Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 23 September 2018

Ekonomi Makro

Badai Di Cakrawala…

US Singking

Judul tulisan ini saya ambil dari pidato Richard W Fisher – President and CEO of Federal Reserve Bank of Dallas lebih dari setahun lalu (28/5/08). Pidato aslinya yang diberi judul Storms on the Horison  waktu itu membuat banyak orang shock karena sebagai salah satu pemegang othoritas moneter dia menyampaikan peringatan yang sangat keras bagi negaranya.

 

Bagi yang tertarik membaca pidato komplitnya dapat klik disini, berikut saya hanya ambilkan penggalannya yang merupakan inti pesan yang ingin disampaikannya dalam pidato tersebut.

 

Saya sudah memandangi cakrawala untuk melihat tanda-tanda bahaya meskipun pada saat yang bersamaan kita juga masih sedang berusaha sembuh dari gejolak yang sedang terjadi. Di kejauhan saya melihat badai yang sangat mengerikan sedang membesar – dalam bentuk hutang pemerintah yang belum pernah terukur sebelumnya.  Bila kita tidak mengambil langkah-langkah untuk mengatasi ini, maka situasi fiscal pemerintahan federal akan menghancurkan ekonomi kita pada tingkat yang tidak terbayangkan…”.

 

Sebagai orang Federal Reserve tentu Richard tidak sedang mendramatisir isu yang sedang berkembang ketika dia berpidato. Hal ini kemudian terbukti karena tidak sampai setahun kemudian, Amerika benar-benar dalam jebakan badai ‘hutang’ yang tidak terbayang sebelumnya – dan tidak terbayang bagaimana pula membayarnya.

 

Untuk menyelamatkan krisis finansial yang sudah ada saja, Amerika telah mengeluarkan komitmen sebesar lebih dari US$ 13 trilyun paket bailout, consumer stimulus, penyelamatan AIG, jaminan terhadap Freddie Mac dan Fannie Mae, TARP dan berbagai program penyelamatan lainnya.

 

Diluar komitment ini pemerintah Amerika sudah memiliki liability yang tidak tersedia cadangan dananya (unfunded liability) sebesar US$ 99.2 trilyun dalam bentuk hutang jaminan sosial dan pelayanan kesehatan. Unfunded liability yang nggak kebayang ukurannya inilah yang yang antara lain juga  diungkap dalam pidato Richard W Fisher tersebut diatas.

Untuk memberi gambaran seberapa besar unfunded liability sebesar US$ 99.2 trilyun plus komitmen/hutang baru US$ 13 trilyun atau total  US$ 112.2 trilyun ini kita harus bandingkan dengan GDP negeri itu yang tahun lalu 'hanya' US$ 14.26 trilyun. Artinya total hutang mereka kurang lebih sebesar 7.87 kali dari GDPnya; nggak kebayang bukan bagaimana membayarnya ?. 

 

Read more...

Kelahiran dan Kematian Uang…

Ascent of MoneyTulisan ini terinspirasi dari buku dengan judul The Ascent of Money – a Financial History of the World  karya Nial Ferguson (Penguin Books, 2008 & 2009) yang baru saya selesaikan membacanya akhir pekan ini. Buku yang ditulis oleh profesor sejarah di tiga perguruan tinggi top dunia tersebut (Harvard, Oxford dan Stanford) merupakan salah satu best seller dunia karena faktor penulis yang memang kondang dengan buku-buku sebelumnya dan juga buku ini tepat waktu – yaitu pada saat orang di seluruh dunia gundah dengan uangnya.

 

Buku ini menguraikan cukup detil mulai dari cara berfungsinya uang tertua dalam sejarah yaitu uang dari tanah liat yang ditemukan dari zaman raja Ammi-Ditana (1683-1647 SM) dari kota Sippar (Sekarang Iraq); sampai uang modern yang hanya ada dalam memori komputer.

 

Namun yang paling menarik dari buku ini adalah temuan pak professor bahwa dalam sejarah peradaban manusia ternyata dunia keuangan tidak pernah mengalami ketenangan, dunia keuangan selalu dalam kerawanan demi kerawanan dari satu krisis ke krisis lain.

 

Penyebabnya menurut beliau ada tiga hal yang mendasar yaitu sebagai berikut :

 

Penyebab pertama adalah ketidak pastian akan masa depan itu sendiri. Peristiwa demi peristiwa secara uniq terjadi, berbeda satu sama lain sehingga tidak pernah cukup sample untuk membuat prediksi yang mempunyai reliabilitas dalam probability-nya .

 

Read more...

Ketika Mereka Ragu Dengan Uangnya...

ron-paul

Kalau yang ragu tentang sistem uang fiat ini adalah orang kebanyakan seperti kita, mungkin ini tidak terlalu masalah.  Tetapi bagaimana kalau yang ragu ini adalah anggota Kongres dari suatu negara yang mengaku dirinya Adi Kuasa ? - ini seharusnya menjadi perhatian yang serius bagi siapapun yang concern terhadap uang mereka.

Karaguan ini nampak jelas sekali terungkap dalam  perdebatan antara Ben Bernanke – US Federal Reserve Chairman dan Ron Paul - Republican lewat klip video 5 menit yang kita dapat saksikan langsung di YouTube (http://www.youtube.com/watch?v=tWk4SSeF1NM).

Rekaman Video ini nampaknya diambil dari rapat resmi di Konggres sekitar dua pekan lalu.

Berikut adalah inti dari keraguan mereka yang saya terjemahkan bebas dari video klip tersebut :

Read more...

Bagaimana Memenangkan Permainan Canggih Bernama Uang Kertas…?

sgs report

Saya bukan orang yang anti uang kertas; karena tentu sayapun menggunakan uang kertas dalam kehidupan sehari-hari – saya menggunakan uang kertas sesuai fungsinya sebagai alat tukar seperti yang saya tulis dalam tulisan saya tanggal 5 Desember 08 lalu.

 

Para ulama besar Islam sejak abad pertengahan-pun tidak menafikan keberadaan uang diluar Dinar dan Dirham. Salah satunya Ibnu Taimiyyah bahkan telah memformulasikan aturan pencetakan fulus seperti dalam tulisan saya tanggal 19 Desember 2008.

 

“Jumlah fulus ( uang yang lebih rendah dari Dinar dan Dirham seperti tembaga) hanya boleh dicetak secara proporsional terhadap jumlah transaksi sedemikian rupa sehingga terjamin harga yang adil. Penguasa tidak boleh mencetak fulus berlebihan yang merugikan masyarakat karena rusaknya daya beli fulus yang sudah ada di mereka”.

 

Yang perlu kita waspadai adalah realita bahwa pemerintahan-pemerintahan dunia saat ini bukan hanya seolah kehilangan kendali terhadap jumlah uang yang dicetaknya; tetapi juga dengan sengaja melipat gandakan jumlah ‘uang’ dengan berbagai proses money creation yang begitu dasyatnya sehingga mereka sendiri takut mengetahui jumlahnya.

 

Read more...

Ketika G 20 Berwacana, China Sudah Bergerak…

China

Kemarin saya menulis panjang lebar tentang G-20 dan wacana Bretton Woods II – nya. Dalam skala negara sebenarnya ada yang jauh lebih cerdik dan cekatan meresponse krisis finansial global ini ketimbang G-20 yaitu China.

 

Ketika pertemuan-pertemuan G-20 sedang berjalan; China sudah bergerak duluan ngumpulin emas dunia. Bahkan menurut The Economic Times yang softcopy artikelnya dikirimkan oleh pembaca situs ini di Brunei, China sedang ber-ancang-ancang untuk meningkatkan cadangan emasnya sampai 7 kali dari cadangan emas mereka yang sekarang.

 

Cadangan emas mereka yang sekarang berada pada kisaran 600-an ton akan ditingkatkan menjadi 4,000 ton. Apabila ini terjadi maka cadangan emas China akan lebih besar dibandingkan cadangan emas-nya IMF; dan 3 kali lebih banyak dari cadangan emas seluruh negara berpenduduk mayoritas muslim digabung.

 

Read more...