Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 25 September 2018

Ekonomi Makro

Uang Berperang Dengan Uang, Garam Yang Menang…

Peperangan antara uang atau dalam bahasa aslinya disebut currency wars atau juga disebut competitive devaluation, adalah kondisi dimana negara-negara bersaing dalam merendahkan nilai tukar uangnya. Strategy ini umumnya ditempuh untuk meningkatkan daya saing export dan menurunkan daya saing produk import di dalam negeri.

Read more...

Piring Kosong di Planet Yang Penuh…

Judul ini saya ambilkan dari buku barunya Lester R Brown yang baru diluncurkan pekan lalu yaitu  Full Planet, Empty Plates : The New Geopolitics of Food Scarcity” (W.W. Norton & Company, New York, N.Y. 2012). Buku ini banyak menyajikan data-data yang mencemaskan tentang krisis pangan yang dihadapi dunia saat ini yang menurutnya akan semakin parah kedepan.

Read more...

Keluar Dari Poverty Trap, Mengejar Kemakmuran…

Dari sekitar 7 milyar penduduk dunia saat ini, 1 milyar diantaranya tinggal di negeri –negeri kaya seperti Amerika, Jepang dan Eropa. 4.5 milyar tinggal di negeri-negeri menengah seperti China, Brazil dan Afrika Selatan. Sisanya 1.5 milyar tinggal di negeri-negeri yang berpenghasilan rendah seperti Pakistan, Nigeria, Nicaragua dlsb. Dimana posisi kita yang di Indonesia saat ini ?

Read more...

Pertumbuhan ‘Iki Piye’ …

Saya lagi di Jawa ketika pekan lalu membaca berita di suatu harian yang mengutip pernyataan optimisme dan bangga ketua Gaikindo (gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), bahwa penjualan mobil baru hingga akhir tahun ini bisa mencapai 1 juta unit. Sementara itu di harian yang sama diberitakan pula gundah gulananya pemerintah dalam mengatasi subsidi BBM – yang bila tidak ditambah akan habis sebelum akhir tahun.

Read more...

Mencukupkan Yang Miskin, Menyehatkan Yang Kaya...

Beras merupakan bahan makanan pokok yang utama untuk negeri ini dan juga negeri-negeri lain di Asia pada umumnya. Ketika lahan terbuka untuk produksi beras menyusut sedangkan jumlah manusianya bertambah, sudah jelas dampaknya bahwa  cepat atau lambat krisis bahan pangan beras akan terjadi. Masalahnya adalah apakah kita dapat menggantikan bahan pangan dari beras ini dengan mudah ?, jawabannya adalah tentu tidak mudah. Diversifikasi bahan makanan selain dari beras harus dilakukan secara selektif dan hati-hati, mengapa ?.

Read more...