Virtual Human Melawan Covid-19, Mungkinkah ?

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 9 Agustus 2020

Virtual Human Melawan Covid-19, Mungkinkah ?

Sebuah konsorsium dari sejumlah perguruan tinggi dan berbagai industri dunia telah lama membangun apa yang disebut The CompBioMed Centre of Excellence yang antara lain untuk merealisasikan konsep Virtual Human. Bahkan tidak kurang badan-badan dunia seperti WHO dan ITU (International Telecommunication Union) telah rutin pula bertemu untuk implementasi Artificial Intelligence dalam bidang medis.

 

Mengapa hal ini penting? Jauh sebelum krisis Covid-19 melanda dunia, WHO sebenanrya telah memprediksi bahwa dunia akan kekurangan dokter dan tenaga medis sampai 12.5 juta pada tahun 2035. Tentu kekurangan ini akan sangat melonjak setelah fenomena meluasnya pandemi Covid-19.

 

Pertama karena ini pertama kali dalam sejarah modern korban wabah bisa begitu besar dan kedua banyaknya tenaga medis yang terkena dampak dari virus ini karena interaksinya dengan para penderita. Itulah mengapa konsep Virtual Human atau juga disebut Real Avatar menjadi relevan.

 

Virtual Human intinya adalah serangkaian program komputer canggih untuk membangun seluruh aspek dari tubuh kita luar dan dalam sehingga bisa memudahkan para dokter dan tenaga medis memahami segala gejala yang dihadapi tubuh kita tanpa langsung memeriksanya atau bahkan para dokter dan tenaga medis tersebut bisa berada di tempat yang sangat jauh dari kita.

 

Serangkaian coding program-program komputer canggih pun telah dimulai, ambil contoh misalnya ada yang diberi nama Neuromusculoskeletal untuk mensimulasikan rangkaian struktur syaraf-syaraf dalam tubuh kita, ada pula Molecularly-based medicine yang bisa memantau atau mensimulasikan perubahan sampai tingkat sel sebagai reaksi atas pengobatan tertentu dan lain sebagainya.

 

Sementara rencana-rencana dan berbagai pemograman untuk mensimulasikan tubuh manusia tersebut belum sepenuhnya berhasil, pandemi global sudah keburu terjadi. Tetapi ini mengingatkan kita bahwa sesungguhnya dari sisi teknologi, mestinya amat sangat banyak yang bisa dimaksimalkan sebagai upaya kita bukan hanya untuk melawan Covid-19 ini saja, tetapi juga mengantisipasi berbagai penyakit menular sejenis yang bisa saja muncul kembali di dunia setelah Covid-19 ini bisa diatasi.

 

Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin bahwa pandemi sejenis akan berulang di kemudian hari. Maka upaya-upaya untuk melahirkan solusi teknologi tinggi untuk bisa menangani segala penyakit tanpa harus mengekspos para dokter dan tenaga medis terhadap resiko tinggi tertular penyakit semacam ini.

 

Sementara, pengembangan Virtual Human atau Real Avatar belum sempurna dan masih mengalami banyak kendala, seperti bandwidth jaringan internet, kapasitas komputer dan lain sebagainya. Penggunaan Real Avatar yang lebih sederhana sudah bisa bermanfaat saat ini pun untuk membantu memerangi Covid-19 yaitu dengan cara mewakili diri kita di dunia maya untuk bisa berinteraksi secara maksimal dengan masyarakat global tanpa mengundang resiko tertular penyakit atau menularkan penyakit ke orang lain.

 

Bentuk Real Avatar yang lebih sederhana ini sudah pula lama digunakan di dunia maya dan khususnya di dunia hiburan. Maka istilah Real Avatar lebih mudah dikenal ketimbang Virtual Human yang dikembangkan lebih berbasis sains dan untuk tujuan yang lebih menjelimet seperti penanganan kesehatan tersebut diatas.

 

Bagaimana peran real dari Real Avatar dalam ikut memerangi Covid-19 ini? Utamanya dia bisa membantu social distancing. Kita tetap bisa menghidupkan aktivitas dunia usaha dan perdagangan secara maksimal tanpa harus menghadirkan kerumunan manusia yang menjadi sangat beresiko di era pandemi ini.

 

Dengan konsep yang coba kami bangun yaitu iExpo misalnya, dunia industri bisa segera kembali memamerkan segala karya, inovasi, dan solusinya melalui pameran digital, karena segala pameran dan event di dunia nyata harus ter-cancel gara-gara Covid-19 ini. Hikmahnya dari pameran digital ini perusahaan bisa sangat menghemat biaya dan bisa menjangkau konsumen yang jauh lebih luas.

 

Contoh lain aplikasi Real Avatar adalah untuk menggairahkan kembali dunia komersil, perdagangan produk-produk fashion dan kebutuhan pribadi yang selama ini dijual di mall-mall dan department store modern.

 

Dengan konsep Real Avatar misalnya, Anda dapat menggunakan kembaran digital Anda di dunia komputer untuk mencoba busana yang sedang Anda pilih, kemudian memantaskan diri di depan cermin untuk memilih kombinasi yang paling sesuai dengan postur Anda yang sesungguhnya namun terwakili dengan Real Avatar Anda, sehingga busana yang Anda beli benar-benar fit untuk diri Anda.

 

Aplikasi lain yang juga sangat memungkinkan adalah Virtual School untuk mengatasi kejenuhan anak-anak kita yang bisa berbulan-bulan di rumah dan tidak bisa bertegur sapa sebagaimana keceriaan ketika mereka di sekolah. Dengan Virtual School era Real Avatar, anak-anak akan bisa asik bermain di sekolah bersama teman-temannya exactly seperti sekolah sungguhan, bukan seperti yang terjadi selama ini yaitu sekolah melalui teleconference.

 

Tidak kalah memungkinkannya juga adalah Real Avatar yang kita gunakan untuk membangun Virtual Masjid misalnya. Kerinduan kita untuk segera meramaikan rumah-rumah Allah bisa terobati misalnya kalau kita bisa membanjiri Virtual Masjid dengan kehadiran kita berdesakan mendengarkan ceramah ustadz-ustadz kondang kita.

 

Tentu tidak perlu mempraktekan Virtual Sholat, tetapi untuk ceramah, kajian agama, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an, peningkatan kemampuan pemahaman siroh dan lain sebagainya sangat dimungkinkan melalui program Virtual Masjid semacam ini. Perdebatannya mungkin nantinya adalah pada sisi bagaimana secara syari'ah melihat Real Avatar ini.

 

Real Avatar bukan seperti patung dan bukan seperti gambar hidup dari kartun. Real Avatar lebih menyerupai video diri Anda di komputer Anda. Representasi wajah Anda di komputer itu berasal dari foto diri Anda yang sesungguhnya. Jadi, pada waktunya nanti ketika Real Avatar ini dibahas oleh pakar ahlinya, salah satu argumen yang membolehkan adalah karena Real Avatar ini sama dengan video atau foto yang sudah selama ini kita gunakan di berbagai kebutuhan dunia modern.

 

Dunia modern yang sudah lama tidak lagi mempermasalahkan foto dan video dari sisi syari'ah mestinya juga bisa menerima Real Avatar ini karena wajah yang ada di Real Avatar ini adalah wajah kita sebagaimana yang ada di video dan foto kita. Sejauh manfaat yang dihasilkan lebih besar dari mudharatnya, maka Real Avatar ini insyaAllah juga akan bisa diterima di dunia islam yang perlu memimpin dunia dalam mengatasi tantangan zaman yang dihadapinya.

 

Saat ini tantangan zaman itu adalah bagaimana kita memerangi Covid-19 dan salah satu jalannya adalah dengan memaksimalkan social distancing. Saat ini juga tantangan zamannya adalah bagaimana menangani kesehatan penduduk dunia yang semakin luas, sementara lembaga-lemabga yang berkompeten seperti WHO memprediksi kekurangan dokter dan tenaga medis yang bersifat masif tersebut diatas.

 

Tidak kalah pentingnya adalah tantangan zaman yang bersifat sosial dan interaksi manusia modern saat ini. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, dunia sudah berputar terlalu cepat, waktu kita menjadi terlalu pendek dan malah tidak produktif.

 

Bayangkan bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek misalnya, berapa jam waktu yang Anda butuhkan untuk pulang pergi ke kantor setiap hari? Jauh lebih banyak waktu untuk perjalanan ini ketimbang waktu Anda bertemu dan berinteraksi dengan keluarga Anda.

 

Dengan adanya Covid-19 dan Work From Home (WFH), Anda bisa kembali berinteraksi dengan anak istri secara maksimal, bisa berdiskusi dan saling melengkapi pengetahuan masing-masing di rumah secara lebih efektif dan berbagai manfaat quality time yang tiba-tiba muncul gara-gara Covid-19 ini.

 

Maukah quality time Anda bersama keluarga akan kembali terenggut dengan aktivitas pra-pandemi yang membuat Anda pontang-panting pagi dan petang untuk pergi dan pulang kerja ? Maukah Anda membuang waktu begitu banyak di jalan-jalan kota yang sangat padat hanya untuk menghadiri satu atau dua meeting dengan client dan relasi bisnis Anda ?

 

Bayangkan di masa depan yang sudah sangat mungkin kita hadirkan saat ini yaitu biarlah Real Avatar kita yang menjelajahi segala bandwidth internet untuk bertemu dengan masyarakat dan jaringan usaha kita secara luas bukan hanya di dalam negeri, tetapi di luar negeri, sementara kita bisa berleha-leha di rumah bersama anak istri.

 

Biarlah Real Avatar kita yang bekerja mempromosikan dan mengenalkan segala karya kita, sementara kita bisa lebih fokus memikirkan hal-hal yang lebih besar untuk kehidupan ini maupun kehidupan sesudah ini.

 

Karya-karya semacam Real Avatar ataupun Virtual Human ini perlu bagian dari ummat ini untuk memikirkan dan mengembangkannya karena kalau tidak, hal-hal semacam ini akan lebih banyak dikembangkan untuk kemudharatan dan kesia-siaan.

 

Saya masih ingat pertama kali menggunakan internet dan mengalami transisi dari internet yang hanya bersifat teks ke internet yang bersifat gambar. Saat itu, hampir-hampir pemerintah orde baru melarang internet bergambar karena dipandang lebih banyak mudharatnya karena internet bergambar pertama kali yang berseliweran adalah gambar-gambar porno.

 

Anda bisa bayangkan saat ini apa yang terjadi di dunia internet? Memang masih ada pornografi di internet tetapi jumlahnya jauh lebih rendah dari kemanfaatan yang dihasilkannya. Bahkan di era internet ini pula muncul da'i-da'i kondang era youtube yang menghadirkan ceramah-ceramah menarik yang mengundang jutaan pemirsa yang ini tidak pernah terbayangkan 3 dasawarsa lalu.

 

Demikian pula era Virtual Human atau Real Avatar tersebut diatas, kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di dunia saat itu. Tetapi kalau kita yang berperan dalam pengembangannya yang saya bayangkan adalah banyak sekali kebaikan bertebaran disana, sekolah-sekolah berkualitas canggih yang bisa dinikmati oleh seluruh penduduk bumi, layanan medical yang berstandard global untuk siapa pun, ceramah-ceramah agama yang menyejukan dan menentramkan semua penduduk bumi, dan berbagai kebaikan lain yang bisa kita hadirkan di dunia bayangan tersebut.

 

Sebaliknya juga bisa terjadi ketika kita cuek dan menjauh dari teknologi semacam ini, maka Virtual Human atau Real Avatar akan berkembang tanpa petunjuk agama bahkan dia berkembang secara underground dipenuhi dengan hal-hal yang mesum, hal-hal yang melanggar etik, hal-hal yang melanggar hak orang lain dan lain sebagainya.

 

Maka kita harus hadir mencegah ini terjadi dan memberi alternatif penggunaan teknologi secara lebih baik dengan memaksimalkan manfaat dan meminimalkan mudharat. Atas dasar inilah, maka kami di Indonesia Startup Center ikut menghadirkan teknologi ini dan mengundang Anda yang berminat untuk bergabung. Ada form kami yang bisa diisi untuk para professional yang tertarik maupun pemula yang ingin belajar, dapat diakses di https://bit.ly/dem_ec_form .

 

Adapun contoh karya sederhana sekedar untuk memberi gambaran kepada Anda seperti apa sih Virtual Human itu, link berikut bisa Anda buka untuk melihat apa jadinya kalau saya yang menulis artikel ini hadir sebagai Real Avatar untuk mengenalkan pemikiran-pemikiran kita kedepan https://youtu.be/II19IHOaUJo .