Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 23 September 2018

Investasi

Bahkan Investor Besar-pun Lari Ke Emas...

us MeltAda berita menarik yang saya ingin share dengan pembaca situs ini, berita ini dimuat di Blommberg kemarin. Bagi yang tertarik baca beritanya langsung - silahkan klik ke link yang saya berikan ini. Bagi yang tidak sempat baca berikut saya sampaikan inti sarinya.

Dalam sebuah interviewnya  Eric Sprott, Chairman dan pendiri Sprott Asset Management Inc. Canada mengungkapkan bahwa  Amerika baru dalam tahap awal depresi yang akan mendorong harga emas naik lebih dari dua kali dari sekarang - perkiraan dia akan berada pada kisaran angka US$ 2000/ oz.

Pendapat Eric Sprott ini menjadi perhatian dunia karena selain dia mengelola dana yang besarnya US$ 4.5 Milyar; pernyataan-pernyataannya sebelumnya juga banyak yang terbukti. Beberapa bulan sebelum tragedi Lehman Brothers dan Bear Stearns & Co.  misalnya, Eric sudah mengingatkan akan apa yang disebut systemic financial melt down.

Keputusan Eric Sprott yang sejak Maret tahun lalu mulai mengamankan sebagian dana yang dikelolanya ke emas juga terbukti menjadi keputusan yang benar, sejak keputusan tersebut  81 dari Fortune 500 Companies telah mengalami penurunan index sampai 62 %.

Read more...

M-Dinar : Bagaimana Mulai Menggunakannya…

Login

Harus saya akui bahwa persiapan M-Dinar ini kalah cepat dengan tumbuhnya minat masyarakat untuk segera menggunakannya. Banyak hal yang masih harus kita sempurnakan, tetapi secara prinsip M-Dinar telah dapat digunakan. Beberapa penyempurnaan insyaallah akan terus dilakukan tanpa henti, sehingga pada waktunya nanti M-Dinar akan benar-benar praktis untuk digunakan.

 

Berikut adalah cara yang sudah bisa dilakukan oleh pengguna konsumen maupun para pedagang (terutama di dunia maya) dengan M-Dinar account-nya.

 

1) Mendaftar untuk menjadi pemegang account di M-Dinar sungguh mudah; yang Anda perlukan hanya buka situs www.m-dinar.com kemudian klik menu full-web (atau langsung ke www.m-dinar.com/indo.php). Di sidebar kiri paling bawah ada link ke create account; klik link ini dan Anda akan diminta isi 4 informasi saja yaitu nama anda, user name yang akan anda gunakan, email Anda (harus valid karena akan dikonfirmasi), dan password

reg

 

Setelah Anda isi dan klik register, maka tahap awal pendaftaran Anda selesai. Anda diminta untuk mengkonfirmasi pendaftaran Anda melalui email yang Anda daftarkan tersebut diatas. Setelah Anda konfirmasi, Anda akan sudah resmi terdaftar sebagai pemegang account M-Dinar – namun Anda belum bisa transaksi dan belum memiliki nomor account.

 

2) Untuk bisa transaksi Anda harus punya saldo di rekening Anda; pengisian saldo awal dapat dilakukan melalui pembelian Dinar seperti membeli Dinar biasa. Bisa melalui email yang terdaftar di www.geraidinar.com , atau sms ataupun telpon ke nomor-nomor yang tercantum di kontak GeraiDinar.Com.  Pada saat pengisian saldo awal ini, Anda akan diminta nomor HP karena nomor ini yang selalu Anda ingat – nomor HP Anda ini selanjutnya juga akan menjadi nomor account Anda.

 

Read more...

M-Dinar : Implementasi dari Idenya Dr. M…

m-dinar

Dr. Mahathir  Muhammad atau sering disebut Dr. M, adalah (mantan) pemimpin negara di zaman modern ini yang sudah nyambung dengan konsep Dinar dan implementasinya untuk perdagangan antar negara - sejak dia masih berkuasa !. 

 

Pagi ini di harian nasional Republika, sekali lagi dimuat pemikiran beliau untuk memboikot US$ yang negaranya telah menjadi sponsor utama dalam serangan Israel pada saudara-saudara kita di Gaza.

 

Dengan apa umat ini bisa meninggalkan US$ ?, dengan apa lagi kalau bukan dengan Dinar Emas.

 

Kalau negara-negara di Eropa bersusah payah membentuk mata uang tunggal mereka Euro; Umat Islam tidak perlu terlalu banyak buang waktu karena seluruh konsep Dinar – blue print-nya (kalau di bahasa pemrograman komputer class-nya) sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

 

Blue-print atau Class inipun telah beratus tahun diimplementasikan dengan baik dari khalifahan satu ke khalifahan lainnya, sebelum umat Islam kehilangan kekhalifahan terakhir tahun 1924.

 

Pembayaran perdagangan  antar negara dengan menggunan Dinar-pun sudah dilakukan di dunia Islam melalui apa yang disebut Al-Suftajah – ratusan tahun sebelum dunia perdagangan barat melahirkan Bill of Exchange.

 

Sebagai agama akhir zaman, solusi Islam bisa sangat modern tanpa harus kehilangan ke-islamannya. Maka Al-Suftajah di jaman modern inipun tentu dapat menggunakan teknologi mutahir dengan internet maupun teknologi mobile communication. M-Dinar  adalah salah satu bentuk Al-suftajah modern ini.

 

Read more...

Golongan Sedikit Yang Menang, Golongan Kebanyakan Yang...

 

Kid

Suatu saat Umar bin Khattab R.A. mendengar seseorang berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar Allah berfirman, “ Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur ”, makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut. 

Golongan yang sedikit ini yang di dunia saat ini jadi bulan-bulanan, termarginalkan dan diserang habis-habisan seperti yang terjadi di Gaza sampai pekan lalu. Namun justru dari golongan yang sedikit inilah sekali lagi terbukti kebenaran firman Allah SWT : "….Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS  2 : 249).

Dua tahun lalu saya membeli buku dengan judul Microtrends : The Small Forces Behind Today’s Big Changes (Penguin Books, 2007). Menariknya di buku tersebut (hal 355) ada di tulis antara lain kekuatan HAMAS yang menurut penulis (Mark J. Penn) dikategorikan sebagai kekuatan kecil yang akan merubah dunia. Dengan ‘kemenangan’ HAMAS pekan lalu – sekali lagi hal ini membuktikan bahwa yang merubah Dunia bukan golongan orang ‘kebanyakan’ – golongan yang sedikitlah yang berperan.

Lalu golongan orang ‘kebanyakan’ bagaimana ?, kalau nggak ikut-ikutan memojokkan yang sedikit – setidaknya golongan yang banyak hanya bisa  menonton perjuangan dari golongan yang sedikit ini.

Ingin tahu karakter golongan orang ‘kebanyakan’  ini versi Al-Qur’an ? (bukan versi saya lho !); setidaknya saya menemukan minimal 65 Ayat berikut :

Read more...

Hijrah Dari Mengejar Dunia Menjadi Dikejar Dunia…

hijrah

Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi :

 

"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".

 

Hadits ini bisa menjadi inspirasi yang efektif dalam muhasabah diri kita pada akhir tahun 1429 H yang hampir bersamaan  dengan akhir tahun 2008 ini.

 

Hanya diri kita yang tahu, pada saat ini kita termasuk golongan yang mana dari dua kelompok manusia yang disebut dalam hadits tersebut diatas. Apakah kelompok yang sudah menjadikan akhirat sebagai tujuan kita, atau masih berada dalam kelompok yang mengejar dunia.

 

Checklist sederhana berikut dapat  menjadi  peta untuk mengetahui dimana diri kita berada saat ini :

 

1.     Apakah hati kita sudah merasa berkecukupan dengan segala yang ada, meskipun tidak berarti kita harus ‘kaya’ ?

2.     Apakah segala urusan-urusan kita terasa mudah atau dimudahkanNya ?

3.     Apakah ‘dunia’ mendatangi kita dengan patuh dan hina ?

 

Beruntunglah kita kalau dengan mantab kita bisa menjawab Ya untuk ketiga pertanyaan tersebut diatas, artinya bisa jadi kita sudah termasuk orang golongan pertama – yaitu yang menjadikan akhirat tujuannya.

 

Sebaliknya bila ada jawaban kita yang “Tidak”, maka sangat bisa jadi kita masih termasuk orang-orang di golongan kedua yaitu yang menjadikan dunia harapan kita. Kenyataan segala permasalahan umat ini yang nampaknya serba sulit mengindikasikan bahwa mayoritas kita masih dalam kelompok yang kedua ini.

 

Read more...