Ketika Diam Adalah Dusta

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 11 Desember 2018

Ketika Diam Adalah Dusta

Diam ternyata tidak selalu berarti emas, diam bahkan bisa berarti dusta. Kapan diam kita menjadi dusta ? salah satunya yaitu ketika kita tahu ada kelaparan di sekitar kita dan kita diam (QS 107:3). Sampai sekarang FAO masih memajang di head line country report untuk Indonesiabahwa ada 60 juta orang “…go bed hungry every night…” di Asia Tenggara dan hampir sepertiganya di Indonesia. Untuk tidak menjadi pendusta-pendusta agama kita harus berbuat, dan untuk ini insyaAllah kini sudah tersedia sarananya di hunger.zone seperti yang saya janjikan di Ramadhan lalu.

 

 

Masalah tuduhan pendusta agama ini adalah tuduhan yang sangat-sangat serius karena yang menuduh adalah Dia Yang Maha Tahu – jadi tuduhannya pasti benar. Bila kita tidak menganjurkan saja untuk memberi makan orang miskin – tuduhan itu sudah berlaku untuk kita.

 

Maka inilah at least yang harus kita lakukan , yaitu menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. Mudah kita ucapkan tetapi berapa banyak ini kita lakukan sudah ? sedangkan di sekitar kita ada 19.4 juta orang lapar atau ada 1 orang lapar dari setiap 13 orang dari kita.

 

Bila tetangga dalam definisi Islam adalah 40 rumah ke depan-belakang-kanan dan kiri atau total 160 rumah, maka rata-rata ada 12 rumah dalam lingkup tetangga kita yang tidur malamnya dalam kondisi lapar. Tidakkah kita ingin mengenali mereka ? Tetapi bagaimana melakukannya ?

 

Maka di zaman teknologi ini, dimana setiap jengkal lahan bisa dipetakan oleh mbah google – tentu kita bisa melakukan hal yang sama untuk memetakan setiap adanya (potensi) kelaparan di sekitar kita.

 

Dengan melakukan hal yang sangat ringan, yaitu men-download aplikasinya di www.hunger.zone  kemudian menginstall di smartphone Android Anda (untuk yang pakai iPhone – belakangan) - Dari sini Anda sudah bisa mulai ikut mendata kelaparan di sekitar Anda setelah Anda register. Data yang Anda unggah akan bisa dilihat oleh orang-orang lain yang ingin berbuat sesuatu untuk mengatasi kelaparan ini.

 

Bila satu dari 13 orang lapar, maka sesungguhnya ringan bagi 12 orang yang kenyang untuk (sebagian) memikulnya agar tidak terjadi kelaparan ini. Maka inilah yang harus bisa kita lakukan, yaitu mengatasi kelaparan yang selama 70 tahun negeri ini Merdeka dan 7 presiden berganti – kenyataannya masih menunjukkan 19.4 juta orang lapar tersebut.

 

Setelah data Anda terunggah, what next ? Di antara Anda dapat mengajukan ke kami (mailto : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ) untuk menjadi verifikator dari data-data tersebut untuk wilayah masing-masing. Dengan adanya data yang diverifikasi ini, maka insyaAllah data yang tersaji di hunger.zone akan akurat. Data yang belum terverifikasi akan menujukkan titik merah di peta, sedangkan data yang terverifikasi akan merubahnya menjadi orange.

 

Siapa yang akan bisa menggunakan data ini ? ya siapa saja yang ingin berbuat untuk mengatasi kelaparan ini, yaitu siapa saja yang ingin melepaskan diri dari tuduhan pendusta agama tersebut di atas.

 

Dengan system ini Anda bersama tetangga atau jama’ah masjid Anda bisa rame-rame mengatasi kelaparan di tetangga masjid dalam radius 160 rumah. Tanpa harus takut overlap dengan gerakan masjid lain karena yang disantuni masjid lain-pun akan muncul datanya.

 

Karena suara Adzan dari satu masjid kini sudah overlap dengan suara adzan dari Masjid lain, maka seharusnya sudah tidak ada lagi tentangga masjid yang masih lapar. Demikian pula satu sekolah dengan sekolah lain, insyaAllah akan kita mulai dari tetangga sekolah- sekolah kita. Tetangga jaringan sekolah kuttab al-fatih tidak boleh ada yang lapar misalnya.

 

System ini juga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang rata-rata memiliki dana CSR. Kini Anda bisa mengarahkan penggunaan dana CSR Anda secara tepat sasaran dan tidak overlap dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain. Yaitu untuk mengatasi hal yang sangat urgent – kelaparan !

 

Tetapi bagimana kita tahu seseorang itu lapar atau tidak ? Kalau rata-rata orang butuh energi 2,000 kcal setiap hari, maka yang konsumsinya kurang dari ini sangat berpotensi lapar. Berapa harga energi  2,000 kcal ini ? pernah ada yang menghitung di Indonesia sekitar 25 mg emas – mungkin tidak akurat, tetap setidaknya ini bisa jadi acuan untuk deteksi dini adanya kelaparan di sekitar kita.

 

Jadi matematikanya kurang lebih seperti ini : untuk tidak lapar, kita butuh konsumsi seharga lebih dari 25 mg emas x 30 hari/bulan = 750 mg emas/bulan. Konsumsi ini kurang lebih adalah 1/3 dari kebutuhan (selebihnya untuk rumah, pakian, pengobatan dlsb). Maka dibutuhkan daya beli setara dengan 2,250 mg atau 2.25 gram emas per orang per bulan.

 

Dari sini kita akan lebih mudah mendeteksi adanya potensi kelaparan dari waktu ke waktu di sekitar kita. Misalnya kita tahu ada suami istri tetangga kita yang memiliki 2 anak. Maka untuk 4 orang ini kurang lebih dibutuhkan 4 x 2.25 gram atau 9 gram per bulan untuk tidak lapar. Dengan harga emas sekarang di kisaran Rp 500,000/gram, maka satu keluarga dengan 4 anggota tersebut membutuhkan daya beli sekitar Rp 4.5 juta.

 

Tentu ini estimasi rata-rata, bisa lebih murah di desa-desa yang banyak kebutuhannya  tidak perlu beli. Bisa menjadi jauh lebih mahal bagi masyarakat perkotaan yang untuk mendapatkan air bersih-pun harus membeli.

 

Setelah diidentifikasi (I=Identification) melalui data-data yang Anda submit, kemudian di verifikasi (V=Verification) oleh sebagian Anda yang mau menjadi sukarelawannya sebagai verifikator – maka data kelaparan ini bisa menjadi acuan untuk solusi pengatasannya (O=Overcome). IVO inilah inti dari system yang dikembangkan secara bertahap di hunger.zone.

 

Mengatasi kelaparan tentu tidak hanya sekedar menyantuninya dari hari ke hari. Bagi janda-janda yang sudah tua misalnya, yang tidak mungkin diberdayakan lagi – maka santunan memang tetap menjadi cara yang harus dilakukan.

 

Tetapi bagi yang berpotensi untuk diberdayakan – maka inilah kesempatan penyaluran dana-dana CSR untuk bisa efektif. Yang mau bertani, bisa kita ajari untuk menjadi petani yang tangguh. Yang mau berdagang bisa kita ajari berdagang. Wanita-wanita yang ingin memiliki ketrampilan bisa kita ajari ketrampilannya dst.

 

Lantas apa program ini tidak overlap dengan program pemerintah ? Bisa jadi memang sebagiannya overlap. Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab yang harus dilakukannya, tetapi pemerintah dari pusat sampai daerah nampaknya cenderung malu untuk mengakui bila ada warganya yang lapar – buktinya tidak ada yang membahas tampilan halaman utama country report-nya FAO tersebut di atas.

 

Tetapi lebih dari itu, yang dituduh Allah sebagi pendusta agama kan kita-kita ini bila kita tidak berbuat minimal menganjurkan untuk memberi makan bagi orang miskin. Maka inilah yang harus mulai kita lakukan, kami dan team bekerja keras untuk menyiapkan systemnya sejak Ramadhan lalu – kemudian mewakafkannya berupa aplikasi yang bisa diunduh dan digunakan oleh siapa saja termasuk Anda semua yang tidak ingin berdusta terhadap agama.

 

Mudah-mudahan dengan ini Dia menjadi ridlo, dan memasukkan kita semua ke golongan kanan sebagaimana janjiNya untuk orang-orang yang mau menempuh jalan yang mendaki lagi sukar, memberi makan di hari kelaparan (QS  90:11-18). Amin.