tua yang sudah tidak mampu bekerja di negeri tuan-tuan yang sebelumnya terlantar karena tidak ada cukup anggaran dari tuan-tuan untuk mereka ini.

Memberikan pekerjaan bagi ratusan juta orang yang kini menganggur di negeri tuan-tuan karena system ekonomi tuan-tuan yang telah menghilangkan lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja yang masih seharusnya produktif .

Memberikan perlindungan hukum bagi mereka yang terdhalimi di negeri tuan-tuan.

Memberikan kemerdakaan bagi mereka yang terenggut kebebasannya tanpa alasan yang jelas .

Mengambil alih secara ihsan dengan membeli atau dengan kerjasama untuk sumber-sumber daya yang melimpah di negeri tuan-tuan yang selama ini belum teroptimalkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Pengambil alihan ini semata-mata untuk menjamin agar segala bentuk sumber daya alam yang terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak – tetap diperuntukkan bagi orang banyak, bukan untuk segelintir kelompok atau golongan saja di negeri tuan-tuan.

Menyuburkan lahan-lahan gersang karena salah urus sehingga dapat dijadikan lahan-lahan yang subur bagi pemenuhan kebutuhan pangan bagi penduduk seluruh bumi.

Menjaga kelesatarian alam, mencegah pencemaran udara dan air dan menggerakkan budaya menanam untuk melestarikan bumi untuk dapat diwariskan sampai generasi yang akan datang.

Menjamin kesamaan akses terhadap sumber-sumber kemakmuran seperti pendidikan, pasar, sumber daya alam, intellectual property dlsb.

…..

 

Tuan-tuan yang terhormat…

 

Barangkali tuan-tuan ingin bertanya bagaimana kami akan dapat melakukan semua ini…?. Inilah jawabannya.

 

Bukan kami  sendiri yang akan bisa memakmurkan bumi ini, tetapi inilah tugas kami yang diberikan oleh Sang Pencipta bumi dan seisinya ini. Dia yang Maha Bijaksana, tidak akan memberikan tugas yang berat yang tidak dapat kami laksanakan. Dia yang Maha Pencipta telah menciptakan bumi dalam dua masa dan menciptakan isinya dalam empat masa untuk kemakmuran penghuninya – dan inilah tugas kami, untuk memakmurkan bumi seisinya dan bukan untuk menjadi penguasa bumi itu sendiri.

 

Tugas kami hanya melaksanakan, agar semua berjalan sesuai kehendakNya.  Seperti air yang seharusnya mengalir ke semua tempat terendah di muka bumi sampai tercapai kesamaan permukaan, maka demikianlah tugas kami. Mengalirkan air kemakmuran ketempat-tempat yang seharusnya dan menghilangkan halangan-halangan yang membuat air menggenang di sebagian bumi , sedangkan bagian lain kekeringan.

 

Tuan-tuan yang terhormat…

 

Tuan-tuan tidak perlu mencurigai keberadaan kami, tidak perlu pula melarang penduduk negeri tuan-tuan untuk juga menjadi penduduk negeri kami.  Keberadaan kami akan di justifikasi oleh manfaat yang dapat kami berikan kepada penduduk-penduduk kami.

 

Bila kami gagal untuk hadir memenuhi kebutuhan dan harapan mereka , maka  dengan sendirinya mereka akan keluar dari negeri kami.  Sebaliknya bila kami bisa hadir untuk memenuhi kebutuhan dan harapannya, maka tidak akan ada yang bisa melarang penduduk negeri tuan-tuan untuk juga masuk menjadi penduduk negeri kami.

 

Tuan-tuan yang terhormat…

 

Tuan-tuan adalah rakyat asalnya dan cepat atau lambat akan menjadi rakyat kembali, dalam hati kecil tuan-tuan pasti masih dapat merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat dari negeri tuan-tuan, dapat merasakan kebutuhan dan harapan mereka, maka jangan halangi mereka untuk menggapai kemakmuran dan kebebasannya, jangan halangi mereka untuk menjadi bagian dari penduduk negeri kami, jangan halangi kami  mengemban fungsi memakmurkan bumi dengan melayani rakyat kami yang juga rakyat tuan-tuan sekalian…”.

 

Pidato ini disambut dengan tepuk sorak yang riuh rendah penuh antusias dari hampir keseluruhan kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir. Tetapi tentu saja dari setiap ide yang sangat baik sekalipun tetap ada yang tidak setuju karena alasan-alasan tertentu, salah satu yang nampak tidak setuju ini adalah kepala negara besar dengan hak veto di PBB - yang biasanya banyak tersenyum, kali ini ia tertunduk lesu tidak tahu harus berbuat apa karena pamornya telah kalah oleh pemimpin negeri baru – yang memimpin negeri bukan karena ambisi dan mencalonkan diri untuk kelompok atau golongannya, dia memimpin negeri karena tidak mau lari dari amanah yang diembankan di pundaknya, amanah untuk menjadi pemakmur dunia.

 

(Bersambung)

 

Episod Sebelumnya…

Episod Sesudahnya…