Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 25 Agustus 2019

Entrepreneurship

Dari Local Max Ke Big Max…

local-max

Tulisan saya kali ini saya ambilkan dari materi Entrepreneurship Training untuk kalangan pegawai dan professional yang kami kembangkan bersama Center for Islmic Entrepreneurship Development (CIED).

 

Perjalanan karir sukses seorang karyawan atau professional yang paling umum dapat kami gambarkan seperti grafik disamping yang disebut grafik Local Max. Karyawan atau professional muda, mulai dari titik A kemudian yang sukses menanjak karirnya sampai puncak di titik B.

 

Titik B ini adalah titik Local Max dimana sesorang karyawan atau professional stuck dengan apa yang dicapainya; bisa jadi dia sudah menjadi eksekutif puncak atau professional yang diakui dibidangnya. Tetapi yang dia lihat kemanapun adalah penurunan.

 

Karena penurunan ini menyakitkan, sedikit saja yang mau menempuh perjalanan dari B ke C, sehingga mayoritas karyawan dan professional berhenti di titik B ini.

 

Kalau Anda puas dengan grafik Local Max Anda, maka Anda-pun berhenti disini.

 

Read more...

Aslim Taslam, Then…Gold is Antidote To The Crisis…

Aslim-Taslam

Bahan tulisan saya kali ini adalah gabungan dari Khutbah Iedul Adha 08/12/08 pagi dari Ustadz Ihsan Tanjung dan acara televisi di Business News Network malamnya yang membahas fenomena Gold Backwardation di pasar emas internasional.

 

Dalam   khutbah Iedhul Adha tersebut Ustadz Ihsan mengingatkan kita semua atas kewajiban berdakwah, yaitu secara khusus mengajak kaum non-muslim di sekitar kita untuk ikut masuk Islam.

 

Hal ini dicontohkan langsung dengan ucapan Rasulullah yang sangat terkenal yaitu  Aslim Taslam yang artinya “Masuk Islam-lah engkau, niscaya engkau bakal selamat (dunia dan akhirat)”. (HR. Bukhari).

 

Selama ini kita mungkin ada perasaan nggak enak untuk mengajak masuk Islam temen-temen dekat kita, tetangga dekat, staff di kantor dlsb. yang beragama non-muslim.  Tetapi khutbah Ustadz Ihsan tersebut memberi perspektif lain tentang kewajiban berdakwah ini.

 

Karena kita yakin bahwa agama Islam ini yang benar dan kita yakin bahwa dengan jalan ini kita akan selamat di dunia dan akhirat; bukankah kita terlalu egois kalau kita ingin menikmatinya sendiri – tanpa mengajak orang-orang yang kita kenal (yang belum muslim) untuk mengikutinya pula ?.

Read more...

Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta

Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.


Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut : Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kemu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, dikala krisis moneter menghantam negeri ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-sauadara kita kesulitan. sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya ya yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita investasikan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya. Wallahu A’lam bis showab.
 

Prediksi Harga Emas Dari Citigroup…

gold-bar

Saya lagi di Perkebunan Gunung Ringgit ketika harian the Telegraph - Inggris me-released prediksi harga emas dari Citigroup pekan lalu sehingga saya tidak bisa menurunkan tulisan ketika berita ini lagi hangat-hangatnya di pasar emas dunia.

 

Namun karena anailsa-analisa yang dibuatnya cukup valid dan dikeluarkan  oleh pihak yang juga cukup competent, maka meskipun terlambat saya kutip juga prediksi tersebut.

 

Prediksi ini sebenarnya bemula dari nota internal Citigroup kepada kliennya yang intinya menyatakan bahwa harga emas akan dapat mencapai US$ 2,000/troy oz dalam dua tahun mendatang, dan kemungkinannya adalah akhir tahun 2009.

 

Prediksi ini kemudian tidak dibantah, malah ditegaskan oleh Tom Fitzpatrick – Chief Technical Strategist dari bank tersebut.

 

Menurut Tom, ini tidak lain karena bank-bank sentral dunia telah membanjiri sistim moneter dengan likuiditas – uang kertas. Saat ini uang kertas ber-trilyun Dolllar tersebut ibarat debu beterbangan – mencari tempat untuk jatuh. Setelah jatuh akan menjadi tumpukan uang kertas dan guncangan inflasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

 

Read more...

Belajar Dari Kehidupan Bebek Liar...

Ketika saya mulai menulis tentang Netpreneur beberapa minggu lalu, ternyata banyak response dari pembaca yang serius ingin melakukan hal yang sama atau mirip dengan apa yang saya lakukan.


Dari response-response tersebut, saya dapat memahami bahwa apa yang dulu saya rasakan tentang kebosanan dan kejenuhan di tempat kerja – juga dialami oleh sekian banyak orang lain. Tidak peduli dia di perusahaan besar atau kecil, perusahaan bonafid atau tidak, sebagai karyawan biasa atau eksekutif – selalu ada (dan banyak) yang mersa bosan, jenuh, stuck , merasa di dhalimi dan berbagai perasaan tidak mengenakkan lainnya.

Lantas pertanyaannya, meskipun sekian banyak orang tidak bahagia dengan pekerjaannya selama ini – mengapa sebagian besar mereka tetap bertahan sampai pensiun?. Macam-macam jawabannya, tetapi apapun jawabannya yang jelas mereka tidak (berani) memulai segera untuk berubah…

Berikut adalah 3 hal yang paling sering menjadi mental block yang mengunci kita dalam ‘penjara’ pekerjaan dan bagaimana cara melepaskan diri darinya.

Read more...