Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 18 Juli 2018

Investasi

Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang…?, Saran Saya Jangan…!.

Gadai

Sebenarnya sudah cukup lama banyak pertanyaan ke saya mengenai konon adanya cara cepat untuk mengumpulkan kekayaan berupa emas, melalui gadai emas ke perusahaan pegadaian maupun perbankan. Karena banyaknya pertanyaan tersebut, maka jawaban saya lebih baik saya tulis secara umum agar tidak setiap saat saya harus menjelaskan hal yang sama – ke pembaca-pembaca setia web ini.

 

Saya sendiri jujur  tidak tertarik untuk mempelajari trik-trik untuk cepat kaya ini, jadi mohon maaf bila jawaban saya kurang detil. Pengetahuan saya sebatas apa yang disampaikan oleh penanya yang pada umumnya mengungkapkan bahwa cara untuk cepat memiliki emas dalam jumlah besar dengan harga beli yang katanya hanya sepertiga harga pasar adalah sebagai berikut :

 

Pertama membeli emas dengan harga normal, kemudian menggadaikannya untuk memperoleh cash 80% dari harga beli emas pertama. Setelah ditambah 20% tambahan modal, maka uang gadai yang diterima cukup untuk membeli emas yang kedua dst. Begitu seterusnya sampai suatu titik dimana emas yang dibeli tidak digadaikan lagi, tetapi dijual untuk menebus emas-emas yang digadaikan di awal.

 

Teorinya keuntungan akan diperoleh ketika emas naik 30% sedangkan pinjaman dari pegadaian atau bank syariah tetap/tidak naik, diluar biaya penitipan, admin dlsb.  Asumsi pertama bahwa emas akan naik 30% sebenarnya tidak terlalu meleset karena memang appresiasi harga emas rata-rata tahunan dalam 40 tahun terakhir mencapai 31 %; yang perlu diingat adalah angka tersebut adalah rata-rata 40 tahun, atau rata-rata jangka panjang. Semakin pendek periode, semakin tidak pasti kenaikan ini.

 

Read more...

Investasi Alternatif : Ternak Sapi Dengan Hitungan Dinar…

Lembu Ageng

Saya tetap konsisten dengan pendapat saya sebelumnya, bahwa investasi terbaik kita adalah dana kita yang kita infaqkan; yang kedua adalah sector riil yang dijalankan dengan baik, yang ketiga adalah investasi di Dinar, sedangkan investasi lainnya akan berada di urutan dibawahnya.

 

Untuk contoh investasi sector riil, kali ini saya ingin menulis sedikit tentang beternak sapi. Dua alasan mengapa subjek ini saya pilih, pertama karena ada program pemerintah yang mentargetkan Indonesia untuk swasembada daging sapi tahun depan.

 

Untuk mencapai swasembada daging sapi ini Indonesia akan  butuh lebih dari 14 juta ekor sapi, sedangkan sampai akhir tahun lalu berdasarkan data BPS – sapi kita tidak lebih dari 12 juta saja. Artinya kita masih butuh tambahan lebih dari 2 juta ekor sapi lagi. Karena kenyataan inilah yang membuat sampai sekarang kita masih mengimpor sekitar 28% dari kebutuhan daging sapi nasional kita.

 

Alasan kedua, karena setidaknya saya sudah mulai mencoba sendiri investasi di sapi ini – jadi sedikit banyak ada yang sudah saya pelajari tentang investasi ini.  Peternakan kecil-kecilan, namun kita cita-citakan insyaAllah menjadi besar ini secara berkelakar kita beri nama peternakan Lembu Ageng –Tapos (nantinya insyallah ada Lembu Ageng – Jonggol dst . tergantung lokasi yang kita pilih). Sapi dalam latar belakang ilustrasi disamping adalah salah satu Lembu Ageng koleksi kami.

 

Menguntungkan-kah investasi sapi ini ?; begini hitungannya diatas kertas : ( realitanya masih perlu diuji beberapa tahun kedepan ketika bisnis sapi ini menjadi bisnis yang mateng).

 

Secara konsisten saya gunakan Dinar sebagai tolok ukur; karena kalau ukurannya Rupiah atau uang kertas lainnya – dengan hasil 10 %-pun kita sudah merasa untung padahal hasil ini bisa jadi masih dibawah inflasi.

 

Read more...

BMT Model Berbasis Dinar…

Front ViewAlhamdulillah setelah melalui proses renovasi fisik dan infrastruktur IT selama beberapa bulan, bangunan yang selama ini kita pakai sebagai markas GeraiDinar – kini berubah menjadi markas GeraiDinar sekaligus menjadi lokasi BMT Model berbasis Dinar yang pertama di Indonesia.

 

Bangunan 2 lantai dengan total luas ruangan mencapai kurang lebih 400 m2 ini, sekarang masih menyisakan banyak ruangan terutama di bagian belakang dan lantai atas ( bangunan berbentuk huruf T, membesar di belakang) - yang sangat memungkinkan  untuk pengembangan kedepan. Alamat dari bangunan ini ada di menu kontak dari situs GeraiDinar.Com – lengkap dengan sejumlah line telpon yang kini kami aktifkan semua untuk dapat melayani pelanggan kami dengan lebih baik.

 

Kehadiran kantor yang terintegrasi dari GeraiDinar dan BMT Daarul Muttaqiin ini insyaAllah akan dapat lebih menyatukan layanan kedua institusi yang memang kini semakin saling melengkapi.  Kehadiran kantor fisik dengan layanan lengkap, stok Dinar yang insyaAllah selalu ada dan juga pencairan dari Dinar ke Rupiah on the spot - langsung dibayar tunai atau transfer , akan meningkatkan value dari Dinar Anda.

 

Dengan kantor yang terintegrasi ini pula Anda dapat misalnya membeli Dinar di GeraiDinar , kemudian langsung meng-konversi-nya menjadi tabungan M-Dinar dari BMT Daarul Muttaqiin. Atau sebaliknya, menarik tabungan Anda dalam bentuk Dinar – kemudian menjualnya dengan harga terbaik di DinarWorld.Com dengan selisih harga hanya 2 % dari harga jual GeraiDinar.Com misalnya.

 

Pada hari dan jam kerja, Anda bisa juga datang langsung ke lokasi bertemu dengan para petugas customer services kami untuk konsultasi atau bertanya langsung seluk beluk per-Dinar-an ini atau segala sesuatu tentang BMT.

Read more...

Komposisi Investasi : Asuransi, Deposito dan Dinar…

Komposisi Investasi

Sebenarnya saya enggan menulis perbandingan hasil investasi dari ketiga produk ini, yaitu asuransi, deposito dan Dinar emas karena takut oversell Dinar terhadap produk-produk lainnya. Namun karena baik asuransi maupun deposito adalah dari industri yang sudah matang dan sudah sangat baik penetrasinya di pasar,  saya pikir tidak akan mengurangi pangsa pasar mereka sedikitpun bila sebagian kecil masyarakat – mulai melirik  atau mengalihkan sebagian investasinya di Dinar.

 

Untuk membuat perbandingan yang adil,  data saya ambilkan dari data riil yang benar-benar bisa masyarakat peroleh dan uji di pasar. Untuk contoh aplikasi asuransi saya ambilkan dari penawaran resmi cabang syariah dari perusahaan asuransi yang tergolong terbaik di dunia apalagi di Indonesia. Untuk produk deposito saya ambilkan dari simulasi salah satu Bank Syariah kenamaan di Indonesia dalam situs resminya. Untuk Dinar, harga disimulasikan menggunakan statistik harga selama 40 tahun dari Kitco.

 

Dari data-data tersebut, angka yang saya ambil sebagi pembanding adalah sebagai berikut :

 

Untuk asuransi dari tiga scenario hasil investasi 6%, 12% dan 18 % ; saya ambil yang tengah 12 %. Untuk deposito saya ambil bagi hasil bersih setelah pajak yang jatuh pada angka rata-rata 8%. Untuk Dinar saya ambil dari rata-rata appresiasi nilai emas per tahun dari statistik 40 tahun Kitco, yaitu pada angka 31%/tahun.

 

Read more...

Kunci Kombinasi 4 Digit Untuk Membuka Kemakmuran…

Kunci Kemakmuran

Hari-hari ini rakyat gencar disuguhi oleh berbagai iklan kampanye dari para calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang sedang mengumbar janji di perbagai media masa. Karena rata-rata penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan – setidaknya menurut standar Islam, maka tidak heran tema kampanye banyak yang fokus pada upaya meraih dukungan rakyat miskin ini.

 

Sayangnya menurut saya sendiri, seluruh program-program yang ditawarkan oleh para Capres-Cawapres tersebut kalau toh nantinya benar-benar direalisasikan – belum akan membawa kemakuran bagi rakyat kebanyakan.

 

Mengapa saya berpendapat demikian ?, begini penjelasan saya :

 

Membangun kemakmuran bagi rakyat banyak adalah seperti Anda berusaha membuka kopor yang terkunci dengan kunci kombinasi 4 digit minimal (bisa lebih kalau kita elaborate lebih jauh);  kopor atau kemakmuran baru akan terbuka bila keempat angka digit tersebut berada di posisi yang benar. Satu saja tidak benar maka kopor tidak terbuka alias kemakmuran tidak terealisasikan.

 

Empat digit kunci kombinasi kemamuran ini adalah Akses Kapital, Akses Pasar, Akses Sumber Daya dan tidak kalah pentingnya adalah Akses Nilai Yang Adil.

Read more...