Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 18 Juli 2018

Uang Fiat

Semoga Keperkasaan (Rupiah) Ini Janganlah Cepat Berlalu…

Rupiah PerformanceBila mengamati perkembangan nilai tukar Rupiah sebulan terakhir, gembira rasanya hati ini karena Rupiah menguat cukup significant. Di kala US$ melemah hampir 5 %, Rupiah mampu menguat di kisaran 4 %. Artinya Rupiah bisa tampil seharusnya, bila pembandingnya melemah – ia menguat. Hal yang sudah seharusnya memang, tetapi kadang hal ini tidak terjadi.

 

Penguatan Rupiah ini tidak terlepas dari perkembangan politik pasca pemilu legislatif yang relatif kondusif, disamping perkembangan perekonomian global secara umum yang mulai menampakkan sinyal-sinyal pemulihan.

 

Penguatan Rupiah adalah baik bagi mayoritas kita karena penghasilan rata-rata kita dalam Rupiah. Untuk membeli emas/Dinar-pun kita akan lebih mampu karena uang kita lagi relatif perkasa meskipun belum seperkasa tahun lalu ketika krisis belum mencuat.

Tentu kita semua berharap trend penguatan Rupiah ini dapat berlangsung terus lebih lama, sehingga daya beli uang hasil jerih payah kita dapat bener-bener berarti. Potensi kearah ini ada, bila pemerintah bersungguh-sungguh ingin memperbaiki kinerjanya secara riil – bukan hanya untuk jaga image menjelang pemili presiden semata.

 

Read more...

US Dollar Paradox dan Harga Emas...

US $ ParadoxSeperti yang  sudah kita duga dalam tulisan akhir pekan lalu, harga emas dan otomatis Dinar pekan ini benar-benar menunjukkan trend yang cenderung menurun. Penyebabnya-pun sesuai yang kita perkirakan yaitu harga emas dalam Dollar yang rendah, dan nilai tukar  Rupiah yang menguat.

 

Pada saat artikel ini saya tulis saya sempatkan menengok dashboard GeraiDinar dan indikator-indikator penting di dashboard tersebut menunjukkan  angka-angka sebagai berikut : Harga Emas US$ 868.90/Oz ; Nilai Tukar Rupiah Rp 10,800/US%$ ; US$ Index pada angka 85.87.

 

Karena US$ lagi perkasa, maka harga emas dalam US$ rendah. Ketika hal ini terjadi bersamaan dengan menguatnya nilai tukar Rupiah – maka penurunan harga emas dan juga Dinar menjadi significant seperti yang terjadi sepanjang pekan ini.

 

Pertanyaan yang sering sampai ke saya adalah, mengapa US$ ini tetap kuat padahal krisis finansial global justru bermula dari negara tersebut ?.

Jawabannya agak panjang, tetapi memang benar bahwa US$ menunjukkan angka yang cenderung menguat selama krisis ini. Perhatikan  grafik US$ Index di atas yang saya ambilkan datanya sejak bulan September 2007 – ketika tanda-tanda awal krisis mulai terbaca.

 

Read more...

Mumpung Dinar Lagi 'Disubsidi' Oleh Pemerintah Amerika…

sekociSebulan terakhir harga Dinar melonjak diatas 12 % yang disebabkan oleh dua hal, yaitu harga emas dunia dalam US$ yang kembali berada diatas US$ 900/oz dan nilai tukar Rupiah yang melemah sampai Rp 11,750 pada saat artikel ini saya tulis.

Sejak akhir pekan lalu Dinar pada kisaran harga diatas Rp 1,400,000.  Mahalkah Dinar pada kisaran harga ini? Tergantung bagaimana kita melihatnya.

Bila Anda termasuk orang yang beruntung telah membeli Dinar sejak dua tahun lalu pada kisaran harga Rp 800,000 atau setahun lalu pada kisaran harga Rp 1,000,000,- maka harga sekarang tersebut sudah tergolong tinggi. Namun kalau kita melihat kedepan, setahun dua tahun atau bahkan lebih - maka bisa  jadi harga yang sekarang ini masih tergolong sangat rendah. Mengapa ?.

Saat ini harga emas dunia dihitung dan dibeli dengan mata uang fiat yang nilainya sangat dipaksakan. Pemerintah-pemerintah dunia membanjiri ekonominya dengan bail-out demi bail-out agar ekonominya tetap berputar ?.

Dengan apa pemerintah melakukan ini ? dengan menerbitkan hutang baru, dengan mencetak uang baru, dengan memindahkan asset yang buruk dari pihak yang di bail-out ke pemerintah.

Read more...

Fiat Money, in Extremis , is Accepted by Nobody. ..Gold is Always Accepted…

qe

Judul tulisan kali ini saya ambilkan dari pernyataan Alan Greenspan  10 tahun lalu di depan legislative Amerika, waktu itu ia adalah  Chairman dari US Federal Reserve. Dalam perdebatan panjang dengan anggota kongres yang cerdas ( Dr. Ron Paul ) – akhirnya ‘bandar’ uang fiat (uang kertas) dunia ini mengakui bahwa bisa jadi dalam kondisi extremis orang tidak mau menerima uang kertas, sebaliknya uang emas akan selalu dapat diterima.

 

Kondisi extremis seperti apa yang dimaksudkan oleh Alan Greenspan ?, yang dia maksudkan adalah kondisi dimana orang mulai tidak percaya dengan uang kertas.

 

Kondisi ini pula yang nampaknya ada di pemikiran ‘dewa’ ekonom dan futurolog Amerika John Naisbitt ketika dalam bukunya yang terbit tahun lalu Mindset dia menulis bahwa monopoli terakhir yang akan ditinggalkan umat manusia adalah monopoli uang nasional (sekarang uang fiat). Umat manusia akan meninggalkan uang nasionalnya – uang fiat yang tidak memiliki nilai intrinsik – dan menggantinya dengan uang private yaitu benda-benda riil yang memiliki nilai intrinsik.

 

Alan Greenspan maupun John Naisbitt – dua orang yang sangat menguasai bidangnya, tentu tidak membuat pernyataannya secara sembarangan. Kondisi extremis yang mereka ungkapkan pernah terjadi dalam sejarah negeri mereka, dan berpeluang terjadi lagi di zaman modern ini.

 

Read more...

Oh Uang Fiat..., Sampai Kapan Engkau Bisa Bertahan…?

currency

Tidak bisa dipungkiri lagi oleh siapapun, uang fiat yaitu uang yang tidak memiliki nilai intrinsik nilainya terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Hanya saja mayoritas kita tidak menyadari, seberapa burukkah penurunan nilai tersebut.

 

Mayoritas kita terkecoh oleh pandangan jangka pendek dimana nilai uang kertas seolah berfluktuasi satu sama lain, kadang naik dan kadang turun. Ini benar kalau yang kita pakai rujukan adalah sesama uang kertas.

 

Kaidah menimbang adalah anak timbangan haruslah memiliki berat yang tetap. Kalau kita mau menimbang mentimun di pasar misalnya, kita tidak bisa menimbangnya dengan anak timbangan berupa belewah – karena berat keduanya tidak pasti. Anak timbangan harus pasti dan beratnya teruji.

 

Demikian pula menilai daya beli uang kertas; uang Rupiah hanya memiliki nilai relatif terhadap uang US$  misalnya – tetapi daya beli riilnya atau nilai absolutnya tidak bisa ditentukan dengan membandingkan Rupiah dengan US$ - karena keduanya tidak memiliki nilai yang pasti dan teruji.

 

Jadi apa yang bisa kita pakai untuk mengukur nilai atau daya beli uang kertas yang akurat ?.  Emas atau Dinar-lah salah satu jawabannya yang paling akurat dan telah teruji selama beribu tahun.

 

Read more...