Hidangan Paripurna

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 3 Juni 2020

Hidangan Paripurna

Di bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, hari-hari menjelang awal Ramadhan ini menjadi kesibukan yang luar biasa untuk para keluarga merencanakan hidangan Ramadhannya, baik untuk berbuka puasa, takjil, dan makan sahurnya. Namun kali ini puasa Ramadhan akan kita lalui dengan cara yang sangat berbeda, tidak leluasa lagi ibu-ibu untuk berbelanja di pasar-pasar, dan para penjajak takjil di setiap sudut kota. Puasa kali ini akan kita lalui dengan sunyi termasuk juga dengan hidangannya.

 

Namun tidak perlu khawatir, insyaAllah ada hidangan yang paripurna, yaitu hidangan yang super lengkap yang petunjuknya ada di Al-Qur'an yaitu Surat 'Abasa mulai dari ayat 23 sampai dengan ayat 32. Maka di bulan turunnya Al-Qur'an ini, tadabbur Al-Qur'an kita insyaAllah akan terasa sangat mendalam bila kita hayati dan kita praktikan langsung sampai ke detail detailnya, seperti dalam urusan makanan ini.

 

Allah memberi petunjuk tentang komposisi yang sangat lengkap tentang makanan kita yaitu mulai dari biji-bijian, anggur dan tanaman bernutrisi tinggi, zaitun dan kurma, tanaman-tanaman dari kategori tumbuhan semak dan rempah-rempah, segala buah-buahan dan rerumputan untuk manusia dan untuk ternak yang akhirnya ternaknya pun untuk manusia. (QS 80 : 27-32).

 

Lebih dari itu, Allah juga memberikan petunjuk yang sangat praktis untuk bagaimana meramu bahan-bahan makanan tersebut. Yaitu dengan kalimat 'wa shibghil lil-aakiliin' (QS 23:20), yaitu dengan mencelupkan makanan-makanan tersebut dengan menggunakan minyak zaitun. Nah, dengan petunjuknya itu, bagaimana kita mengamalkan dengan hidangan yang paripurna yang relevan untuk kita di zaman ini dan saat ini dengan memperhatikan kondisi dan situasi yang kita hadapi di era pandemi paripurna tersebut ?

 

InsyaAllah kita bisa mendekatinya dengan segala bahan-bahan yang ada di sekitar kita dan dengan menggunakan bentuk makanan yang paling universal di zaman modern ini yang mengikuti kriteria bahan dan cara penyajian sesuai petunjuk-NYA tersebut diatas. Contoh aplikasinya akan saya jelaskan alasan penggunaan bahan demi bahan sebagai berikut.

Makanan yang saya maksud adalah salad yang sudah cukup familiar bagi sebagian besar kita. Salad inilah komposisi makanan yang paling memungkinkan kita susun dan sajikan mengikuti petunjuk di ayat-ayat tersebut diatas. Susunan salad umumnya diawal apa yang disebut salad foundation, yaitu dasar yang menjadikan suatu makanan disebut salad. Umumnya ini adalah dari hijauan tanaman yang bernutrisi tinggi. Secara khusus yang paling umum digunakan adalah selada yang dalam ayat tersebut diatas kategorinya adalah qodhbaa.

 

Di era pandemi ini, Alhamdulillah saya masih bisa memperoleh selada yang segar dan insyaAllah aman, namun bila Anda ragu, foundation ini juga tidak harus sayuran mentah seperti selada, bisa diganti dengan biji-bijian yang direbus (kategori habbaa) seperti contohnya jagung manis atau jenis jagung yang lezat seperti jagung pulut di Indonesia Timur.

 

Bisa juga sebagai foundationnya digantikan dengan jenis sayuran yang direbus lainnya seperti kentang, asparagus, dan bahkan terong. Salad menggunakan foundation yang direbus ini secara internasional dikenal sebagai Russian Salad, yaitu formula yang dulu diperuntukan untuk kaisar Tsar II semasa hidupnya dan baru disebarluaskan untuk masyarakat setelah Tsar meninggal di Rusia.

 

Jadi intinya, foundation atau yang menjadi dasar salad tidak harus sayur mentah, terutama di era pandemi ini kita bisa menggunakan sayur-sayuran yang direbus untuk salad foundationnya.  

 

Diatas salad foundation ada salad body, yaitu bahan utama yang umumnya menjadikan salad itu spesifik atau menjadi nama dari salad itu. Misalnya untuk salad yang saya rancang ini saya beri nama Salad 'Abasa, karena saya akan isi bahan-bahan yang berasal dari surat 'Abasa tersebut.

 

Maka setelah foundation saya gunakan yang ada di dekat saya, yaitu selada. Isinya saya berusaha semaksimal mungkin mengambil dari petunjuk di rangkaian ayat-ayat tersebut di atas. Mulai dari kurma, karena Alhamdulillah menjelang Ramadhan ini kurma mudah sekali didapat dari berbagai jenis dandari berbagai tingkatan harga.

 

Kurma juga merupakan makanan yang sangat lengkap, mengandung energi cukup selain juga mengandung serat yang membantu kita awet kenyang, mengandung vitamin dan mineral yang lengkap untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dan bahkan kurma juga mengandung hormon yang disebut phytoestrogen yang dengan hormon inilah umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alai wa sallam rata-rata memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.

 

Kurma juga saya pilih sebagai bahan utama di Salad 'Abasa ini karena kurma juga disebut hingga 21 kali di dalam Al-Qur'an yang menunjukan kelebihan kurma ini terhadap buah-buah yang lain.

 

Yang kedua yang saya ambil adalah anggur, karena anggur juga disebut nomor 2 terbanyak di Al-Qur'an. Dia disebut hinggan 14 kali. Tentu ini juga menunjukan keunggulan anggur terhadap makanan atau buah lainnya. Secara kandungan nutrisi, anggur juga memiliki sumber energi yang sangat baik, disamping kaya akan vitamin dan mineral.

 

Lebih dari itu, anggur juga mengandung phytonutrient yang sangat penting untuk melawan berbagai penyakit degeneratif yang bisa menjadi sangat berbahaya ketika penderitanya terkena infeksi Corona. Penyakit degeneratif ini adalah diabetes tipe II, jantung, kanker, tekanan darah tinggi, dan lain sebagainya. Phytonutrient yang sangat dominan di anggur ini antara lain adalah polyphenol.

 

Buah ketiga yang saya ambil adalah avocado, apakah avocado ada di Al-Qur'an ? dia tidak secara spesifik disebut di Al-Qur'an, tetapi masuk kategori buah-buahan yang disebut secara umum di Surat 'Abasa ayat 31. Avocado saya pilih karena nutrisinya yang sangat lengkap mulai dari karbohidrat, lemak, protein, serat, hingga vitamin dan mineral.

 

Bahkan, avocado juga mengandung phytonutrient yang disebut carotenoid, yaitu sebagai antioksidan yang membantu menjaga ketahanan tubuh. Lebih jauh karena kandungan lemaknya yang tinggi dan enzim lipase yang ada pada avocado ini. Avocado juga membantu penyerapan phytonutrient yang ada di bahan lain yang hanya larut pada lemak.

 

Berikutnya adalah untuk mewakili habbaa saya gunakan kacang mete, karena dia lezat dan mengandung nutrisi yang lengkap. Di dalam Al-Qur'an biji-bijian digunakan 2 penyebutan yang berbeda, yaitu habbaa untuk biji-bijian yang dimakan termasuk kacang-kacangan dan biji buah yang bisa dimakan, dan untuk yang tidak dimakan disebut-NYA an-nawaa (QS 6:95).

 

Jadi kategori habbaa ini amat sangat banyak di Indonesia dan ada ribuan jenisnya, serta sebagiannya berpotensi untuk menjadi makanan yang lezat dan lengkap untuk kita. Saya pilih kacang mete karena relatif banyak dan sangat lezat ketika dijadikan bahan makanan salad.

 

Kemudian dari sisi produk hewani (QS 80 : 31 & 32), saya ambil telur karena dia mudah di dapat, murah, dan bernutrisi tinggi khususnya kandungan proteinnya. Maka di salad body, yang membuat salad ini yang saya beri nama Salad 'Abasa, ada 5 bahan yang saya ambilkan dari ayat-ayat tersebut diatas, yaitu kurma, anggur, avocado, kacang mete, dan telur.

 

Salad juga akan nampak indah dan membuat rasanya tambah ramai kalau ditambahkan apa yang disebut garnish atau hiasan. Untuk ini saya ambilkan dari jenis sayuran yang berwarna mencolok yaitu tomat khususnya tomat cherry karena dia lezat. Tomat cherry ini selain sebagai garnish, juga menambahkan vitamin, mineral, dan phytonutrient yang sangat kuat yaitu dari kandungan carotenoid nya yang tinggi.

 

Setelah bahan tersebut lengkap, bahan ini perlu disatukan menjadi suatu makan yang rasanya ramai namun menyatu seperti filosofi negeri ini, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Dalam dunia salad yang menjadi pemersatu ini adalah apa yang disebut dressing. Sebagaimana pakaian yang menyelimuti tubuh kita semua, dressing dalam salad adalah bahan yang menyelimuti seluruh bahan makanan yang ada di dalamnya. Dan inilah penjabaran dari ayat yang menyebutkan fungsi zaitun pada makanan yaitu, 'wa shibghil lil-aakiliin', yang digunakan untuk menyelimuti makanan yang kita makan (QS 23:20).

 

Zaitun ini juga pohon yang keberkahannya disebutkan di Al-Qur'an, tentu dia mengandung keistimewaan tersendiri, maka kalau kita bisa memperoleh zaitun, salad kita bisa menggunakan minyak zaitun sebagai dressing-nya. Namun kalau kita tidak bisa memperoleh zaitun atau zaitun terlalu mahal, Allah yang Maha Adil dan Maha Tahu juga pasti memberikan kita sumber lain yang tidak kalah baiknya.

 

Itulah antara lain mengapa ketika Allah menjelaskan keberkahan pohon zaitun pun, Allah menutup ayat-NYA dengan " ... dan Allah terhadap segala sesuatu Maha Mengetahui " (QS 24:35). Allah pasti tahu kalau kita yang di Indonesia hingga saat ini belum bisa menumbuhkan zaitun hingga berbuah, maka Dia yang Maha Adil juga memberi kita sumber minyak lain yang tidak kalah baiknya, yaitu antara lain minyak kelapa.

 

Baik minyak zaitun maupun minyak kelapa, keduanya bisa menjadi dressing yang sangat cocok untuk salad kita tersebut diatas, terutama di era pandemi Covid-19 ini. Mengapa demikian? karena dengan melumuri makanan kita dengan salah satu minyak tersebut diatas, insyaAllah virus Corona yang sempat hadir di makanan kita pun akan mati karenanya.

 

Pada zaitun kaya akan apa yang disbeut oleic acid dengan zat aktifnya oleuropein, sedangkan pada minyak kelapa kaya akan lauric acid dengan zat aktifnya disebut monolaurin. Kandungan-kandungan inilah yang meskipun asalnya dari tanaman yang bereda, keduanya oleh Allah diberikan kemampuan memporakporandakan diding sel virus, mencegah penggandaannya, dan mencegah sel-sel virus tersebut menempel pada sel protein inangnya.

 

Jadi kita bisa melihat sekarang bahwa dengan mengikuti petunjuk-NYA ketika kita merancang makanan kita, baik dari sisi komposisi bahan maupun cara penyajiannya, kita mendapatkan bonus dari Allah berupa jalan untuk mencegah penyakit masuk ke tubuh kita dan jalan untuk menyembuhkannya bila penyakit tersebut terlanjur masuk ke tubuh kita.

 

Itulah sebabya ketika Allah menyebutkan bahwa Al-Qur'an itu sebagai obat, salah satunya dikaitkan dengan Al-Qur'an itu sebagai pelajaran, petunjuk, dan rahmat.

 

" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman " (QS 10:57)

 

Mari sekarang kita bedah keywords dari ayat tersebut diatas. Di ayat ini Al-Qur'an sebagai obat tidak dikaitkan dengan suatu benda tertentu, tetapi dikaitkan dengan perilaku kita yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pelajaran dan petunjuk. Kalau kita bisa menggunakan Al-Qur'an sebagai pelajaran dan petunjuk, maka insyaAllah obat itu datang kepada kita mengikutinya.

 

Itulah sebabnya ketika kita menyusun makanan kita pun, kita menjadikan Al-Qur'an sebagai pelajaran dan petunjuk, mulai dari pemilihan bahan makanan kita hingga penyajiannya. Terlepas bahwa upaya kita mungkin jauh dari sempurna, tetapi berupaya mendekatkan diri kepada Al-Qur'an dan usaha untuk mengamalkannya inilah yang mudah-mudahan mendatangkan rahmat-NYA yang dengan itu juga datang perlidungan dari segala macam  penyakit dan kesembuhan dari penyakti bila dia terlanjur masuk ke tubuh kita.

 

Satu lagi yang menjadi challenge bagi ummat abad ini untuk memahami ayat tersebut diatas adalah kalimat yang menyebutkan ' wa syifaa-ul limaa fish-shuduur ' atau diterjemhan tersebut diatas disebut ' penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada ', ini sering diartikan sebagai penyakit hati, tetapi sebenarnya kalimatnya adalah umum yaitu segala sesuatu yang ada di dalam dada.

 

Di dalam dada kita antara lain ada hati, jantung, dan paru-paru. Jadi, pengertian penyembuh bagi segala yang ada di dalam dada tersebut bisa berarti luas tidak hanya penyakit hati, sebagaimana kebanyakan selama ini dipahami. Bisa juga terkait penyakit lainnya yang ada di dalam dada. Tentu termasuk juga paru-paru kita yang menjadi target serangan virus Covid-19 yang menjadi pandemi global saat ini.

 

Bahkan lebih jauh dari itu, karena hati atau jantung itu menjadi pusat dari kehidupan tubuh kita, maka obat ini juga berguna untuk seluruh tubuh kita. Maka inilah makanan yang bisa kita hadirkan secara lengkap untuk bulan Ramadhan ini. Di era pandemi Covid-19, kita bukan hanya dapat menghadirkan hidangan jasmani yang sangat lengkap memenuhi segala kebutuhan nutrisi kita tersebut diatas, tetapi juga menjadi hidangan rohani untuk belajar memahami dan sekaligus mengamalkan pelajaran dan petunjuk dari-NYA sampai kepada kehidupan kita sehari-hari seperti dalam hal makanan ini.

 

InsyaAllah Ramadhan ini Anda akan memiliki menu yang berbeda, yang jauh lebih mudah cara mamasak dan menyajikannya, tinggal memotong-motong segala bahan yang ada, yang perlu direbus tinggal direbus, yang aman dimakan mentah juga tidak apa. Tetapi semua yang ada akan digabungkan seperti salad diatas perlu diselimuti atau diberi pakaian yang umumnya disebut dressing yang menyatukan seluruh rasanya.

 

Yang crucial-nya hanya pada dressing ini yang mungkin menjadi kendala bagi Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir, dressing ini bisa sangat sederhana yaitu bisa minyak zaitun atau minyak kelapa yang bisa langsung dilumurkan ke makanan kita. Ini yang biasa disebut simple dressing, atau kalau Anda ingin yang lebih enak bisa menggunakan dressing yang disebut nama kerennya Vinaigrette, yang intinya adalah campuran antara minyak dan cuka, ataupun yang lebih canggih lagi dengan creamy dressing yang berbahan dasar mayonnaise yang juga berasal dari minyak.

 

Dua yang terakhir bisa Anda peroleh di pasaran sebenarnya, tetapi yang ada di pasaran umumnya tidak berasal dari zaitun maupun dari kelapa. Jadi Anda harus membuatnya sendiri jikalau ingin Vinaigrette ataupun creamy dressing Anda berasal dari minyak zaitun ataupun dari minyak kelapa. Kalau Anda kesulitan memperoleh itu semua, Anda bisa menghubungi kami. Tim kami insyaAllah siap juga membantu pengadaannya.