ALHAYA Humanity Logistic

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 3 Juni 2020

ALHAYA Humanity Logistic

Seluruh Dunia saat ini sedang berperang dengan musuh bersamanya yaitu Covid-19. Sebagaimana perang pada umumnya, ada tentara-tentara yang berjibaku mempetaruhkan nyawa di garis depan yaitu para dokter dan tenaga medis. Lantas peran apa yang bisa dimainkan oleh orang-orang kebanyakan seperti kita ?

 

Banyak sekali yang bisa kita ikut perankan dalam peperangan besar ini. Patuhnya kita pada pemimpin kita juga sudah menjadi peran tersendiri karena bisa dibayangkan bila sekian ratus juta orang ini punya gagasan-gagasan sendiri dan tidak mematuhi anjuran-anjuran pemimpinnya seperti anjuran untuk social distancing, bisa dibayangkan dampak beratnya tugas pasukan di garis depan karena akan sangat banyak yang perlu perawatan.

 

Di sisi lain, sebagaimana perang pada umumnya juga sangat membutuhkan logistik yang memadai, baik itu logistik berupa bahan kebutuhan pokok maupun logistik berupa obat-obatan dan peralatan medis. Tentu pemerintah punya kekuatan besar untuk logistik ini karena dalam kendali mereka lah segala sumber daya besar negeri ini berada.

 

Namun sekuat-kuatnya pemerintah dan sebesar-besarnya sumber daya yang ada dioptimalkan penggunaannya, tetap masih ada celah-celah yang perlu diisi oleh masyarakat kebanyakan seperti kita-kita ini. Maka dari sinilah kami di Indonesia Startup Center beserta stake holder yang ada di lingkungan kami ingin ikut berperan aktif membantu segala kekuatan yang sudah bergerak untuk ikut hadir paling tidak dalam kapasitas yang kami miliki.

 

Bentuk kontribusi kami ini kami wujudkan dalam suatu gerakan yang kami sebut ALHAYA Humanity Logistic, yaitu gerakan untuk mempersiapkan infrastruktur dan platform yang dibutuhkan agar celah-celah kebutuhan logistik dapat diisi dengan baik. Celah-celah ini bisa menyangkut kebutuhan pokok dari masyarakat menengah bawah yang terganggu dengan menurunnya atau bahkan hilangnya pendapatan sebagai dampak dari berhentinya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Bisa juga berupa tenaga medis dan sukarelawan tenaga medis yang amat sangat membutuhkan APD yang memadai namun karena kebutuhan di dunia saat ini juga sangat meningkat, maka perlu dukungan produksi dan distribusi APD yang memadai. Demikian pula dengan berbagai ramuan dari rempah-rempah maupun dari minyak atsiri yang dibutuhkan masyarakat untuk mempertahankan kesehatannya, banyak yang kehabisan di pasar normal karena kebutuhan yang tiba-tiba meningkat.

 

Pendek kata dalam perang banyak kebutuhan yang mendadak dibutuhkan yang kebutuhan tersebut normalnya tidak ada. Contoh lain adalah seperti peralatan penanganan jenazah Corona yang sudah difatwakan berbeda dengan penanganan jenazah normal, maka dibutuhkan segala macam perlataan tersebut agar saudara-saudara kita yang wafat karena Corona ini tertangani dengan sebaik-baiknya dan tetap aman bagi yang masih hidup.

 

Segala kebutuhan logistik tersebut harus ada banyak pihak yang ikut berperan memikirkannya dan kemudian membantu penyediaannya dengan biaya yang paling terjangkau dan syukur-syukur termasuk juga sudah disediakan pembiayaannya sehingga bagi yang sangat membutuhkan tinggal menggunakannya.

 

Inilah dasar pemikiran kami ketika melahirkan ALHAYA Humanity Logistic di tengah krisis Corona ini. Kami mendengar dan melihat banyaknya celah kebutuhan masyarakat yang perlu diisi dengan cara yang tidak biasa. Karena ini dalam situasi 'perang', maka cara-cara bisnis as usual bisa jadi bukan cara yang tepat untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan logistik tersebut di atas.

 

Contoh use case skenarionya begini, petani-petani di kampung masih panen padi seperti biasa, namun karena daya beli masyarakat secara umum berkurang, maka penjualan hasil pertaniannya ikut terganggu. Di sisi lain, masyarakat luas tetap membutuhkan beras untuk makan sehari harinya tetapi mereka juga pendapatannya berkurang dan bahkan sebagian hilang sehingga tidak mampu membeli beras-beras tersebut secara harga normal.

 

Maka solusi Humanity Logistic nya adalah sebagai berikut, beras-beras dari petani dibeli dengan harga normal di tingkat petani. Hanya kami carikan jalur pengangkutan yang murah dan sedapat mungkin gratis karena pengangkutannya didonasikan oleh perusahaan logistik yang memiliki armada angkutan banyak dan banyak ide dalam situasi seperti ini.

 

While, kendaraannya tetap perlu diberikan bahan bakar, tetapi perusahaan logostiknya tidak perlu mengambil untung dalam gerakan kemanusaian ini. Demikian pula biasanya beras setelah diangkut dari daerah produksinya di pasar-pasar kota besar akan jatuh ke tangan para pedagang yang tentu membutuhkan biaya sewa gudang, profit margin dan lain sebagainya.

 

Lagi-lagi biaya sewa gudangnya dalam gerakan kemanusiaan ini menjadi nol karena gudangnya juga telah tersedia secara gratis. Pun demikian dengan profit marginnya yang tidak lagi dikenankan oleh lembaga sosial yang menangani project ini. Maka kita bisa melihat sekarang unsur-unsur yang hilang dalam pembentukan harga beras tersebut.

 

Artinya beras yang didistribusikan oleh Humanity Logistic ini akan jauh lebih murah dari harga normalnya. Dan ini yang dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang terganggu pendapatannya ini. Bahkan para donatur yang hendak membantu orang-oarang yang tidak lagi berpenghasilan pun dengan jumlah dana yang sama akan bisa membantu lebih banyak orang karena sembako berupa beras yang dibelinya berharga lebih murah.

 

Lantas dari mana gerakan Humanity Logistic ini memperoleh dananya ? Utamanya tentu dari donasi kaum aghniyaa yang diberi karunia masih berkelebihan dalam situasi 'perang' ini. Tetapi selain donasi ini ALHAYA Humanity Logistic juga akan mencari dana-dana secara kreatif lainnya yang intinya agar kedepannya tidak bergantung pada donasi individual.

 

InsyaAllah perang ini bisa kita menangkan semua sehingga ekonomi bisa pulih kembali, masyarakat bisa kembali berpenghasilan seperti semula, dan yang sempat kehilangan pekerjaan dan penghasilannya kembali memperoleh pekerjaan dan penghasilannya. Namun ALHAYA Humanity Logistic insyaAllah akan tetap ada karena lembaga ini menggunakan kasus perang melawan Corona sebagai inspirasi untuk lahirnya layanan sosial berupa Humanity Logistic ini.

Diluar perang melawan Corona, dari waktu ke waktu layanan demikian akan tetap dibutuhkan untuk mengatasi berbagai perang-perang lainnya misalnya perang melawan kemiskinan, melawan kelaparan, melawan musibah bencana alam, dan lain sebagainya.

 

ALHAYA Humanity Logistic juga tidak berpotensi bisa berjalan sendiri, malah kami memposisikan diri sebagai benda yang sangat kecil sedemikian kecil sehingga kami bisa masuk ke lubang-lubang atau celah-celah seberapa pun ukurannya. Artinya, kalau pemerintah sudah berperan luas mengatasi segala problem sosial yang ada di masyarakat, demikian pula lembaga-lembaga sosial besar sudah bergerak, kami tinggal mengamati apa yg kurang dan apa yg masih dibutuhkan dari semua gerakan besar tersebut dan yang dibutuhkan inilah yang coba kami isi.

 

Seperti saat ini yang kami lihat perlu diisi adalah keahlian dan infrastruktur di bidang logistik ini, maka inilah yang kami isi saat ini. Bersamaan dengan kelahiran gerakan sosial ALHAYA Humanity Logistic ini, saat ini Alhamdulillah sudah terkumpul infrastruktur pergudangan lengkap dengan kantor dan mess karyawannya, serta sejumlah kendaraan pengangkut yang siap dioperasikan di tempat yang sangat strategis sehingga siap digerakan kapan saja bila dibutuhkan.

 

Namun kami juga masih membutuhkan para kontributor atau sukarelawan, khususnya yang menguasi seluk beluk logistik ini. Silahkan menghubungi kami bila Anda ingin ikut terlibat dalam perang besar melawan Covid-19 ini.