Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Jumat, 14 Desember 2018

Entrepreneurship

Men-Disrupt Kejumudan

Kalau kita harus impor gandum, saya masih bisa paham – lha wong kita terlanjur suka makan roti dan mie sedangkan gandum tidak ditanam di negeri ini. Impor kedelei ? saya mulai kurang paham karena kedelai bisa tumbuh dimana saja di negeri ini, demikian pula dengan impor gula – kita menanam tebu sejak jaman Belanda. Yang membuat saya sungguh sangat tidak paham adalah mengapa kita harus impor garam ? Lha wong kita negeri bahari dengan total pantai yang terpanjang di dunia, masak harus impor garam sih ? pasti ada yang very-very seriously wrong dalam pengelolaan sumber daya alam kita !

Read more...

Agar Hidangan Tetap Tersedia

Di dalam Al-Qur’an ada satu surat yang artinya Hidangan, yaitu surat no 5 Surat Al-Maidah. Rupanya demikianlah Sang Maha Pencipta menyediakan rezeki bagi seluruh makhlukNya dengan menghamparkan hidangan yang cukup bagi semuanya, kemudian masing-masing diberi petunjuk untuk mengambil yang mana yang paling baik baginya. Hanya satu makhlukNya yang diberi kebebasan memilih, dan hanya satu pula makhlukNya yang bisa mengganggu ketersediaan hidangan tersebut – yaitu manusia !

Read more...

1 Dinar Untuk 1 Ayunan Kapak

Bayi-bayi yang terlahir di Indonesia beruntung, ketika terlahir cenger ‘hanya’ menanggung hutang sekitar Rp 15.6 juta (US$ 1,200) per kepala. Bila dia terlahir di negeri kaya dan sedikit penduduk seperti Luxemburg hutangnya langsung RP 87.5 milyar (US$ 6,733,000) sejak lahir cenger. Itulah ironi dunia saat ini, negeri kaya juga negeri pengutang paling banyak – dan tidak ada plan untuk membayarinya. Mungkinkah kita bisa membangun negeri tanpa berhutang ? Saya melihat ada kemungkinannya, salah satunya melalui social startup.

Read more...

Kecerdasan Zaman

Ketika manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya ? Itulah gunanya petunjuk !

Read more...

Food 2.0

Hampir tiga tahun lalu saya menulis In Search of New Food yang antara lain mengidentifikasi sukun (bread fruit) dan kelor (moringa) sebagai alternative bahan pangan kedepan. Bread fruit akhirnya bener-bener kita tanam dalam skala komersial sebagai bagian dari program iGrow My Own Food (iGrow.Asia). Namun penanaman bahan-bahan pangan baru ini umumnya dilakukan oleh petani dalam skala besar atau bahkan di negeri maju dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana kalau masyarakat kebanyakan yang hidup di kota – urban people – kita libatkan dalam pencarian bahan pangan baru ini ?

Read more...