Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 25 Februari 2018

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Mon, 26 Feb 2018 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,274,037 Beli Rp. 2,183,076

  • Harga Dinar Emas per Mon, 26 Feb 2018 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,274,259 Beli Rp. 2,183,289

  • Harga Dinar Emas per Sun, 25 Feb 2018 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,274,259 Beli Rp. 2,183,289

  • Harga Dinar Emas per Sun, 25 Feb 2018 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,274,259 Beli Rp. 2,183,289

  • Harga Dinar Emas per Sun, 25 Feb 2018 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,274,259 Beli Rp. 2,183,289

Entrepreneurship

Cita-Cita

Di jaman Belanda, penjajah mengkapling-kapling pekerjaan bagi penduduk negeri jajahan ini agar mudah mereka kuasai. Perdagangan hanya diarahkan untuk kaum minoritas dari timur (Arab, China dan India), sedangkan penduduk pribumi diarahkan oleh mereka untuk bertani tanaman-tnaman yang utamanya untuk kebutuhan mereka. Agar mudah dikendalikan oleh penjajah ini pula, tokoh-tokoh masyarakat pribumi diangkat menjadi priyayi – pekerjaannya enak, terhormat dan bergaji tinggi. Maka mayoritas penduduk pribumi negeri ini yang menderita saat itu punya cita-cita untuk anak-anaknya : ‘kelak kalau sudah besar jadi priyayi’ !

Read more...

The 3rd Flows

Awalnya manusia itu makan dari tanaman dan binatang ternak yang hidup di sekitar tempat tinggalnya, kemudian di era colonial negeri-negeri kuat menjajah yang lemah untuk diambil hasil buminya. Dilanjutkan di era perdagangan global negeri-negeri maju memompa hasil industrinya ke negeri-negeri lain yang sedang berkembang. Tetapi sejarah selalu berulang, keprihatinan akan efek lingkungan dan melemahnya daya dukung kehidupan akibat dari perdagangan global ini akan mendorong manusia makan kembali dari apa-apa yang tumbuh di sekitarnya – itulah era local food yang akan men-trigger The  3rd Flows.

Read more...

3 in 1 Solusi Bebas Riba

Bila riba begitu dilarang dalam Islam, pastilah karena riba sangat banyak menimbulkan mudharat – sampai-sampai kenaikan harga cabe, kelangkaan bahan pangan dan berbagai produk kebutuhan lainnya-pun bisa karena riba. Tetapi Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, pasti tidak akan membiarkan hambanya begitu saja terlilit dengan riba tanpa memberinya solusi. Dan solusi dariNya itu begitu efektif sehingga satu solusi kadang menyelesaikan begitu banyak masalah sekaligus. Untuk mengatasi riba ini saya melihat adanya solusi 3 in 1-nya, satu solusi untuk mengatasi tiga pilar ekonomi sekaligus yaitu pasar, produksi dan modal.

Read more...

Baiti Jannati

Biasanya ungkapan ini adalah untuk rumahku surgaku, tetapi dalam tulisan ini saya akan mulai dengan yang lebih sederhana yaitu untuk rumahku kebunku. Sebuah konsep untuk menjadikan rumah kita rumah-rumah yang produktif, yang mampu menyediakan sendiri sebagian dari kebutuhan pangan kita – khususnya sayur-sayuran. Mungkin tidak terbayang oleh kita sebelumnya, bahwa kalau kita mau mengorbankan satu kamar kita saja untuk Urban Farming @Home  secara intensif – ini sudah bisa setara bertani di lahan 1 ha ! Bagaimana caranya ?

Read more...

Dari McKinsey Ke Zuhayli, Dari Pasar Saham Ke Pasar Salam

McKinsey adalah nama konsultan global yang sarannya sering didengar para pemimpin dunia, laporan-laporannya menjadi rujukan para pengambil kebijakan. Salah satu laporannya tentang Connectedness Index misalnya, membuat negara-negara berlomba untuk semakin terkoneksi satu sama lain - karena masih menurut McKinsey ini semakin tinggi negeri terkoneksi, semakin cepat pertumbuhannya. Negeri yang konektifitas-nya tinggi bisa tumbuh 40 % lebih cepat dibandingkan yang konektifitasnya rendah. Tetapi apakah semuanya baik untuk kita ?

Read more...