(Episod 003) Dinaria : Kabinet 7 Menteri dan Lahirnya Nama Negeri…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 18 Juli 2018

(Episod 003) Dinaria : Kabinet 7 Menteri dan Lahirnya Nama Negeri…

Yang pertama dirasa sangat mendesak adalah adanya sekretariat negara dimana seluruh masalah rakyat diidentifikasi dan didokumentasikan, seluruh program kerja pemerintahan nantinya dipantau, dan seluruh bidang-bidang kerja pemerintahan di koordinasikan  satu sama lain. Sekretariat negara juga menjadi semacam knowledge centre tentang seluk beluk negeri bagi rakyat maupun pemimpin-pemimpinnya.  Penganggung jawab sekretariat negara ini adalah menteri sekretaris negara.

 

Yang kedua dibutuhkan adalah pekerjaan-pekerjaan komunikasi dan diplomasi dengan negeri-negeri geografis – yaitu negeri bentuk lama – yang sudah ada di muka bumi. Karena wilayah dan rakyatnya yang tumpang tindih dengan wilayah dari rakyat negeri geografis, sangat wajar negeri bentukan baru ini disikapi dengan curiga bahkan antipati oleh sebagain negeri-negeri lama di dunia. Pekerjaan-pekerjaan komunikasi dan diplomasi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang bersifat membangun kedaulatan dan ketahanan negeri baru, dan dirangkum dalam ruang lingkup pekerjaan menteri pertahanan.

 

Yang ketiga adalah menyangkut alasan lahirnya negeri baru ini, yaitu kebutuhan yang sama dari rakyat di seluruh dunia akan kesejahteraan sosial. Ini menyangkut urusan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, kebudayaan dan sejenisnya.  Pekerjaan ketiga ini akan ditangani oleh menteri kesejahteraan sosial.

 

Yang keempat adalah menyangkut pemenuhan hajat hidup yang berkesinambungan bagi tiga milyar penduduk negeri baru. Ini menyangkut kegiatan-kegiatan perdagangan, pertanian dan industri yang dikepalai oleh menteri perekonomian.

 

Yang kelima adalah pekerjaan-pekerjaan untuk menjamin ketaatan hukum  bagi siapapun penduduk negeri. Pekerjaan ini diserahkan kepada kementerian hukum dan peradilan.

 

Yang keenam adalah adalah urusan hutang piutang negeri, kekayaan, sumber-sumber pendapatan negeri dan pengelolaan belanja.  Keseluruhan pekerjaan ini dicakup dalam ruang lingkup menteri perbendaharaan negeri.

 

Yang ketujuh adalah institusi yang dapat menampung dan menyuarakan aspirasi rakyat sekaligus menjadi mitra para pemimpin negeri dalam menjalankan tugasnya agar benar-benar untuk kepentingan rakyat.  Majiis ini dipimpin oleh seorang ketua majlis – setingkat menteri , tetapi bukan berarti pembantu dari pemimpin tertinggi.

 

Selain tujuh menteri tersebut diatas,  pemimpin tertinggi juga akan menunjuk para gubernur di wilayah-wilayah yang dipandang perlu kemudian.

 

Belajar dari kegagalan negeri-negeri sebelumnya yang sumber petakanya adalah uang kertas yang bisa dicetak dari awang-awang sehingga menimbulkan inflasi yang luar biasa, maka pemerintahan negeri baru untuk sementara memutuskan tidak mengeluarkan uangnya sendiri.

 

Uang yang bisa digunakan adalah segala bentuk benda riil yang memiliki nilai pasar, likwuid, dikenali dan diakui bernilai oleh seluruh penduduk yang menyebar di seantero bumi. Di antara benda-benda riil yang memenuhi syarat ini adalah emas, perak, gandum, kurma dan bahkan juga garam dlsb.

 

Di antara benda-benda riil bernilai intrinsik tersebut yang paling mewakili untuk difungsikan efektif sebagai medium of exchange (alat tukar), unit of account (satuan pencatatan) dan store of value ( penyimpan nilai) adalah emas dan perak.

 

Karena emas dengan nama Dinar atau Dinarium sudah dikenal lebih dari dua ribu tahun sebelumnya, maka Dinar ini pula yang digunakan sebagai unit account dalam pembukuan dan seluruh pencatatan pendapatan dan belanja negeri. 

 

Meskipun negeri baru menggunakan Dinar sebagai uangnya, negeri ini memutuskan untuk tidak mencetak Dinarnya sendiri. Seluruh emas yang ada di dunia, asal berkadar minimal 22 karat (0.917) diakui sebagai Dinar sesuai beratnya.  Misalnya ada rakyat di Afrika yang memiliki bongkahan emas yang ditemukan di lahannya seberat 1 kg dan terbukti berkadar 95%, maka bongkahan ini diakui sebagai 1000/4.25 atau sekitar 235 Dinar. Di negeri lain ada yang menemukan bongkahan emas seberat yang sama tetapi kadarnya hanya 85 %, maka ini harus dimurnikan dulu mencapai minimal 91.7% - kemudian ditimbang dan diakui sebagai Dinar sesuai berat hasil pemurnian.

 

Dengan cara seperti ini otomatis emas yang ada di seluruh dunia dapat digunakan sebagai instrument pembayaran yang sah, tanpa harus membuat pemerintahan menghabiskan waktu untuk mencetak dan mengendalikan nilai uang.  Uang yang hakiki lahir di pasar dan mekanisme pasar pula yang menentukan nilainya.

 

Bukan hanya sebagai instrument transaksi , batasan rakyat miskin yang perlu disantuni ditentukan dalam Dinar (20 Dinar), demikian pula batasan orang kaya yang memiliki kewajiban terhadap yang lain. Jadi uang negeri baru ini bukan hanya sebagai alat bayar, tetapi juga menjadi standar hukum yang menentukan hak dan kewajiban berdasarkan undang-undang mereka.

 

Dari sinilah lahir nama negeri itu Dinaria…

 

(bersambung)

 

Episod Sebelumnya…

Episod Sesudahnya…