Article Categories

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Kamis, 14 Desember 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Fri, 15 Dec 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,130,020 Beli Rp. 2,044,819

  • Harga Dinar Emas per Fri, 15 Dec 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,130,923 Beli Rp. 2,045,686

  • Harga Dinar Emas per Thu, 14 Dec 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,135,415 Beli Rp. 2,049,998

  • Harga Dinar Emas per Thu, 14 Dec 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,137,192 Beli Rp. 2,051,704

  • Harga Dinar Emas per Thu, 14 Dec 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,126,985 Beli Rp. 2,041,906

Entrepreneurship

Dari BBM ke BBF - Biomass-Based Fuel

Bahwasanya solusi bahan bakar itu dari tanaman mungkin tidak langsung tertangkap oleh kita, tetapi memang demikianlah kebenarannya sepanjang jaman. Ketika orang masih jalan kaki dan naik kuda, dia butuh suluh api dari kayu untuk menerangi jalan di malam hari. Awal adanya kereta api, bahan bakarnya menggunakan kayu untuk menghasilkan uap yang menggerakkan mesin kereta. Di Perang Dunia II banyak mobil menggunakan kayu pula dengan proses gasifikasi untuk menggerakkan mesinnya. Di jaman ini orang menggunakan tanaman dari jutaan tahun silam yang telah menjadi fossil untuk Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Read more...

Bioadditive Open Source

Hingga kini additive atau khususnya bioadditive adalah nice thing to have, bukan kebutuhan pokok tetapi akan menyenangkan kalau kita punya. Mobil kita bisa lebih efisien bahan bakar, performance-nya bisa meningkat, emisi lebih rendah dlsb. Tetapi manakala kesadaran akan habisnya sumber minyak kita sudah meluas di masyarakat, segala hal yang bisa menghematnya akan menjadi kebutuhan. Maka bioadditive yang semula nice to have bisa menjadi must have. Ketika ini menjadi must have dan agar secara massal kita bisa menghemat bahan bakar minyak yang tersisa, ilmunya harus harus dibuat open source.

Read more...

Fuel Mathematics

Mayoritas rakyat negeri ini akan tidur nyenyak manakala tidak usah memikirkan masa depan bahan bakar kita, karena begitu memikirkannya pasti puyeng dibuatnya. Betapa tidak, kebutuhan bahan bakar akan tumbuh seiiring dengan pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi kita tumbuh sekitar 5 % per tahun misalnya, kebutuhan bahan bakar akan tumbuh sedikit saja dibawahnya – let say 4.9% per tahun. Dari mana tambahan bahan bakar ini kita peroleh ? di situlah masalah yang membuat puyeng itu.

Read more...

After Oil : To Save Or To Replace ?

Dalam menyikapi cadangan minyak kita yang akan habis sekitar tahun 2027 atau zaman yang saya sebut After Oil, pemerintah sebenarnya sudah punya rencana. Bahwa secara bertahap sebagian kebutuan bensin akan diganti dengan bioethanol sampai mencapai 20% tahun 2025, dan biodiesel akan menggantikan sebagian diesel sampai 30% tahun 2020 dst. Namun rencana ini amat sangat kecil peluangnya untuk dapat direalisir karena banyak hal, diantaranya ketiadaan anggaran untuk implementasinya. Ketika Plan A unlikely bisa jalan, bukankah kita butuh Plan B ?

Read more...

After Oil

Kalau ada krisis yang begitu imminent – dekat kedatangannya karena bisa dihitung dengan mudah, itulah krisis bahan bakar minyak. Kita hanya punya cadangan 3.23 milyar barrel per tahun 2016, kita ambil 831,100 setiap hari – maka kapan cadangan tersebut akan habis ? sekitar tahun 2027 ! Jadi pasca tahun 2027 amat besar peluangnya kita tidak lagi punya sumber bahan bakar minyak, so what ?

Read more...