Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 26 Maret 2019

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Tue, 26 Mar 2019 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,377,689 Beli Rp. 2,282,581

  • Harga Dinar Emas per Tue, 26 Mar 2019 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,389,833 Beli Rp. 2,294,240

  • Harga Dinar Emas per Tue, 26 Mar 2019 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,394,514 Beli Rp. 2,298,733

  • Harga Dinar Emas per Tue, 26 Mar 2019 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,396,648 Beli Rp. 2,300,782

  • Harga Dinar Emas per Mon, 25 Mar 2019 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,387,477 Beli Rp. 2,291,978

Entrepreneurship

Musibah Yang Kita Buat Sendiri…

G20

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). QS 42:30

 

Hari ini para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 dijadwalkan bertemu di London untuk mencari solusi atas krisis finansial global yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.

 

Beda dengan pertemuan-pertemuan petinggi negara yang biasanya dihiasi banyak senyum dan tawa; pertemuan kali ini nampaknya akan cukup tegang karena sedari awal sudah ada dua kubu yang bertentangan.

 

Kubu Amerika, Inggris dan negara-negara pendukungnya memandang stimulus ekonomi-lah solusi dari krisis ini. Sementara Perancis dan Jerman berpendapat bahwa pengetatan regulasi finansial harus menjadi prioritas yang utama.

 

Diluar forum para pemimpin dunia tersebut bertemu, sejak kemarin demonstrasi hebat terjadi di London. Lebih dari 4000 demonstran yang sudah mulai mengarah pada anarki ini mengusung tema anti kapitalisme, karena menurut mereka kapitalisme inilah yang telah menimbulkan kesengsaraan yang mereka kini derita.

 

Read more...

Pelajaran Dari Krisis Financial…

Kartu

Meskipun dampaknya yang sangat luas melanda seluruh dunia, nampaknya sangat sedikit orang yang memahami apa dan bagaimana krisis ini, dari mana dia berasal, apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya dst. Karena sedikit  yang paham, maka lebih sedikit lagi yang bisa mengambil pelajaran.

 

Agar kita bisa mengambil pelajaran, marilah kita menjadi golongan yang sedikit tersebut dengan mencoba memahami krisis ini. Saya berusaha menulisnya dengan sederhana berupa point-point pentingnya saja sebagai berikut :

 

·       Krisis ini bermula di Amerika Serikat; penyebab awalnya adalah tindakan bank sentral mereka the Fed yang berusaha memulihkan ekonomi paska peristiwa WTC 9/11 dengan cara menurunkan suku bunga secra terus menerus.

 

·       Rendahnya suku bunga memicu keluarga-keluarga di Amerika keranjingan meng-‘gadaikan’- rumahnya, menjadikan rumah-rumah mereka sumber duit untuk keperluan yang nggak terlalu penting sekalipun.

 

·       Karena maraknya permintaan kredit perumahan ini, maka lahirlah opportunis-opportunis baru seperti Quick Loan Funding yang memberikan kredit bahkan ke orang-orang yang tidak layak menerima kredit, atau seperti Ownit yang memberikan kredit perumahan sampai 100% - tanpa pengaman uang muka !.

·       Kredit atau pinjaman ke orang yang tidak seharusnya menerima yang kemudian disebut Sub-prime borrowers, inilah yang kemudian memicu gelombang krisis yang sangat besar dan luas dampaknya.

·       Penyebar luasan kredit buruk ini difasilitasi oleh pasar modal kebanggaan Amerika – Wall Street – yang mem-package investasi-investasi ‘sub-prime’ menjadi seolah investasi yang menjanjikan. Investor diseluruh dunia membeli investasi buruk ini hanya karena melihat ini berasal dari Wall Street di Amerika – yang mereka selalu banyangkan sebagai ‘gurunya’ investasi.

·       Situasi ini diperburuk dengan munculnya product-product dengan nama canggih seperti Collateralized Debt Obligations (CDOs) yang tidak hanya tidak dipahami oleh orang awam, tetapi gurunya bank sentral sekaliber Alan Greenspan – pun mengaku tidak memahami produk ini .

·       Bukan hanya perorangan, atau investor tanggung yang membeli produk-produk investasi buruk tersebut. Bahkan institusi pemerintah-pun ikut-ikutan membeli.

Read more...

Bila Terpaksa Harus Berhutang, Kemana…?.

Kafalah

Pada tulisan saya tanggal 17 Maret 2009 lalu saya menganjurkan agar kita tidak mengandalkan hutang dalam mengatasi krisis (ekonomi) atau membangun kekuatan ekonomi umat. Untuk kegiatan produktif, banyak solusi Islam yang lebih adil bagi kedua belah pihak seperti qirad atau mudharabah, musyarakah dan lain sebagainya.

 

Namun ada kalanya kita terpaksa harus berhutang untuk hal-hal yang bersifat dharurat dan memang tidak mungkin diatasi dengan aqad –aqad tersebut diatas. Contohnya adalah ketika terkena musibah keluarga sakit yang perlu biaya besar, kecelakaan, bencana alam, kebakaran, banjir dlsb.

 

Dalam kondisi terkena musibah seperti ini, orang yang sehari-harinya mampu-pun bisa jadi terpaksa harus berhutang. Pertanyaannya adalah kemana kita harus berhutang ketika kondisi memaksa kita untuk itu ?.

 

Di jalan-jalan, di koran-koran bahkan sering via sms para ‘pemberi pinjaman’ menawarkan jasanya dengan iming-iming tanpa jaminan, atau cukup dengan jaminan BPKB dan sejenisnya. Bukan hanya oleh lembaga keuangan kecil saja, tetapi hal demikian juga ditawarkan oleh bank-bank asing besar.

 

Motifnya apa mereka menawarkan pinjaman ke orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu  membutuhkan pinjaman ini ?; tidak lain adalah kerena mereka berharap memiliki penghasilan dari bunga pinjaman alias riba.

 

Pinjaman-pinjaman semacam ini bukan merupakan solusi bagi kebutuhan dana dharurat seperti yang saya uraikan diatas. Pertama karena pinjaman mereka mencekik dari sisi bunganya dan kedua karena pinjaman ini berbasis riba yang mendatangkan dosa bagi pemberi dan penerimanya.

 

Read more...

Peluang di Top 20 Dunia Maya…

Internet

Karena melalui hobby saja, saya mengenal internet sejak internet mulai dipasarkan untuk umum di  Indonesia dan masih berupa teks awal 90-an. Saking langkanya internet saat itu, saya bahkan duluan memiliki email address dan alamat di web  ketika perusahaan besar tempat saya bekerja belum memilikinya.

 

Sampai hampir 10 tahun kemudian – karena didera krisis 97/98 – pengguna internet di Indonesia tidak terlalu besar pertumbuhannya. Berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU), pengguna internet di Indonesia baru mencapai 2,000,000 pengguna tahun 2000.

 

Tidak heran makanya berbagai inisiatif bisnis berbasis internet sampai awal tahun 2000-an sangat jarang yang sukses. Saat itu saya sendiri bereksperimen dengan puluhan situs, tidak ada yang berhasil. Pertama mungkin karena eksperimen-eksperimen tersebut hanya sambilan, kedua ya karena pengguna internet pada waktu itu masih sangat sedikit, dan ketiga akses permodalan saat itu yang belum terbuka.

 

Kini situasi itu sangat berbeda; pengguna internet di Indonesia tahun lalu telah mencapai 25,000,000 pengguna menurut data  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Bahkan pemerintah sebenarnya mentargetkan pengguna internet mencapai 50 juta akhir tahun lalu - belum tercapai memang – tetapi banyak pihak  optimis kalau target ini bisa tercapai dalam dua tiga tahun mendatang.

 

Dengan pengguna internet yang begitu besar, peluang untuk berwirausaha di dunia internet yang disebut netpreneur atau infopreneur menjadi terbuka lebar. Situs yang asalnya hanya blog geraidinar.com pun awalnya hanya saya buat tanpa sengaja – dalam suasana liburan di sebuah warnet di Jogjakarta akhir tahun 2007.

 

Ketika respon masyarakat sudah mulai membesar, yang kemudian menuntut konsentrasi penuh saya untuk melayaninya – maka mulailah bisnis ini saya tangani dengan penuh dan saya tinggalkan pekerjaan ‘bergengsi ‘ saya sebelumnya. Kini sudah hampir satu tahun pekerjaan full-time sebagai netpreneur ini saya jalani, alhamdulillah tidak ada yang saya sesali sedikit-pun atas langkah pindah kwadrant yang saya lakukan.

 

Pengalaman ini yang ingin saya share kepada teman-teman pembaca yang ingin menerjuni bisnis yang sangat potensial ini; tidak ada yang mudah memang – tetapi juga tidak ada yang mustahil untuk dilakukan. Apa yang kita lakukan ini menurut ustadz saya berada diantara baina mungkin wal mustahil. Asal masih berada di area yang mungkin, maka semuanya bisa terjadi. Sebaliknya kalau kita masuk ranah yang mustahil – maka itu akan membuang-buang waktu saja.

 

Read more...

Jalan Keluar Itu Memang Pasti Ada, Tetapi Bagi Siapa..?

Masjid

“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar ” (QS 65:2)

 

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya… ” (QS 65:3)

 

“… Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS 65:4)

 

“… Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS 65:5)

 

Dalam berbagai tulisan saya, biasanya saya tidak menggunakan kata “pasti” karena hanya Allah Ta’ala yang bisa memastikan sesuatu itu terjadi atau tidak. Namun karena judul tulisan ini saya ambilkan dari janji Allah Ta’ala dalam Al-Qur’anul Karim, maka saya berani menggunakan kata “pasti” ini – janji Allah pasti benarnya!.

 

Adalah lumrah dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sebagai individu, rumah tangga, masyarakat sampai negara kita memiliki masalah. Dan sesungguhnya untuk setiap masyalah tersebut, Allah Ta’ala sudah menjanjikan pasti ada jalan keluarnya. Namun untuk siapa jalan keluar ini diberikan ? ternyata kepastian akan jalan keluar tersebut hanya diperuntukkan bagi yang bertakwa.

 

Bahkan bagi yang bertakwa, bukan hanya jalan keluar yang diberikan, tetapi juga rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, kemudahan dalam segala urusan, dan yang lebih menggembirakan lagi adalah dihapuskannya kesalahan dan dilipat gandakannya pahala.

Read more...